MENEMANI


.

Setelah di beberapa postingan terakhir saya bercerita tentang Tyo si Sulung.  Gantian.  Sekarang perkenankan saya sedikit bercerita tentang Bimo, si Tengah saya.  Dalam rangka mengamalkan sila … Keadilan Emosional bagi seluruh anak-anak saya.

Masih ingat cerita saya tentang “GET THINGS DONE”.  Dimana saya bercerita bahwa saya musti mengejar dead line mencetak hand out untuk suatu Training yang akan diadakan hari Senin Pagi.  Minggu malam itu saya sibuk wara-wiri, mencari percetakan yang bisa mencetak bahan training ini dengan cepat dan bisa ditunggu.  Alhamdulillah saya mendapatkannya.

Dan mau tau … saya melakukan itu semua … ditemani dengan setia oleh si Tengah.  Si Tengahlah yang dengan sukarela mendampingi saya mencari … dan dengan sabar menunggu sampai buku-buku itu selesai dicetak.  Buku hand out tersebut akhirnya selesai dicetak tengah malam.  Hampir jam 12 malam.  Bimo sampai duduk terkantuk-kantuk mendampingi Ayahnya.  Menunggu di gerai percetakan tersebut.  Kasihan sekali saya melihatnya.

Di kesempatan lain, kira-kira satu bulan setelah kejadian pertama diatas … Bimo jugalah yang kembali menemani saya di suatu Minggu siang …  ketika saya sibuk menset up ruangan di sebuah hotel, untuk dipakai training besok paginya.  Bimo juga menemani saya sampai malam.

Si Tengah saya ini melakukan tindakan itu semua tidak dengan terpaksa.  Tidak ada sedikitpun gurat kesal … bosan … raut muka BT … ataupun perilaku terpaksa … dan yang sejenisnya.  Bimo melakukannya dengan ringan dan riang.  Ikhlas.

Sekarang saya menjadi sangat mengerti, mengapa si Tengah ku ini banyak sekali temannya.  Mulai dia TK sampai sekarang di Aliyah (SMU), selalu adaaaa saja teman-temannya yang datang ke rumah.  Khusus menjemputnya untuk diajak ke acara-acara temannya.  Atau untuk keperluan-keperluan lainnya.  Bimo memang anak yang menyenangkan untuk diajak berteman.  Selalu siap sedia menolong.  Care.  Selalu siap sedia menjadi pendengar yang baik. 

Ya … dia pendengar yang baik.  Sebab … si tengah bukanlah tipe orang yang pencilatan dan jejingkrakan (kayak ayahnya).  Dia itu juga bukan tipe yang talkative … bukan tipe remaja cerewet yang banyak bicara.  Pun bukan tipe pendiam yang dingin dan tidak peduli.

Bimo punya pribadi yang hangat … dan menyenangkan.  Tapi tidak cengangas – cengenges …

Tak heran jika dia dipilih sebagai Ketua kelas di kelas 10 C ini.

Setiap anak itu memang mempunyai kelebihannya masing-masing.

Kalau boleh saya memuji anak sendiri …

Si Sulung itu Ganteng Smart … ! Ganteng Pinter …
Si Bungsu itu Ganteng Cute … ! Ganteng Imut …
Si Tengah itu Ganteng Cool … ! Ganteng Gagah …

Kalo ayahnya ???
Oh … kalo dia sih … Ganteng Mature … Ganteng Mateng !!! (Dureeenn kaleeee …)
(hahahahaha)(ternyata belum sembuh juga dari narcis akutnya …. !!!)

Memuji sendiri yo bah-bah no tah …

Salam saya

.

.

.

69 thoughts on “MENEMANI

    1. Kalo anak sulung ganteng poll ya Bundo? Anak kedua, ketiga dst tinggal dapat sisanya.. Betul kan Om..?
      (ketularan narcis)

    1. Betul banget …
      habis nggak ada yang muji sih …
      ya muji diri sendiri ajah …
      (asal ndak kebablasen …)(hahahha)
      (walaupun pembaca sudah mau muntah semua …)

  1. Ajib yang seperti itu, Om..
    Dia itu betah banget menemani dan tidak banyak bicara..

    Ganteng mateng ya…? Masak pohon apa diperam. Om..? Haha…😀

  2. Tiap anak memang berbeda lagak lagunya ya oom
    Orangtua diharuskan berlaku adil terhadap anak-anaknya. Adil tidak harus diartikan sama tetapi sesuai porsinya.
    Jika si A seorang Mahasiswa tentu uang sakunya lebih banyak dibandingkan si B yang masih di bangku SMP.

    Seandainya saya punya anak perempuan yang agak sebaya dengan ketiga cowok diatas kita bisa besanan ya oom walaupun kita beda pilihan dalam hal makanan, oom suka empal dan bakso saya lebih menyukai tahu-tempe…(mlipir terus kabuuuur….)

    Salam hangat dari Surabaya

  3. mungkin sambil menemani dia juga belajar tentang bidang tugas yg digeluti ayahnya…
    salam utk si ganteng2nya ya pak..🙂

  4. Tiga anak laki-laki saya, masing-masing memiliki karakteristik sendiri Om. Dan kebetulan, kalau boleh menjagokan, maka anak saya yang tengah juga memiliki karakter yang ‘bisa diandalkan’ dibanding lainnya (semoga anak saya ndak membaca komentar saya ini hhh). Anak tengah sepertinya sangat ‘ngerti’ posisi dan kondisi baik bagi dirinya maupun terhadap keluarga. Pun demikian, sebagai orang tua saya tetap memberikan curahan perhatian yang sama, walopun sejujurnya dalam hati berbeda dalam memberikan apresiasi.
    Salam buat keluarga nggih Pak.
    Ini saya koment pake akun twitter saja, soalnya kalo dari blogger mboten saget

  5. aku juga anak tengah dan perempuan satu-satunya
    kata orang anak tengah itu lebih tenang dan lebih mengerti serta lebih labil
    karena gak dia bukan pemimpin seperti si sulung
    juga bukan anak bawang seperti si bungsu
    si tengah itu mengakomodir kekurangan yang gak di miliki si sulung dan sibungsu
    #teori baru

  6. Saya perhatikan suami saya juga sepertinya setipe dengan ganteng cute-nya Om🙂
    Tapi yg jelas, ketiga cowok ganteng di rumah Om pastinya mewarisi ke-ganteng mateng-an ayahnya dunk hohohoho

    1. HUahahahaha …
      Itu karena gigi tak sanggup lagi ngunyah Ayam …
      so … Tahu lagi … tahu lagi …
      Sing empuk-empuk lah pokok-e …

  7. Dhimas dan Bunda, meski terlambat selamat ulang tahun pernikahan ya, PenyertaanNya menjadi pandu keluarga. Semakin dikukuhkan melalui trio jagoan ganteng yang masing2 istimewa. Halo mas Bimo, menanti kenaikan kelas ya.
    Salam kami + 3 jagoan

    1. Terima kasih Yu Prih …
      Yu Prih tau aja nih … Pasti dari Uda Vizon deh. hehehe
      Ya Yu … minggu depan si Tengah ini ulangan kenaikan kelas.
      Kakaknya sudah plong … sudah dinyatakan lulus
      Sementara si Bungsu adiknya … sudah selesai ujian akhir SD nya … tinggal deg-degan menunggu pengumuman

      Salam kami juga Yu Prih

  8. Dapat istilah baru nih dari Om, Ganteng Mature n Ganteng Mateng. Bisa menambah perbendharaan kata saya kalau lagi bercanda sama isteri dan anak-anak…he3

  9. ganteng mateng ya… wah anak tengahnya banyak temannya tuh… pinter bergaul.. semoga nanti berlanjut terus sampai dewasa kelak… jadi bapaknya yang guanteng mature bisa bangga ya khan?

  10. hahahahahaha.. ujung2nya om yg gak kuat.. :p

    iya ya om setiap anak pasti akan punya pribadi masing masing yg mencerminkan siapa dia.. nah si tengah ini tipe orang yg hangat seperti kata om.. mungkin nanti beberapa tahun lagi dia yg mendampingi om juga terus hingga tua (loh ini juga udh tua kan yak? *kabuurrr )

  11. subhanallah! punya trio ganteng dengan keistimewaan masing-masing tentu sebuah anugerah yang sangat indah ya, Om. Mas Tyo melanjutkan di mana, Om?
    Ditunggu postingan special si bungsu, demi sila keadilan emosional bagi seluruh anak-anak Om.🙂

    1. Alhamdulillah Abi …
      Ini titipan dari NYA … yang wajib kita jaga dengan sebaik-baiknya …
      Mas Tyo mau kemana ? … itu saya serahkan sepenuhnya kepada yang bersangkutan …
      ada beberapa pilihan … dan salah satu pilihannya adalah kampus almamater Ayahnya … (hehehe)
      Mengenai si Bungsu ??? ahaaaa … Abi tau saja nih …
      saya sedang menyiapkan draft postingan mengenai si Bungsu

      Salam saya Abi

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s