Diposkan pada PERTUNJUKAN HARI INI

TOILET ACTS


Again … Aku kepingin cerita tentang kejadian diseputar ruangan keramat ini.   Yes … It’s about Toilet.

 

Toilet untuk Lelaki di kantorku, seperti layaknya Toilet lain … ada tempat khusus untuk buang air kecil.  Seperti biasa … kalau kita kebelet … tinggal berdiri mepet ke kloset pipis itu … buang hajat kecil … selesai … tunggu beberapa saat … sensor bekerja … akan keluar air penyiram secara otomatis … ritual buang hajat selesai …

 

Nah mengingat hal itu … aku biasanya sudah sangu tissue yang dibasahi air … untuk membersihkan perangkat … jika tidak sempat … maka aku tinggal mundur sedikit atau beringsut kesamping sedikit … agar air keluar dan kita bisa membersihkan perangkat dengan air tersebut … (Aku tidak tau bagaimana cara kerja sensor itu … apa ini sensor panas tubuh manusia atau sensor gerak).  Yang jelas kalau airnya mau dikeluarkan lebih cepat … kita harus berbuat sesuatu terhadap sensor itu … entah ditutup … atau menjauhkan badan dari sensor itu …

 

Suatu ketika aku kebelet pipis …

Ternyata Di Toilet sudah ada seseorang yang lain.  Tamu kantor sepertinya.  Karena aku tidak kenal dan dia tidak memakai seragam kantorku.

Orang itu kebingungan … Rupanya dia sudah selesai hajat kecilnya … mau membersihkan perangkat … tapi … tunggu punya tunggu … air pembilas ndak keluar-keluar … (Hah …)

 

Dan mau tau apa yang dia lakukan …

Pertama dia mundur … satu langkah … tidak berhasil …

Mencari-cari knob sensor … jelas tidak ada …

Geser sikit ke kiri kanan … air tak keluar juga …

Akhirnya dia berjalan ”tetah” macam orang disunat …  ke arah Wastafel … dua meter dari kloset … untuk mengambil air untuk berbilas … !

 

Dan … Ya sodara-sodara …

Semua aksi itu dilakukan dengan … Ritsleting Celana yang tetap terbuka …

Celana panjang dan celana dalam yang disingkap kebawah …

En tentu saja … ada ”sesuatu” yang gondal gandul bergelantungan disana …

 

Arrrgggghhhh … (senjata itu sempat ”mengarah” kepada ku pula … ketika si Tamu itu berbalik ingin berjalan ke wastafel …).  Dan si empunya senjata melakukan semua aksi itu dengan ”COOL” sangat … (tanpa rasa bersalah …)

 

Aarrrgghhh … Oh No … Oh Yes …

 

Please deh … !!! (… Umpetin dikit ngapah …)

 

(Cepat aku selesaikan hajat kecilku … membersihkan perangkat dengan tissue basah yang aku sudah siapkan … langsung ngacir … )(Sebelum aku ”ditembak” lagi oleh sang perangkat). (Hah … !!!)

 

(Rupanya sensor di kloset itu … mungkin baterainya habis … sehingga tidak bisa bekerja dengan baik … dan air bilasan pun tak keluar … ).  (Jadilah sang ”gondal-gandul” beraksi …)

 

Tekhnologi oh Tekhnologi … !!!

.

.

.

Penulis:

I am just an ordinary person who work as a trainer. who wants to share anything he knows ... No Matter how small ... No Matter how simple.

42 tanggapan untuk “TOILET ACTS

  1. aduuuuh kok mas tega sih nyeritain
    maksudnya tega itu = cool amat nyeritaiin nya?
    jadi terbayang yang iya-iya nih…hihihi

    jadi inget si Riku ngga jadi buang air gara-gara flush bekerja akibat sensor dan dia kaget kok tiba-tiba ada bunyi keras….

    sensor itu bagus memang tapi mustinya ditandai ya di mana letaknya

    EM

  2. Numpang comment: Rupanya Om NH Tipe Oprimis-Pesimis alias Oh Yes….Oh NO, Bukannya Type Religius – Oh my God, Oh my God Halaaaaah dibahas. Btw bagaimana laporan pandangan mata jebolnya tanggul Situ Gintung ya? Sangat menyedihkan dan prihatin sekali, baca berita detik bikin nangis. Emangnya tdai belum kejebak macet bos, secara kediaman ada disekitar Cirendeu? Thanks

  3. -> Dan … Ya sodara-sodara … Semua aksi itu dilakukan dengan … Ritsleting Celana yang tetap terbuka … Celana panjang dan celana dalam yang disingkap kebawah … En tentu saja … ada ”sesuatu” yang gondal gandul bergelantungan disana …

    Hahahhaha ! kasian bener itu orang :p bapak tega nich ceritainnya, tapi lucu abeees :p

    mampir blog.ku pak 🙂

    http://ceritaeka.wordpress.com

  4. gyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahahahahahahaha *ngakak guling2 ngesot2*

    aiiiiiiiiiihhh…. jadi deh ni pikiran… gyahahaha… ih si om tea… gyahahaha…

    *masi ngakak2*

    …..

    *keselek*

    *ngacir ambil minum*

  5. Glek! aku keselek nih..bhahahahh glek…lagi…
    Weceeeeeuuuu…kenapa nggak bantu ngumpetin ajaaaaaaa? Ditutupin gardeng atau daun pintu kek.
    Glek bhahahah…

    *cengangas-cengenges disentil dotccom*

  6. Wuih gilingan ya Om NH, btw kontrakan gede gak booow. Idiih kok gak nutup mata pakai jari sambil teriak tidaaaaaaaaaaaaaaaaaak…… tapi ngintip mah teteeup, weiceeeeh.

  7. wadiuh pak e. . . . . SENSORR. . . . wah, bacaan 18+ ini, saya lum cukup umuur! wiikikik,
    salam kenal pak e, 😀 sepertinya baru ptama kali ini saya kemari,

  8. Ya ampun om NH…..kok ceritanya beginian?
    wakakakakakakaka…..
    gak mo ngebayangin *tapi tetep kebayang nih Om*
    wakakakakaka…..yah ampunnn tolongggg :))

  9. hahahaha 8x
    pernah juga tuh saya mengalami kejadian kayak gitu…
    hmmm dimana ya… ah lupa lagi…
    yang pasti untuk ngeluarin airnya, saya jadi “maju mundur”…
    untungnya tolietnya lagi kosong….

  10. hiahahaha…kok ya sempat2nya memperhatikan ‘yang gondal-gandul’ itu.
    pertanyaannya : kira2 dahsyat mana ‘tembakan’ orang itu sama punya sendiri, Om ?

    ternyata pelaku dan ‘korban todongan’, sama2 cool. bener kata mbak Imel, hehehe…

  11. jiakakakakakkakaak kakakakakkakak kakakakakakakkaka
    OMMMMMMMMMMMMM!!!

    Ini ceritamu yang paling gak banget! haihaihaihia…apaan ituu gondal gandullll aduuhhh, semakin berusaha ngelupain semakin kebayang…hiahiahihaihahaia

  12. bhuaahahahahaha….
    oom…
    ampuun deh…

    minta diganti aja toiletnya, oom!
    atao taruh aja tisu toilet di sebelah tilet yang berdiri ituh… kan kesian yang pengen banget pipis…
    itung2 kita mendukung gerakan bersuci dari hadas besar dan kecil, plus gerakan non-gondal-gandul!

    wakakakakakakakak….

  13. ulah teman anakku mirip segitu…
    tapi sementara mencari tempat buat pipis… tak ada yang cocok dihatinya…
    disemprotnya saja lantai itu dan membuat semua lantai dibasahi sambil memutar-badan setengah lingkaran balik kekiri dan kekanan.
    Ditinggalkannya ruangan yang seketika menimbulkan bau amoniak itu sampai akhirnya entah siapa yang membersihkannya.

  14. Aduhh duh….huahuahua….
    jadi ingat saat pindah ke kantor yang baru…toilet nya beda dengan toilet lama, jadi kita semua membahas bagaimana agar tak basah…
    Ternyata banyak tamu yang datang ke kantor, keliru dan bajunya basah kuyup…hehehe…
    Jadi kalau ada teman atau tamu, kita mesti ngisiki dulu, jika mau kebelakang caranya bagaimana….

  15. Toilet laki-laki emang unik Pak. Tempat dimana orang memenuhi panggilan alam bisa sambil ngobrol ke kanan dan ke kiri. 🙂

    Hehehe… Gak mau ngeulang kalimat Pak NH lah…. 🙂

  16. Jadi teringat buku Parlemen Undercover yang menceritakan dalam salah satu babnya tentang seorang kyai pesantren tradisional dari partai hijau yang sedang meeting di hotel seputar Senayan.
    Setelah selesai pipis, sang kyai berupaya mencari2 tombol, tapi tak ada air yang keluar. Rupanya urinoir-nya sama dengan yang di kantor Bos NH. Setelah dia minggir sedikit, air tidak juga keluar, dia mundur sedikit air juga belum keluar. Akhirnya dia mengumpat, “Dasar toilet kafir”…Gemparlah suasana di dalam toilet…
    Btw, memang toilet otomatis ini suka membingungkan. Bagi kita yang harus membersihkan perkakas pasca buang hajat kecil, peran air yang bisa diakses dengan mudah (tanpa harus menunggu otomatis bekerja) memang sangat urgen.
    Solusi dari Bos NH dengan membawa tisu basah kayaknya emang top. Tapi kalau kita udah kebelet dan tidak sadar (di tempat baru) kalau toiletnya otomatis, wah berabe deh…
    Bisa2 adegan gondal gandul terjadi lagi.
    Hi hi hi…

  17. 😆 😆 😆

    Hahahahaha…. aduh aduh. Pak nh, kok postingan bagusnya pasti terkait toilet sich. haha..

    Wah wah.. masa’ orang itu gak malu sich masih terbuka seperti itu. Memang kadang saya juga bingung dengan perangkat toilet yang canggih.

    Kayak kemarin pas SE ke Jakarta saya bingung pas masuk toiletnya. Bingung cara pakenya pak ! Soalnya di rumah gak kayak gitu :mrgreen:

    Memang kalo pertama bertemu teknologi itu bingung..

  18. Gondal gandul?
    Hihihi…
    (mulai ngebayangin)

    Si Om takut ditembak? Hihihi… *udah ah, nggak mau komentar apa-apa lagi, takutnya ntar malah jorok dan nggak penting! haha*

  19. makanya kalo aku kekantor pusat paling males pipis di situ..pasti masuk ke dalam “ruangan” 🙂
    padahal udah diajarin caranya sih, ya kadang2 berhasil..kadang2 enggak
    kalo enggak berhasil..ya berusaha berlama2 disitu sampai orang gak ada baru geser kekiri geser kekanan

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s