Posted in FIKSI

URUNAN KEMBALI


.

Pembaca lama pasti sudah tau apa yang saya maksud dengan urunan lagi …

Beberapa kali saya pernah melakukan hal ini.  Sudah tradisi …

Pada hakikatnya … Kita akan membuat postingan keroyokan …

Caranya …

1. Tulis rangkaian kata-kata di kolom komentar

2. Komentator berikutnya akan meneruskan … lalu datang komentator berikutnya sambung lagi kalimatnya … demikian seterusnya sampai nanti by the end of the day … mudah-mudahan akan terbentuk suatu cerita

3. Syaratnya adalah … setiap kolom komentar hanya berisi MAKSIMAL hanya SATU KALIMAT saja … dan mohon menggunakan kata-kata yang baik dan semestinya … sesuai dengan tata nilai yang berlaku.

Dan seperti biasa …
Supaya lebih jelas … TIGA komentar pertama akan saya lakukan sendiri …
Komentator berikutnya tinggal meneruskan …

Bebas … jika anda mau … anda boleh komentar berkali-kali ..,
Saya akan melakukan editing jika sekiranya nanti ada komentar yang tidak nyambung satu sama lain …

Ready ?

Salam saya

(lalu saya pun bersenandung … “ mau di bawa kemana … postingan kitaaaa …”)

Penulis:

I am just an ordinary person who work as a trainer. who wants to share anything he knows ... No Matter how small ... No Matter how simple.

32 thoughts on “URUNAN KEMBALI

  1. si pengemis jompo menghela napas melihat kelakuan lelaki muda itu. lelaki muda itu tak tahu bahwa si pengemis jompo sebenarnya adalah orang sakti yang sedang menyamar.

  2. “bang, sudah sampai bang…” tak lama supir bajai itu pun mengagetkannya..
    “Oh, makasih pak. tapi apa bener ini proyek pembangunan itu?” pemuda itu mulai ragu.
    “bener lah.. buruan sana, abang temuin saja mandornya..” saran sang supir bajai
    dan si pemuda segera berlalu

  3. dia segera berjalan menuju kerumunan orang disana,
    “maaf, bisa ketemu pak Mandor?” tanyanya setelah sampai
    “itu tuh, yang agak tua, brewokan” sahut salah seorang dari mereka
    “Hah….!!!” pemuda itu pun kaget, ternyata mandor yang dimaksud, sangat mirip dengan orang jompo di mimpinya tadi.
    “Hiks..” dia menahan langkahnya

  4. Dia masih terbayang dengan mimpinya, sehingga tak sadar telah memanggil pak mandor dengan sebutan “Guru!!!”

    Pak mandor segera menoleh, kebingungan, tapi berusaha menjawab..
    “maaf, ada yang bisa saya bantu, kamu ini siapa?”

    “eh, maaf pak, kenalkan, saya Pardi, mau melamar jadi tukang listrik di proyek ini” Pardi menjelaskan.

    “Oh, begitu tho, kalo gitu, tunggu saya di ruangan itu” Pak mandor menunjuk sebuah ruangan di pojok proyek

  5. Bukan Pardi namanya kalau tidak bisa menghadapi sesuatu dengan ceria, maka lalu dia pun bersenandung … “ mau di bawa kemana …jika kau terus menunda-nunda”

Komentar ditutup.