URUNAN (untuk kesekian kalinya)


.
Pernah tau tradisi URUNAN di Blog ini …
Nah … Untuk mengisi Week End kita kali ini … Mari kita lakukan lagi …

Bagi para pembaca baru yang belum mengetahuinya … perkenankan saya untuk sedikit menjelaskan tatacaranya …

Begini caranya …

1. Kita … bersama-sama akan membuat Cerita (fiksi) gotong royong … dengan cara menuliskan kata-kata atau kalimat-kalimat di kolom komentar

2. Kalimat tersebut akan diteruskan oleh komentator berikutnya … berikutnya … dan berikutnya lagi … Saya akan berusaha memoderasi dan mengedit seperlunya … supaya ceritanya bisa nyambung satu sama lain

3. Tidak ada syarat apa-apa … siapa saja boleh URUNAN … yang penting dimohon untuk tidak berkata-kata yang tidak pada tempatnya (i.e Jorok, menghina, menghujat dan yang sejenisnya)

Yes Indeed …
Tantangannya adalah … Mereka yang akan berkomentar HARUS menyimak dan membaca jalinan kalimat yang telah dituliskan oleh komentator-komentator sebelumnya … supaya nyambung.
(sekaligus latihan menyimak)

OK ?
Seperti biasa … Kalimat – kalimat pembuka pertama akan saya mulai sendiri …
Dan kita lihat akan jadi apa ceritanya nanti … akan dibawa kemana alur kisahnya …

Begitu kira-kira ?

So … Yuuuukk … Mari …

Salam saya

72 thoughts on “URUNAN (untuk kesekian kalinya)

    1. Hiruk pikuk terminal tak juga membuatnya beringsut dari tempatnya.
      Terlihat sebuah Bis sarat penumpang melintas di depannya
      Bis itu membunyikan klakson … dan sang sopir pun berteriak lantang ke pengemudi sedan mewah yang menghalangi jalannya …

  1. entah sudah berapa tahun ia masih kebingungan untuk bisa mencari rezeki yang lebih banyak dari sekedar berjualan jambu, ia benar – benar rindu pulang…

  2. Yang membuat pemuda itu semakin bingung adalah bagaimana si wanita itu bisa mengetahui nama aslinya, padahal semenjak dia pindah ke kota itu dia sudah mengubah namanya dari Joko menjadi Edward…

  3. namun, tetap saja ia mencoba utk bersikap santun, sambil tersenyum, ia berkata:
    “maaf, apakah saya kenal dgn anda? atau ….mungkin saya mirip seseorang yang anda kenal?”

  4. “ya ampun Joko… kamu benar-benar tak ingat padaku? atau kamu sebegitu dendamnya padaku sampai kamu sudah melupakanku begitu saja?” …wanita itu terlihat hampir menangis…

  5. “Maaf maaf mba, saya tidak bermaksud seperti itu. mungkin saja karena kita sudah lama tidak berjumpa. Tapi sekali lagi maaf saya benar2 belum bisa mengingat siapa mba ini…”

  6. “atau mungkin juga karena sekarang hati ini sedang benar-benar bingung karena tak tahu bagaimana caranya aku bisa sampai ke kampung halaman yang sangat aku rindu…”

  7. “kadang aku menoleh ke kandang merpati, merindukan sebuah pesan datang untukku. Tapi merpati-merpati sudah lama pergi dan tak kembali… Bahkan merpati pun tega ingkar janji kepadaku”

  8. “aku teman bermain masa kecilmu dulu … “, kata wanita itu dengan suara lirih hampir tidak terdengar. wajahnya menunduk, dipermainkannya bekas botol aqua yang ada dekat kakinya dengan ujung sepatu kets yang warnanya sudah tidak jelas lagi…
    Joko alias Edward ikut menunduk mengikuti pandangan si wanita. Eh ada duit gopean di sana…

  9. Joko memberanikan diri menyentuh pipi wanita itu untuk menghapus air matanya. Si wanita tak menolak bahkan makin deras air mata mengalir di pipinya. Tak dipedulikannya suasana terminal yang semakin ramai. Teriakan demi teriakan menenggelamkan isakannya.

    “Garut…Garut… ”
    “Kuningan…yang Kuningan yang Kuningan……”
    “Telor asin…telor asiiin…. asli Brebes mari….mari….”

  10. Tak terasa siapa yang memulai, merekapun berpelukan saking rindunya, tak mengindahkan orang yang lalu lalang. Kemudian Joko mulai mengingat kenangan dengan wanita itu,
    “Santi.. iya Santi..”, gumam Joko dalam hati mengingat nama wanita itu.
    “Hei.. Apa kabar Santi? Kok bisa disini?”, … tanya Joko dengan muka penasaran.

  11. “Aku… aku kabur dari rumah Ko. ceritanya sangat panjang, tapi kucoba sampaikan sedikit untukmu. Aku, dipaksa kawin sama juragan bawang itu Ko, aku tak mau, tapi bapak dan emak terus memaksa. Untungnya ada truk bawang yang akan kekota, diam-diam aku menumpang, dan sampailah aku disini. Tapi, aku ndak tau, mau tinggal dimana, bisa tolong aku Ko… aku mohon.. “

    Joko hanya terdiam, dia bingung, namun dia berusaha tetap tersenyum, tak ingin menambah gundah hati Santi,

    “lebih baik kamu makan dulu nih, pasti kamu belum makan kan sejak berangkat kemaren?” ucap Joko ramah sambil menyodorkan nasi bungkus pada Santi.

  12. Joko menyerahkan nasi bungkusnya dengan sedikit kegalauan, sungguh hidup itu misteri, ketika ia kian terombang – ambing dengan tempaan buas kota besar, kini satu lagi tantangan menanti…

  13. Dipandanginya sang gadis yang sedang nikmat menyantap nasi bungkus bertelakan kursi kumuh terminal, hatinya miris, meski jujur sang gadis masih samar dari ingatanya, sulit buat Joko untuk mengabaikanya.

    “Apa jadinya seorang gadis cantik di kota besar tanpa luntang – lantung sanak famili” pikirnya.

  14. santi pun tersenyum,kebetulan lapar telah menyerang perutnya….
    nasi padang, pake gulai nangka, dendeng di cabein,dan rendang…
    ehm..sedapnya…🙂
    santi makan dengan lahapnya…….

    sementara itu…
    joko bingung…berpikir..harus bagaimana dengan santi,,,gak mungkin membiarkan santi seorang diri di terminal.

  15. seketika itu..

    Prit…prit….

    “cepat lari Ko,, ada petugas!!, Trantib..!! Trantib..!!” teriak teman asong Joko sambil berlari.
    tak sempat lagi Joko berpikir, diraihnya tangan santi yang masih lahap menyantap Nasi Padangnya.
    “Ayo San, ikut aku..”
    “Hah..Ahhhhhhhh..!!” teriak santi kaget sambil mengimbangi langkah Joko yang berlari semakin cepat.

  16. tetapi kakinya tersandung polisi tidur di terminal itu……

    *gubrakkkkkkkk* dia terjaduh dan Joko meraih tangan santi sambil merangkulnya untuk terus berlari dari kejaran trantip.

    dan …..

  17. Terlambat..!!

    seorang petugas tepat berdiri didepan Joko dan Santi.
    “Ehm… mau lari kemana kalian, cepat bangun!! bisa tunjukkan kartu identitas?” hardik petugas itu.

    bak di komando, Joko dan Santi menggeleng bersamaan.

    “Bagus, ayo ikut ke mobil, cepat!!” teriak petugas itu lagi.

    dan mereka pun mengikuti langkah petugas menuju mobil dengan pasrah.

  18. keduanya duduk terdiam dalam mobil bak terbuka berbaur dengan gelandangan dan peminta-minta.
    “Kita mau dibawa kemana, Ko? Aku takuuuut”.
    Santi mencoba menyembunyikan kepalanya di bahu Joko dari tatapan petugas Trantib yang sangar.

  19. ” Heh! Kau perempuan yang berbaju hijau, kemari! “ panggil petugas Trantib dengan kasar. Telunjuknya mengarah tepat pada Santi yang berusaha mencari rasa aman dengan berlindung di bahu Joko.

    Joko mengikuti arah yang ditunjuk petugas Trantib, dan tak salah lagi, satu-satunya perempuan berbaju hijau dalam bak terbuka itu adalah Santi yang kini mulai terisak ketakutan.

  20. Joko menatap wajah petugas itu dengan pandangan menantang. Katanya,
    “Ada apa, Pak? Gadis ini sedang sakit, tolong jangan kasari dia.”
    Si petugas menghunjamkan pandangan marah ke arah Joko. Tapi Joko tak gentar. Sementara Santi semakin mengerut di samping Joko.

  21. Petugas berkata lagi,

    “Eh…kamu Joko kan. Anaknya Bapak Kades SUKA BINGUNG?… waduh udah besar kamu…dulu waktu saya masih sering kerumah kamu masih kecil banget”

    Joko bingung. Dia berusaha mengingat. Tak butuh waktu lama bagi Joko mengingat siapa petugas Trantib yang ada di depannya. Ya, dia Jacob Black, selingkuhan emak Joko puluhan tahun lalu.

  22. Teringat olehnya betapa keluarganya hancur gara-gara si Jacob Black yang membuat emaknya menjadi lupa degan status bu kades Suka Bingung. Tangannya di kepalkan erat erat pertanda menahan emosi yang meledak. Puifh……. untung akal sehatnya masih bis berpikir jernih untuk tida membuat keonaran di tempat itu

    1. Tapi Santi bergegas mencegahnya. Agar situasi tidak menjadi lebih kacau lagi. Mati-matian dia meredam emosi Lelaki muda yang baru ditemuinya itu

  23. Dengan sinis petugas berkata “Mungkin usiamu masih terlalu kecil saat itu untuk mengingatku, sekarang ayo cepat ikut saya kekantor” Joko memampik dengan keras tangan yang berusaha menarik santi.. .

  24. Tepat pada saat itu petugas yang menyetir mobil bak terbuka mengerem mendadak karena ada kucing melintas. Jacob Black yang tak siap dengan kuda-kudanya jatuh tersungkur dan mencium lantai mobil.

    Dengan sigap Joko menarik tangan Santi dan melompat turun dari mobil. Keduanya segera lari secepat-cepatnya meninggalkan tempat itu. Ketika orang-orang lain sadar, Joko dan Santi sudah terlalu jauh untuk dikejar.

  25. mereka berdua lari dan terus berlari hingga kaki mereka hampir2 tak terasa lagi saking sakitnya .
    pada sebuah belokan jalan yang cukup sepi, merekapun berhenti utk mengatur nafas yg tersengal2………..
    sambil, sesekali mengintip ke jalan , apakah mereka masih dikejar………????

  26. Petugas itu masuk warung karena bedug tanda buka puasa terdengar bersahut-sahutan.
    Petugas pesan nasi separoh dan minta kuahnya yang banyak karena dari kantornya hanya dibekali uang makan Rp. 4500. Sisanya untuk beli teh tawar dan rokok 2 batang.

  27. Pupus sudah harapan Joko untuk pulang kampung hari itu …
    Yang jelas … Siang nanti …
    Akan ada Seorang pemuda tanggung berdiri termenung di sudut terminal. Bahu pemuda itu terlihat agak turun dan pandangannya kosong. Ia masih tetap bingung dan mencoba mengingat-ingat lagi apa yang telah terjadi kemarin …

    Namun kali ini dia tidak sendiri lagi …
    Ada Santi disampingnya …

    Dua orang anak manusia … sama-sama terdampar di kota besar ini … yang sama-sama rindu akan Kampung Halamannya …

Komentar ditutup.