Diposkan pada TRAINING

DEDIKASI SEORANG TRAINEE


 

Pada tanggal 9 – 12 September 2008, di bulan puasa kemarin, ada satu lagi program training yang harus aku kelola.  Training itu diperuntukan bagi Supervisor pilihan, hasil seleksi nasional.  Program ini adalah program persiapan mereka untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi lagi.  Ini seperti SECAPA … sekolah calon perwira.  Diberlakukan sistim gugur bagi mereka yang tidak mampu mengikuti standart yang telah ditentukan. 

 

Mereka adalah supervisor marketing pilihan dari seluruh Indonesia.  Yang berhasil masuk kelas ini ada Sembilan Orang.  Tiga orang dari Area Jakarta dan masing-masing satu dari Medan, Yogya, Solo, Malang, Manado, dan Jambi.  Nah … yang akan aku ceritakan ini adalah Supervisor Marketing dari Jambi.  Sebut saja namanya Ukie.

 

12 September 2008, jam 9 Pagi …

Hari Jumat, hari terakhir.  Jadwal Traning hari ini adalah setiap trainee diminta untuk presentasi Book Review yang menjadi tugas pekerjaan rumah mereka.  Ukie … supervisor marketing dari Jambi itu kebetulan mendapat giliran yang pertama untuk mempresentasikan book reviewnya.  Ukie mulai presentasi dengan salam seperti biasa.

Lalu dia berujar … ”Mohon maaf,  sebelum saya mulai presentasi ini, perkenankan saya mengabarkan berita bahagia ini.   Bahwa tadi pagi … jam 6  … Istri saya melahirkan Putri Pertama kami dan kedua-duanya Alhamdulillah selamat dan sehat. … Saya dengan segala kerendahan hati minta doa pada Pak NH dan teman-teman sekalian,  semoga Istri saya di beri kesehatan dan semoga Putri pertama kami  bisa tumbuh menjadi anak yang Solehah …”

 

Hah aku kaget … Ukie tidak pernah cerita sebelumnya.  Ya … Dia berangkat ke Jakarta, meninggalkan Istrinya yang sedang mengandung tua dan tinggal menunggu hari saja.

Ah seketika aku diliputi perasaan bersalah … Ini sejatinya adalah saat yang paling penting bagi seorang Lelaki … mendampingi istri tercinta melahirkan anak pertama … Saat pertama menjadi Ayah … Dan Ukie … karena dedikasi dan disiplinnya, memilih tetap berangkat ikut training ke Jakarta, meninggalkan keluarganya.

 

Seketika aku terharu … mataku berkaca-kaca … hatiku menangis … membayangkan bagaimana Istri si Ukie ini berjuang sendirian melahirkan anak tercinta mereka … dan bagaimana gundahnya perasaan Ukie saat ini,  tidak berada disamping keluarganya.

 

Belakangan aku mendapat cerita bahwa … sebetulnya … atasan si Ukie … Area Manager Jambi sempat meminta Ukie untuk mengurungkan keberangkatannya ke Jakarta.  Dan si Manager itu berniat untuk menghubungi Aku untuk meminta dispensasi, atau kebijakan lain untuk mengundurkan jadwal atau tindakan lain untuk di diskusikan dan dicarikan jalan tengahnya.  Namun … Ukie melarang managernya tersebut … Ukie tetap bertekat bulat untuk mengikuti training ini sesuai jadwal yang telah ditentukan …

 

AH … besar sekali pengorbanan si Ukie ini …

Dan Trainer belajar dari si Ukie … traineenya … bagaimana sikap disiplin dan dedikasi serta profesionalitas senantiasa dikedepankan … diatas kepentingan pribadi …

 

(Walaupun sebetulnya … jika saja dia dan atasannya bicara kepada ku jauh hari sebelumnya.  Aku pasti bisa mempertimbangkan kembali jadwal pelaksanaan Training ini, mencari jalan tengah … win-win solution untuk semuanya …).  Tapi Ukie memilih untuk tidak melakukannya … He stick to the schedule, that have been decided before … !!!

 

Ah Ukie … Trainer berdoa … semoga kalian sekeluarga senantiasa di beri berkah dan kebahagiaan oleh ALLAH yang maha kuasa … amiiinn …

Penulis:

I am just an ordinary person who work as a trainer. who wants to share anything he knows ... No Matter how small ... No Matter how simple.

30 tanggapan untuk “DEDIKASI SEORANG TRAINEE

  1. Istrinya hebat banget ya…
    Kalau aku jadi istri si Ukie, mungkin udah ngomel nggak karuan juga.. hihihi (eh, Om, tanyain Ukie, dong… Istrinya ngomel nggak saat itu?) 😀

    Lepas dari cerita ngomel dan tidak ngomel,
    saya salut dengan dedikasi dan profesionalitas si Ukie. Iniiii.. baru karyawan teladan (dan nggak seperti saya! hihihi)

  2. Amiin…
    salut buat Ukie dan istrinya yang pengertian (pasti dapat sorga kan ? :D)

    cie…cie…Pak NH avatarnya pake futu diri..hehehe
    Ganteng lho.
    *membentangkantangansiapmenerimarecehan*

  3. Harusnya Ukie dikasih penghargaan karyawan teladan tuh…

    Jadi inget, big-bossku yg dulu, pernah memberikan penghargaan karyawan teladan sama 3 orang:
    1. Orang yg memberikan earning besar sama company, which is, seorang Direktur.
    2. Orang yg datang paling pagi, pulang paling malam, which is, seorang Security.
    3. Orang yg mementingkan keluarganya daripada kerjaan kantor, dia bilang: menyeimbangkan kehidupan keluarga dan kerjaan, which is, seorang karyawan yang pas bulan puasa minta izin kesiangan cuz harus nganter anaknya sekolah dulu.

  4. Anak pertama saya lahir tanpa didampingi ayahnya. Sedangkan ketika anak kedua lahir, ayahnya ikut membantu.
    Suasananya memang jadi berbeda.

    Salam kenal pak.
    Boleh saya link blognya kan pak?

  5. Buat om NH..selamat hari raya dulu ah!! (basi biarin deh!!)
    Buat Mas Ukie nya…selamat dan semoga semua sehat…amin…
    Buat istrinya Mas Ukie…4 JEMPOL!!!! (semua jempol!! termasuk yang di kaki…hehehe…) huebat… kalo aku pasti udah bilang gini ama mas tok..(seandainya dia mo ni nggalin pas aku nunggu ngelahirin…) “udah mas…berenti kerja aja…wong nyari duit untuk anak istri…giliran istri ngelahirin kok malah ninggalin!!!” sambil nangis bombay…guling2…ama ngerobek2 surat nikah…huahahahaha…….(pas baca soal mas ukie….wah…jauh banget yak aku dari gambaran istri ideal !!! hihihi…..). salam buat si pak ukie ya om!!!

  6. tanggungjawab tetap tanggungjawab….loyalitas thd pekerjaan harus tetap dinomorsatukan. tapi sih kalo saya jadi bininya….bisa ngamuk berat. untung bininya bukan saya…..*jadi ngalor ngidul gini*
    terima kasih pak trainer udah mampir…suamiku juga trainer lho…boleh sering2 mampir blog saya…kalau bisa saya juga mau ngelink.
    salam.
    🙂

  7. Pak Ukie memang kuat banget hatinya, apalagi sang istri. Btw, Pak Trainer, numpang nanya ni, tempat kerja saya *tempo hari- menuntut loyalitas yang sedemikian rupa, mirip2 Pak Ukie itu lah walopun ndak seekstrim itu. Tapi kemudian ada yg mempertanyakan, memangnya prioritas kamu apa: keluarga atau pekerjaan? Bukankah pekerjaan kita lakukan demi keluarga. Kalo gara2 pekerjaan kamu ‘korbankan’ keluarga, bukannya jadi kebalik2. Naaaa…habis itu saya jadi pusing tujuh keliling, sampe sekarang. Mohon pencerahan 🙂

  8. Jadi ingat pengalaman waktu melahirkan anak pertama dulu. Pas tanggal paling sibuk. Peralihan 31 ke 1 masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan. Maklum dulu suami kerjanya masih serabutan, apa saja diambil.
    Sewaktu masih dalam perjalanan di dalam bis, saya yang menelponnya langsung. Padahal waktu itu saya lagi dirapiin (dijahit…rojer!biar ngga kerasa ngilunya, sekedar mengalihkan perhatian, hihi) Suami malah ngebecandain (sambil mungkin sebenarnya juga kaget) suruh bayinya balikin lagi ke perut, tunggu dulu Papanya datang.

  9. maaf, saya kurang simpatik… (boleh dong!)

    menurut saya, Ukie sedang menunjukkan egoismenya. apa yg ingin dia buktikan? seorang karyawan yg berdedikasi? dedikasi kepada siapa? bukankah pihak perusahaan sudah memberi alternatif keringanan? bahkan pak nh pun sebagai master training bisa me-reschedhule acara…

    dalam sebuah hadis, nabi Muhammad berkata bahwa Allah “tersinggung” dg seorang hamba yg tidak mau memanfaatkan rukhshah (keringanan) dalam beribadah, padahal itu adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya…

    bagi saya, hidup ini butuh keseimbangan; dunia-akhirat, pekerjaan-keluarga, sosial-pribadi. salah satu tidak boleh “melebihi” yg lainnya. bila itu terjadi, hidup tidak menjadi nyaman…

  10. @vizon

    apa yang dilakukan ukie tergantung darimana kita melihat. ego? saya kira ukie sudah berdiskusi dengan keluarga terutama istri. bukankah apa yang dilakukan ukie juga nantinya buat anak istrinya? lalu dimana letak egoismenya?

    satu lagi, jika takdir sudah datang, dengan atau tanpa didampingi ukie pun, apa saja bisa terjadi saat istrinya melahirkan.

    Salam 🙂

  11. Syukurlah semuanya selamat. Karena terbiasa melihat suami isteri sibuk, saya tidak heran melihat teman, anak buahku mengalami hal seperti yang dialami Ukie. Suami temanku udah minta izin cuti dari Surabaya, tapi bayi tak lahir…begitu suami dalam perjalanan di udara, bayi lahir dengan selamat pake operasi caesar…dan hanya diantar si mbak (ini kisah benerann, dan temanku itu akhirnya menjadi Direktur di suatu bank besar).

    Kalau menjadi isteri tentara juga harus siap kemana-mana sendirian, bahkan saat melahirkan tak ditunggu. Saya dulu juga selalu siap…..ternyata anakku lahir menunggu ayahnya datang, Begitu si ayah datang dari Bandung, perut langsung mules….

  12. Dear All …
    Terima kasih banyak atas komentar yang masuk …

    Itu sebabnya dalam tulisan tersebut saya sebutkan bahwa … saya merasa bersalah … (karena ketidak tahuan saya …)

    Sehingga sebetulnya jika saya dapat informasi ini sebelumnya … dengan ringan saya akan menggeser training Itu barang 2 – 3 hari setelahnya …

    karena bagi saya … Keluarga jauh lebih penting dari pada pekerjaan …
    So … semua bisa di negokan sebetulnya …

    Aniwei … Cheers …
    Ini pembelajaran juga untuk Trainer …
    Thanks A Lot …

  13. Dedikasi yang luar biasa, dan beruntunglah si Ukie punya istri yang sangat mendukung juga. Saya baru ditinggal suami meeting beberapa hari di lain State ajah sudah ngak enak makan dan ngak bisa tidur. Karena ada yang kurang. thanks

    nh18 to yulism …
    just two words …
    So Sweet …

  14. Assalamualaikum.wr.wb.

    Sebelumnya izinkan saya untuk masuk ke dalam Blog ini yang memang udah lama saya lacak alamatnya. Baru hari ini saya berhasil, itupun dapat “clue” dari temen. Salam “funtastis 9” buat Pak. Nxxxxx Hxxxxxxx (My Best Trainer).Terima kasih..terima kasih & terima kasih… telah mau menuangkan sedikit cerita tentang saya di blog Bapak. Terus terang saya merasa bangga & terharu sekali membaca ceritanya dan semua comment yang diberikan. Sekali lagi terima kasih buat Pak Nxxxxx Titip salam buat keluarga ya Pak.
    Ukie F9

  15. Hmmm… cerita tentang si Uki mengingatkan saya akan perjuangan kak Heidy, seorang trainer ESQ.

    Saat istrinya mengalami gejala akan melahirkan anak pertama mereka beberap bulan yang lalu, kak Heidy sudah terjadwal untuk berangkat ke Jakarta untuk persiapan training ESQ yang akan dilakukan di Singapur sehari setelahnya. Kak Heidy tetap berangkat, sementara sang istri untuk sementara ditemani oleh teman2 alumni ESQ sampai saat ibundanya datang dari Jakarta di sore hari.

    Trainer yang tabah, dan istri yang juga tabah.. Padahal kedua2nya masih muda, masih berusia dua puluhan lebih aja..

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s