Posted in FIKSI, NGEBLOG

AJIAN PARDI


.

Menjadi Tukang listrik di proyek itu memang sudah merupakan impiannya.  Tetapi entah mengapa Pardi tidak pernah berhasil lolos dalam proses seleksinya.  Kasihan Pardi. Andai saja Pendidikannya di STM bisa dia tamatkan, mungkin hari ini dia sudah bekerja sebagai tukang listrik, tapi apa daya, saat itu keluarganya tak mampu lagi membiayai.

Saat terik menghadapi kegagalan tes itu, Pardi pun jadi teringat kisahnya dulu di kampung halaman dolo Pardi sering kesetrum dan keslimpet kabel tiap kali nyuba mbenerin listrik tetangga.  Adalah bohong jika ada yang mengatakan bahwa Pardi gak sering kesetrum.  Tapi Pardi tak pernah menyerah, pengalamannya sering kesetrum justru melecut semangatnya untuk jadi ahli listrik… ia tetap berusaha dan berusaha dengan pantang menyerah. itu ia lakukan dengan berguru kepada ahli listrik di desanya. Pardi pun dengan tekun menimba ilmu dari sang guru.

Siang dan malam memeras otak dan tenaga untuk belajar tentang listrik kepada sang guru.  Pardi tak pernah putus asa mengasah kemampuan mengotak atik listrik, walaupun tidak jarang jari tangannya tergores oleh tajamnya pisau cutter pemotong kabel.

Salah satu kelemahan Pardi adalah nggak paham singkatan, apalagi seperti NDMPILNGdIA.  Pardi masih juga bingung untuk membedakan antara seri dan paralel, juga istilah Volt dan amphere.

Pardi sampai membolak balik kamus bahasa Indonesia untuk mencari tahu arti singkatan itu…tapi tak pernah ketemu. Ia begitu putus asa tapi juga begitu penasaran. Sampai suatu saat ia menemukan sebuah kitab hijau tebal yang tersorok di bawah pohon asam.  Dengan hati berdebar , Pardi mengambil kitab tsb, dengan harapan mungkin Pardi bisa mendapatkan jawaban dari masalah yang sedang dihadapinya … namun sebelum dia membuka seluruh kitab hijau itu, tiba-tiba dia melihat secarik kertas lusuh … terlipat rapi diantara halaman-halaman kitab tebal tersebut.

Perlahan dia buka kertas lusuh yang sudah berwarna kekuningan itu. Ternyata didalamnya terdapat banyak kalimat-kalimat.

Kalimat pertama berbunyi :
“mangap kek tak mbaca dolooo iach *ben pertamax cekz ” (Oyen)

Kalimat kedua berbunyi :
“assalamualaikum papah. saya telat. *unjuk jari*” (gerhanacoklat)

Kalimat ketiga berbunyi :
“Wah udah keduluan Mbak Iyah, hapus saja Kek …” (Oyen)

Kemudian ada juga tulisan :
“dah ya… tetik kabur dulu …” (inVinciBle TeTik)

Dan yang terakhir berbunyi …
“Pardi…masih berusaha memahami alur ceritanya pak.. musti baca ke belakang skali lagi… salam kenal buat pardi, pakde” (elmoudy)

Pardi semakin bingung.  Dia melipat kembali kertas lusuh itu. Dan diselipkan kembali diantara halaman-halaman kitab tebal.  Tidak sengaja Pardi melirik tulisan kecil di sisi kitab tebal itu: Buku Pintar Tukang Listrik 2050!  Mendongak dia kelangit, mencari jawab atas pertanyaan hari harinya yang dirasa sangat membuat mumet kepalanya, namun diatas langit hanya terlihat.  Sebuah singkatan … lagi2 NDMPILNGIA

Pardi berfikir keras untuk mempelajari singkatan NDMPILNGdIA.  Sungguh “Anti Biasa” singkatan tersebut.  Setelah dipikir-pikir… ternyata singkatan anti biasa ituh nyang bikin Pardi sering kesetrum dan gagal casting jadi tukang listrik.  Hawong pertanyaan apa itu PLN ? … kok dijawab Peloocakhaaan Leestelekk Negheelaa, jelas ajah langsung gak lolos seleksi.  Pardi njawab begetu setelah baca tulisan seorang guru.

Ah.. untung saja seekor tokek menyadarkan otaknya dari upaya mencari tau arti singkatan yang antibiasa itu. Ia kembali membuka kertas lusuh dan beberapa buku pemberian ahli listrik di desanya. Kembali memfokuskan kepalanya untuk mencari arti beberapa istilah kelistrikan.. ia terus belajar…   Tak terasa.. sudah jam dua malam. Ia bersiap tidur dan meletakan dengan hati2 sumber ilmu yang baru ia miliki itu tepat di sebelah bantal. Semangat di dadanya tetap berkobar… ia tak sabar bertemu pagi. 

Ketika bangun, bukan buku yang dia baca, tapi Yahoo!.  Gara-gara inget singkatan sok anti biasa ituh, Pardi sempet kesetrum lagi sebelon mbuka Yahoo.  Dan pardi pun langsung online..online..online..online..,dia pikir dari pada pusing sejenak rehat sambil nyanyi lagunya say koji, saatnya bersantai, dia berharap menemukan info yg lebh banyak tentang dunia kelistrikan. 

Ternyata oh ternyata kuota internet bulanan yang dimiiliki pardi habis,,, ah,,gagal dah online malam ini … Pardi lari pontang-panting ke warnet terdekat, karena tergesa-gesa tangan Pardi memegang kabel yang terkelupas dan Pardi menjerit karena kesetrum.  Padahal hanya dengan online setiap hari pardi bisa mencari arti dari singkatan NDMPILNGdIA

Dan ternyata NDMPILINGdIA itu artinya dia harus berada di kntor PLN pusat jam 1 siang ini karena dia harus menandatangani surat pengangkatan kerja.  Karena diam-diam PLN telah menancapkan CCTV di telinga kanan dan kiri Pardi. Dari situlah PLN tahu bahwa Pardi ini bermental baja dan pantang menyerah. Bukan hanya itu, Pardi juga layak masuk MURI sebagai manusia dengan jumlah kesetrum paing banyak.

Pardi pun segera bergegas ke kantor PLN. Tapi, di tengah jalan dia bertemu dengan gurunya Pardi lantas berhenti untuk sejenak beruluk salam.

“Mau ke mana kamu, cu?” tanya gurunya.
“Mau ke kantor PLN Guru … !!!”

“Lho kok ke kantor PLN Di ?, bukannya impian kamu itu bekerja sebagai Tukang Listrik di Proyek Desa ?”

Pardi tertegun … “Lho apa iya Toh ?, cita-cita saya itu sebetulnya menjadi tukang listrik di proyek toh ?”.  Tampaknya karena efek tidur terlalu lama, Pardi menjadi agak pelupa.

Dan sang Guru pun berujar …
“Itu lah Di … ini akibat kamu suka kesetrum …”
“Ini juga akibat pesona sandi NDMPILNGdIA itu ”
“Kamu tau apa itu arti nya ?”

 “Tidak Guru … , saya tidak tau …”

“Tampaknya kamu sudah saatnya menerima ilmu rahasia dari saya, Di.”

Lantas gurunya pun duduk bersila dan merapal mantra-mantra aneh di hadapan Pardi. Tiba-tiba langit yang cerah berubah menjadi mendung. Angin pun berembus dengan sangat kencang dan petir menyambar-nyambar. Pada saat itu sang guru berucap, “AJIAN … Arti NDMPILNGdIA

Adalah …

“Dengan semangat hari AIDS sedunia, mari kita galakkan kembali olah raga nasional, demi terwujudnya jati diri bangsa menuju era globalisasi dan informasi. Serta dalam rangka menyambut datangnya Musim Penghujan mari kita sukseskan penanaman Sejuta Pohon. Cintai Produk sendiri … Go Green … dan orang bijak taat pajak”

Dan PARDI pun tertidur kembali … !

.

Postingan URUNAN ini dikerjakan secara bersama-sama oleh :

advertiyha ; Oyen ; Asepsaiba ; inge ; InVinciBle TeTik ; marsudiyanto ; Pakde Cholik ; Putri ; bundadontworry ; gerhanacoklat; elmoudy; Prima ; Mood ; ceuceu ; nchie ; harikuhariini ; mylitleusagi ; Fitri Bunda Nay ; achoey ; Andi ; dan nh18 !

.

Penulis:

I am just an ordinary person who work as a trainer. who wants to share anything he knows ... No Matter how small ... No Matter how simple.

35 thoughts on “AJIAN PARDI

    1. “Dengan semangat hari AIDS sedunia, mari kita galakkan kembali olah raga nasional, demi terwujudnya jati diri bangsa menuju era globalisasi dan informasi. Serta dalam rangka menyambut datangnya Musim Penghujan mari kita sukseskan penanaman Sejuta Pohon. Cintai Produk sendiri … Go Green … dan orang bijak taat pajak”
      😀

      Ayooo!😉

    2. Asli… sebagai tukang listrik berijazah dan juga sering kesetrum, daku blum pernah tahu singkatan NDMPILNGdIA. Mungkin baru akan ada kepanjangannya tahun 2050.

      Atau daku harus tidur selama Pardi dulu?

      (*nyari posisi enak utk bobok*)

  1. aku selalu rindu dengan tulisan2 seperti ini ,Mas Enha,
    terasa sekali kebersamaan kita semua , meski hanya melalui komen2 lewat blognya Mas Enha………🙂
    Terimakasih Mas, telah menginspirasi kita semua utk sambung menyambung komen, menjadi sebuah kisah unik dan menarik…………..🙂
    salam

  2. Di desa saya banyak sekali nama PARDI : ada Pardi Krupuk, Pardi Loudspeaker, Pardi Srini, Pardi Miatun, dll.
    Mimpi Pardi sama dengan mimpi Pardi-Pardi yang lain, sederhana asal bisa membuatnya hidup adem-ayem dalam arti punya pekerjaan untuk menafkahi dirinya dan keluarganya.

    Salam hangat dari Surabaya

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s