Posted in PERASAANKU HARI INI

DI TIDAK ACUH KAN


8 Juni 2010

Selasa malam.  Trainer janjian rendefu dengan Bunda.
Janjian ketemuan di sebuah Hypermart diselatan Jakarta.

Singkat kata … trainer malam itu sampai ke Hypermart tersebut.  Dan seperti biasa … masuk area parkir.

BTW : ini parkir gratis … kita hanya terima kartu parkir saja waktu masuk dan ketika keluar kartu tersebut dikembalikan lagi

Buka kaca … siap menerima kartu dari Sekuritih …

Dan taukah sodara-sodara …
Sang sekuritih tersebut mengangsurkan kartu parkir sambil tetap memalingkan muka dan tetap mengobrol dengan sesama rekan sekuritih lainnya di pos masuk tersebut.

Tanpa menoleh sedikit pun kepada saya …

Alamak … Trainer di tidak acuh kan …

Bagaimana perasaan anda ?
Tentu saja saya agak tersinggung …

Bukan apa-apa …
Sebetulnya Saya tidak butuh di hormati secara berlebihan …
Tidak butuh laku membungkuk-bungkuk …

Saya hanya ingin … dia menoleh kearah tamunya … sewajarnya orang berkomunikasi.
Cukup menoleh saja … tidak ada yang lain …

Saya betul-betul kecewa dengan sikap tersebut …

Akhirnya saya hanya bisa berujar menegur …
“Mas … tolong kalau memberikan kartu parkir … anda menghadap kepada tamu yang datang …”
“Saya sudah bilang selamat malam … anda malah tidak acuh seperti itu … menoleh pun tidak … sibuk dengan temennya sediri …”
“Kalau mas jadi saya … gimana rasanya … ??”

Dan seperti biasa dia hanya bilang … “Maaf …” sekedarnya …

(untung mood saya sedang bagus malam itu … jika tidak … ??? entahlah … !!!)

Pelajarannya adalah :
Siapa pun anda … sebaiknya kita memandang wajah orang yang sedang berhadapan dengan kita … !
Begitu cara kita menghormati sesama.

Apa Pembaca Punya pengalaman serupa ???
.

.

Penulis:

I am just an ordinary person who work as a trainer. who wants to share anything he knows ... No Matter how small ... No Matter how simple.

37 thoughts on “DI TIDAK ACUH KAN

  1. Kalo seperti begitu sih sering mas…cuma ngga dimasukin hati aja. Kecuali kalau bapak saya lagi kesel, biasanya dia malah tanya macem-macem sama si petugas (ngerjain hihihi), jadi terpaksa harus melayani kan? Mungkin mas lagi sensi kali hehehe.

    Tapi kadang kita juga harus melihat dari sudut si petugas parkir, mungkin dari 100 tamu, yang “melihat” atau membalas sapaan selamat malam dia juga hanya 1 orang saja, atau mungkin 0 ya😉

    EM

  2. apapun ceritanya, tataplah teman bicara anda, sehingga dia merasakan bahwa anda berkomunikasi dengan dia, bukan berkomunikasi dengan dinding, lantai, awan atau jempol kaki😀

    hahahaha

    Ya wis, mungkin kurang training dianya pak…. silahkan di trainer loh

    terkadang ketemu yang seperti itu…..

    jika saya di posisi anda, apalagi sedang tidak mood, maka ciaaaaaaaaaaaaaat… habislah saya… kok saya
    😀

  3. saya sering.tapi biasanya saya juga sambil lalu aja, ndak dimasukin ke hati. Nanti malah bikin dongkol..atau kalau sudah keterlaluan paling didehemin aja

  4. ndak usah dimasukin ati om, mungkin itu salah satu alasan buat mengeneralisasi semua sekuritih. Generalisasi ? makanan apan itu? hahahaha

  5. Om NH, dugaanku Pak Satpam itu dah cape.. karena dia nganggap bersikap sopan atau tersenyum itu adalah beban, kewajiban.. mgkn harus ada training bhw tersenyum itu adalah sedekah dan bahwa menyenangkan hati orang dengan bersikap sopan itu pahalanya gede banget.. Hhhheehhhe.

    1. Yang saya agak kecewa itu …
      dia memberikan kartu parkir … tanpa menoleh kesaya sekalipun …
      benar-benar memalingkan muka …
      saya hanya memandang belakang kepalanya saja …
      ini yang membuat saya kesal …

  6. Banyak orang kayak begitu, Om. Tidak punya etika, dan menurut saya itu model orang yg tidak ikhlas dalam bekerja. Mgkn dia juga tak akan peduli kalau tokonya kebakaran.
    Kalau saya, tak sudi mengambil kartunya sampai dia menoleh.

  7. Duh.. kalo di kamus kog acuh artinya ‘not care’ ya?? Saya jadi bingung..

    Bener Pak, saya juga sebel dengan orang yang tidak memandang muka seperti itu, dan di Jakarta ada banyaaakkk.. bahkan orang yang jaga stan, yang seharusnya menganggap pembeli itu raja supaya dagangannya laku, eh, cuek bebek sama calon pelanggannya.. akhirnya orang yang awalnya kepengen beli, jadi males deh ke stan itu..

    belum beli barangnya aja udah cuek, gimana nanti purna jualnya?

  8. Aku pernah ngalamin mendapat perlakuan serupa Om…rasanya kesel banget..

    Ini sharing pengalaman aja. Di komplek rumah dulu, ada aturan, setiap kali masuk kompleks melewati pos satpam kaca mobil harus diturunkan.
    Itu selalu kami lakukan, waktu gerimis sekalipun… jadi ada sapaan dan senyum atau sekedar lambaian tangan. Dan para satpam pun mengenal kami dengan baik.

    Waktu beberapa kali aku pergi numpang mobil temen-temenku, ibu-ibu yang berj*lb*b, maaf nih, mereka tidak mau menurunkan kaca gelap mobil. Pak satpam sudah tersenyum dan mengangguk. Ada seorang temen dalam mobil yang nyeletuk “Yee…pak satpam nyengir, emang liat kita Pak?”

    Aduh, aku kok kecewa ya Om liat sikap ibu-ibu ini….
    aku nggak tahu, apakah sikap mereka ini “dibenarkan’ karena image busana yang mereka kenakan? aku nggak habis pikir….

  9. Saya pernah, tapi bukan soal kartu parkir. tapi soal parkir
    waktu keponakan saya meninggal dunia saya mau numpang parkir di sebuah mart-mart gitu deh. Karena saya baik hati maka saya bilang sama penjaga toko ” mas, saya mau nglayat numpang parkir sebentar”. Eh dia bilang ” nggak bisa pak”
    Melihat tampangnya yang sengak begitu-saya kumat serdadunya, tapi saya masih sopan hanya menjawah pendek ” kamu gila”.
    Langsung saya tinggalkan mart-mart itu.

    Itu orang Indonesia tapi gak tahu Pancasila kaleee oom

    salam hangat dari Surabaya

  10. klo saya sering senyum2 sj ketika masuk sebuah minimart, lalu secara koor pramuniaga akan berteriak : selamat datang… selamat berbelanja…
    lha, mereka spt mesin sj… tanpa ekspresi bahkan disambi sibuk dng urusan masing2..

  11. ow aku pernah di posisi tukang parkirnya om, dan well tidak senggaja kok
    bahkan aku mengajak mengobrol sama yg mengajak berbicara…hasilnya aku dilaporin ke BOS!!!

    saat itu aku sedang dalam keadaan rush dan agak susah membagi konsentrasi…mungkin sama dengan situkang parkir, mungkin dia lagi seru ngomongin pertandingan bola piala dunia nanti sama temennya itu :d hohoho *dipentung om nh*😛

  12. Kalo satpam bank biasanya ramah2, senyum, sapa.. Ditraining intensif kali ya. Oya, btw ditidak acuhkan apa diacuhkan ya pak Nh? Ini sama kalo baca cerpen yg ada kata bergeming dan tdk bergeming..suka bingung sy hehe

  13. Met malam pak, maaf nih kemaleman mampirnya.
    Memang sekarang makin banyak saja rasanya orang yang kurang menghormati sesamanya, walau cm sekedar bertegur sapa. Untung mood bapak sedang bagus waktu itu, cb kalau tidak ?
    Apa yang terjadi ya ? he he he, mls deh ngebayanginnya.. .
    Salam kenal ya pak.

  14. Saya kok jarang ketemu yg cuwek begini ya? Biasanya pada ramah. Begitu juga mbak petugas parkir yg sering melempar senyum manis (*halah*).

    Kesimpulan ngawurnya: mungkin mereka melayaninya lihat-lihat orang juga. Hihihi… cuma becanda.

    Salam.

  15. hal seperti ini sering juga saya alami,Mas.
    menurut saya mungkin mereka ini sudah capek kalau hrs selalu mengucapkan ‘greetings” gitu, krn bukan dr hati, hanya krn terpaksa .
    ketika mereka melakukan hal ini dr hati, maka tdk akan ada rasa capek, malah wajah yg sumringah yg kita dapat.
    apa ya yg salah dr mereka?
    (lho kok malah balik tanya ?🙂 )
    salam

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s