Posted in VOLUNTEERING

KI JAKARTA 4 : TENTANG MENANGIS


Saya masih melanjutkan cerita yang (sangat) tertinggal, yang terjadi beberapa bulan yang lalu.  Tentang kegiatan Program Kelas Inspirasi, Jakarta #4.

Program kelas inspirasi adalah semacam program “cuti sehari, menginspirasi seumur hidup”.  Suatu gerakan yang mengajak para profesional untuk turun langsung secara suka rela mengajar ke sekolah dasar (SD) selama satu hari.  Berbagi cerita dan pengalaman kerja, juga memberi motivasi para murid SD, agar mereka dapat terinspirasi dari profesi-profesi yang diceritakan oleh para relawan.

Seperti yang saya ceritakan di tulisan sebelumya saya mendapat tugas untuk mengajar di SD Manggarai 17, bersama beberapa relawan yang tergabung dalam kelompok 16.

9 September 2015

Ini adalah hari inspirasi,  The D day.

Setiap program kelas inspirasi yang saya ikuti pasti mempunyai cerita unik sendiri-sendiri.  Cerita yang sedikit berbeda untuk KI kali ini adalah :

1.Pembukaan massal :
Rasanya baru kali ini saya mengalami pembukaan kelas inspirasi yang diikuti oleh sekian banyak anak-anak.  Bayangkan saja 5 sekolah digabung menjadi satu.  Di kumpulkan di suatu lapangan.  Tidak mudah mengatur anak sedemikian banyak. Untung relawannya juga banyak plus dibantu juga oleh para guru.  Sehingga upacara pembukaan berlangsung dengan tertib

manggarai2
(photo by @nh18)
JKT41
(photo by Prita)

2. Jendela Cakrawala Cita
Kebetulan salah satu anggota tim kami ada seorang yang bergerak di bidang design. Sehingga jujur saja, saya sebagai ketua tim merasa sangat terbantu dengan kebisaan beliau. Kita bisa jadi merancang satu tema untuk setiap alat-alat peraga yang kami produksi. Back Drop, Spanduk, Poster, Baliho, bahkan sampai Kenang-kenangan untuk Sekolah pun berhasil kami rancang dengan satu tema. Tema yang kami pilih adalah Jendela Cakrawala Cita.

Manggarai2
(design by SonSon)

 

(design by SonSon)
(design by SonSon)

 

Manggarai3
(design by SonSon)

 

Manggarai22
(photo by SonSon)

 

3.Menangis
Ini cerita yang paling membekas bagi saya.  Ada salah satu murid.  Anak kelas satu. Usianya 7 tahun.  Perempuan.  Saya perhatikan dari menit pertama dia menginjakkan kaki ke halaman sekolah, sampai jam pulang sekolah,  anak ini terus menangis.

Ya … menangis tidak pernah berhenti.  Ok satu dua tiga kali memang sempat berhenti, tapi itu hanya terisak-isak saja.  Mungkin dia menarik nafas sebentar untuk ritual menangis yang lebih heboh lagi (hehehe).

Kami sempat bertanya pada guru kelas dan juga satpam sekolah.  Apakah anak ini selalu begini ?

Ternyata jawabannya adalah : ini terjadi setiap hari.  SETIAP HARI.  Every single day.  Sejak hari pertama masuk sekolah sampai saat kami datang kesana tanggal 9 September 2015.  Dari saat masuk sekolah jam 7.00 sampai pulang jam 10.00.  Saya tidak tau penyebabnya.  Menurut penuturan guru kelas, keluarga anak ini keluarga sederhana.  Dia sudah punya adik lagi.  Apakah ini berkaitan dengan kesiapan mental untuk belajar ? … atau kurangnya perhatian ? … atau bagaimana ? … saya juga kurang jelas.

Yang jelas, saya berani memastikan bahwa ada seorang anak yang dari pagi sampai pulang menangis terus tanpa berhenti.  Sesekali berhenti untuk isakan-isakan kecil saja.   Menarik napas sebentar.  Namun ketika didekati dia akan menangis lagi dengan lebih keras.

Anak ini tidak mau masuk kelas.  Dia hanya menangis di luar, di dekat pintu masuk kelasnya. (calon drama queen nih …)(hehehe).  Sudah banyak cara dilakukan untuk membujuknya untuk tidak menangis, masuk kelas dan belajar.  Tapi belum ada yang berhasil.  Beberapa dari relawan mencoba untuk membujuknya.  Tapi juga tidak berhasil membawanya masuk.  Hanya berhasil “ngerih-rih”, meredakan tangis kerasnya menjadi isakan kecil.  (Yang mana kalau ditinggal segera beralih ke nangis keras lagi …)

Diperlukan kesabaran ekstra bagi guru yang menanganinya.

Semoga saja … sekarang … anak ini sudah tidak menangis lagi. Dan mau masuk kelas dan mengikuti pelajaran seperti teman-teman yang lain.

Pengalaman mengajari di SD Manggarai ini sungguh merupakan pengalaman yang tak bisa dilupakan.  Bukan begitu teman-teman ?

Manggarai10
(photo by tim dokumentasi kel 16)(Prita &Irwansyah)

 

Salam saya

om-trainer1

 

Penulis:

I am just an ordinary person who work as a trainer. who wants to share anything he knows ... No Matter how small ... No Matter how simple.

34 thoughts on “KI JAKARTA 4 : TENTANG MENANGIS

  1. Waduh, kasihan sekali anak itu, Om. Tidak bahagia banget. Berteman pun dia tak bisa.
    Ada anak2 kalo di rumah tidak bahagia tetapi dia setidaknya bisa merasa sedikit bahagia di sekolah.

  2. Inget anak nangis itu, inget ku waktu SD kls 1 juga om,
    Sering nangis ga berhenti, kalo wajah bapa tiriku ga kliatan nongol di jendela.
    Satu tahun di tungguin, harus nongol di jendela.hihiiiii….

    Aku sukaaaa gaya om tuh, ekspresip bnget

  3. tau deh gimana ribetnya anak nangis kalo mau sekolah. soalnya andrew dulu nangis sampe kelas 2 sd lho pas seminggu pertama sekolahnya. huahahha.

    happy new year ya om!

  4. Waduh, kenapqa ya Om anak itu menangis terus?
    Jangan2 orangtua minta dia berhenti sekolah dan bekerja membantu orangtuanya
    Semoga dia segera pulih dan mau masuk kelas
    Salam hangat dari Jombang

  5. mudah-mudahan sekarnag sudah tidak menangis lagai saat sekolah ya Om, seperti harapan Om NH. Jadi guru untuk anak sebanyak itu tantangan sekali ya om, tapi buktinya Om NH ketagihan

  6. Baca kisah anak SD yang menangis itu jadi ingat anak saya, om. Dulu waktu anak saya masuk TK juga begitu, jadi harus ditungguin hampir sebulan, sesudah itu dia sudah bersosialisasi sama teman barunya.
    KI memang bagus, salut buat yang ikut.

  7. Om, mengenai anak yg menangis, gak ada rekawan yg mencari tahu lebih banyak, apa penyebabnya? Persoalan anak ini pasti berat sekali ya Om. Semoga ada relawan yg memberi perhatian khusus kepadanya, dan mencari akar dari masalah dia. Saya cuma bisa mendoakan🙂

  8. Kasian ya anaknya nangis terus.
    Pernah ada temennya anak saya yang waktu kelas 1 bawaannya nangis terus. Dia ngga nangis kalau ada pengasuh/ibunya. Sampai pengasuh/ibunya ikutan masuk kelas nemenin anak itu belajar. Tapi setelah pindah sekolah, anak itu biasa2 aja. Kata ibunya, dia merasa nyaman di sekolah barunya.

  9. lama ngga mampir ke siniiii..apa kabaar Om NH🙂..KI memang banyak memberi kenangan ya Om..And I was intrigued to hear that crying girl. Bisa non stop gitu ya Om nangisnya..kan capek ya..dan juga ngg enak. But hopefully sekarang sudah bisa menikmati kelas dan sekolahnya..seperti Om yang menikmati sekali KI🙂

  10. Pasti ada sesuatu sama adik yang menangis, Om…entah apa itu.
    Karena logikanya menangis itu ada capeknya dan namanya anak-anak sesebel apapun mereka kalau dibiarin harusnya ada lupanya sehingga paling tidak bisa berhenti menangis.
    Dan lagi anak kecil itu kan biasanya suka main-main, masa iya dengan adanya banyak teman dia gak tertarik? Jadi penasaran….

  11. Akan lebih menarik apabila cerita anak yang menangis di depan kelas tadi diteruskan pak…masih menggantung nich rasanya…kita tunggu kelanjutannya ya pak..(seruuu….!!)

  12. Postingan yang bagus..

    Mengenai anak menangis terus terang saya dulu hampir hampir seperti itu, saya sendiri sudah bertransformasi menjadi manusia yang memiliki keberanian yang tinggi..

    Dan obat untuk anak seperti itu sama saja seperti halnya saya dulu..

    Seorang sahabat setia dan itu memeberikan psikologis yang bagus.

  13. Sudah seharusnya para profesional yang ada di indonesia melakukan hal yang sama. Bukan hanya untuk sekolah dasar namun juga sampai ketingkat menengah atas. Itu bisa menjadi inspirasi bagi mereka untuk terus berkarya

  14. Kompleksitas prolem psikologis kayaknya ya om anak ini? Bawaan normal anak2 kan bermain dan hepi2. Klo sampe begini sepertinya memang ada ‘sesuatu’. Duh Nak, semoga engkau lekas bisa berbahagia bareng teman2 yaaaa…

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s