Diposkan pada TRAINING

OBSERVER


(lagi … ini postingan rada “lurus”)

 

Observer adalah sebutan bagi satu atau beberapa orang yang ikut hadir dalam suatu session in class Training.  Tetapi mereka bukan Trainer, Bukan Peserta/Trainee dan bukan pula administrator.  Mereka hanya datang untuk Observe … Biasanya mereka duduk di belakang.  Bisa ikut full time, sepanjang waktu … kadang hanya ikut dibagian-bagian tertentu saja … Bisa berhari-hari … bisa hanya beberapa menit saja.

 

Pada hakikatnya ada tiga jenis observer …

Pertama …

Si observer adalah Calon Trainer.  Dia jadi observer … agar mereka bisa mempersiapkan Training yang akan mereka ”run” sendiri nantinya … Dia akan melakukan pengamatan dan belajar… mengenai apa saja yang dilakukan oleh Trainer Seniornya … bagaimana menghandel kelas … cara menjawab pertanyaan dan sebagainya.

 

Kedua …

Si Observer adalah atasan dari para Trainee … (bahkan … atasannya atasan). Nah kalau ini … Observer biasanya mengamati perilaku bawahannya ketika menjadi Trainee di kelasku …  Reaksi Trainee pun bisa macam-macam … jika mengetahui ada Observer (yang notabene) atasan mereka ini … Ada yang mukanya ketekuk pucat pasi ketakutan … Tapi ada pula yang … ”Apple polish” … mencoba ”show off” … pura-pura aktif menjawab pertanyaan … untuk menunjukkan kemampuan dan kepintarannya … siapa jati dirinya … (dengan harapan The Boss bisa terkesan, lalu ”mencatat” nama dia… didaftar talent pool) (huahahaha).  Tipe observer ini kadang aku minta juga memberikan ”Opening speech”, ”Closing speech” atau sekedar …”Sharing Experience Session” untuk memotivasi Peserta.

 

Ketiga …

Si Observer adalah siapa saja Karyawan di Perusahaanku yang mengajukan diri untuk hadir di trainingku … Tidak diundang … tetapi mengajukan diri untuk hadir.

Lho ngapain ndak diundang kok ikut-ikut datang … ???

Oh ini bisa saja … Jika dia merasa perlu merefresh lagi pengetahuan / ketrampilannya … karena mungkin sudah lupa … (or mungkin ngefans sama saya )(tapi tipe ini jarang …)

 

Apakah Trainer merasa terganggu dengan kehadiran mereka ???

Oh tidak … tidak sodara-sodara.  (Tentu saja asal mereka tidak mengganggu jalannya Training…).  (asal mereka tidak cewawa-an sendiri saja dibelakang …) J

 

Apakah Trainer pernah merasa ”grogi” dengan kehadiran Observer ???

Hehehehe .. jujur saja … PERNAH … I am just an Ordinary Trainer.

Aku pernah merasa sangat Grogi.  Keringat dingin.  Waktu itu yang Observe adalah THE BIG BOSS, orang nomer satu di Perusahaanku … (plus beberapa direktur dibawahnya).  Hah … panas dingin sodara-sodara … Dia pasti tidak hanya mengamati peserta Training nih … Performa Dari TRAINER nya pun juga pasti di lihat nih.

 

Sumpah … gua grogi banget waktu itu … nervous sangat …

 

Fffyyuuuhhh … untung cuma setengah jam THE BIG BOSS nongkrong di kelasku … setelah itu dia tersenyum renyah, melambaikan tangannya padaku dan pamit kembali ke kantor …

 

(Dan aku pun nyeletuk dalam hati … ”Nama saya NH … Mister , NIP 0033XX…  !!!”)

(Kali-kali aja Ente terkesan dan sudi mencatat nama gua …) (huahahhahahhaa)

.

.

.

Penulis:

I am just an ordinary person who work as a trainer. who wants to share anything he knows ... No Matter how small ... No Matter how simple.

32 tanggapan untuk “OBSERVER

  1. Pak Nh, bisakah observer datang dari lingkaran luar? (seperti aku yang tiba-tiba sok kenal dan pingin ikut mencicipi meski hanya duduk di belakang? Hehe).

    Sebetulnya berapa bulan sekali seseorang mesti me-refresh dirinya untuk mengikuti training seperti itu ya? Bukankah mudah sekali apa yang baru dihangatkan pada diri kita dengan cepat menguap jika tidak terus dihangatkan. Sebetulnya aku selalu haus dengan hal-hal seperti itu.

    Tapi, Pan Nh, meski di awal tulisan ini sudah dikatakan ‘postingan rada lurus’, tetap saja aku ngakak mbaca kata cewawa’an di tebing tulisan. Haha! Sangat akrab dengan istilah itu, tapi jarang banget mendengar orang yang mengucapkannya.

  2. Besok akhir pekan saya jadi observer sehari, Nyari lokasi untuk mancing di hutan pedalaman Jambi plus nyari object suku anak dalam untuk di abadikan.
    Saya melakukan ini karena desember ada rencana bikin movie suku anak dalam jambi Om…mau ikut ikut ikut?

  3. observer itu berarti seperti pemantau gitu yah Om? apa john pantau pernah dateng Om? .. haiyah ngga nyambung yah? ..
    saya mau dong di training .. siapa tau mendadak disuruh jadi manajer .. uhuy!

  4. waaah bisa ngebayangin kalau the Big Boss datang tiba-tiba begitu…. (ngga ngompol kan mas? hihihi)

    dalam sistem perkuliahan di sini juga ada istilah mahasiswa pendengar untuk observer ini. tanpa sks dan dia bisa datang sesuka hati. Yang kadang juga nyeremin karena banyak yang usia lanjut (akibat Lifelong education) . Sehingga dalam hati pikir dia ini bener-bener mahasiswa atau dosen/petinggi univ yang menyamar?

    Hmmm mau deketin the Big Boss minta ijin “nyusup” sessionnya mas trainer ahhhh… Kenalin the Big Boss dong mas…hehehe

    EM

    EM

  5. Karena kehidupan saya di Kantor Pusat, menjadi terbiasa terhadap kegalakan big boss….tapi kalau mood lagi nggak baik, memang jadi sulit, apa aja salah.

    Dan di perusahaanku, menjadi biasa staf memberikan training pada orang-orang yang secara jabatan dan pangkat lebih tinggi, karena mereka memberikan training untuk bidang skill. Jadi ada instruktur yang memang pekerjaan sehari-harinya mengajar (ditempatkan di Pusdiklat), tapi ada juga internal instruktur yang berasal dari unit kerja lain, namun harus telah mengikuti TOT (training for trainers). Sebagai mantan Kepala Pusdiklat, saya sering nongkrong di belakang, untuk menilai pengajar dan siswa (dulu malah ada rencana seperti bisa dilihat melalui TV dan dievaluasi…karena penilaian kinerja trainers dari sini).

    Enaknya jika observer boss besar, dan saat itu kita mengajarnya baik….maka kita menjadi lebih mudah dan dikenal baik oleh beliau. Dan kadang dari lembaga lain minta bantuan mengajar, seperti LPPI (yang akhirnya saya jadi dikenal), BPEN, persatuan wartawan dsb nya.

    Nahh pertanyaan DM…bisakah orang luar ikut jadi observer? Tentu tergantung dari materi pelatihannya…

  6. kedatangan observer pasti bikin saya deg2an. Apalagi kalau observernya jenis yang ke-2. Saya pernah begitu, didatangi observer pas lagi ngajar. Langsung grogi nggak karuan. Seperti yang pak Endratna bilang di comment atasku ini, dulu di tiap kelas juga ada kamera pengintai eh maksudnya pemantau. Untung sekarang udah pada rusak hehehhe.. 😆

    btw, om pengen dong jd observer di kelasnya om, jadi jenis ke-4 FBTOB (Fans Berat The Ordinary Trainer) seperti kata di atas itu hehe kalo boleh, saya daftar ya :mrgreen:

  7. Ingin tau keseharian MR NH
    Ingin Mendaftar FBTOB

    Ketik FBTOB spasi Register
    kirim ke 0813******0
    (Rp 0,5/sms)

    INGAT !! SMS YANG KAMU DAPAT LANGSUNG DARI HP Mr.NH lho

    nh18 to afdhal …
    AAffffddddaaalll ….
    Wong gendeng arek iki …
    tak bilanging MRM lho …???

  8. Wah aku jadi inget dulu wkt masih kerja,om. Kebetulan ayah saya khan trainer sekaligus konsultan (kata ayah saya, “dikonkon usul dibayar kontan 🙂 ),nah krn perusahaan butuh sertifikat ISO, datanglah ayah saya kalau pas ada training saya harus selalu ikut pdhal itu bukan bagian saya & saya selalu jadi observer.
    Tapi saya tidak termasuk yg duduk di bangku bagian belakang. Saya duduk di bangku paling depan tapi di pojok (ssst biar saya juga dapet ilmu, padahal saya cuma bagian kelilingkan daftar absen & sebagai notulen) 🙂
    Sukses ya om sebagai trainernya !!!

  9. Hihihi… cewawa-an?

    Entah kenapa ya Pak, tiap dua minggu dikantor saya ada development program, didalam training observer-nya Big Boss, trainernya juga salah satu anggota BOD, tapi tak satu pun diantara kami yang grogi. Mungkin ini tergantung dari kultur perusahaan juga ya Pak?

    *rasanya pernyataan terakhir itu jawabannya*

    😀

  10. Ah…apa iya pak…dari tulisan dan pengalaman bapak..sepertinya gak ada tuh GROGI…apalagi sudah malang melintang dengan berbagai pengalaman.
    Btw…grogi akan meningkatkan kualitas juga ya pak..karena kita jadi terpacu belajar dan belajar lagi…

  11. pakde Trainer,
    yang saya sesalkan, kenapa big boss-nya ‘cuma’ setengah jam disitu. coba lebih lama lagi ato mungkin sampai sesi selesai. pasti deh, ketahuan aslinya pakde Trainer, hehe…..
    selamat siang dan semoga akan selalu menjadi Trainer yg oke, mister 😀

  12. Seandanya saya salah satu trainee dan bos saya menjadi observer saya bakalan pucat pasi apa pamer kepandaian ya? hmmm… 😛 untung belum pernah diposisi itu, jadi aman ga harus pucat pasi atau sok pandai.. 😛 thanks

  13. hahaha…
    saya juga pernah…
    mirip mungkin.. kalo saya waktu tahun-tahun awal jadi guru. kalo cuma didepan siswa sih it’s ok, tapi suatu saat datanglah rombongan mahasiswa untuk observ di kelas saya.. sumpehhh grogi…

  14. Siapa yang ngajarin nih?
    saya teringat waktu pertama kali ditraining, disuruh nangkring di warung malem2 sendirian di bilangan mampang untuk mengamati perilaku konsumen.
    Ealah, malah nggambar denah warung dan mengkomentari warung itu, kenapa laku? kenapa yang beli hanya sopir restoran dekat warung? kenapa belinya ketengan?
    Lhakok esok harinya malah menyabet gelar analisa terbaik, saya seneng banget, tapi kenapa kok bisa terbaik to Pak?
    saya cuma iseng gambar+ngasi komen?
    heran aku…heran aku…heran…..

  15. Pertama kali ada observer di kelas memang grogi om, tapi setelah beberapa kali hanya awalnya saja sed, ikit ndredek…tapi selanjutnya alhamdulillah lancar 🙂 .

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s