EYE CONTACT


.
Atau Kontak Mata …

Sebagai seorang yang relatif sering berbicara di depan sekelompok orang … entah itu saat mengajar kelas training atau memfasilitasi sebuah workshop … saya dituntut untuk memperhatikan satu aspek yang namanya … Eye Contact atau Kontak Mata.

Kontak mata itu sangat penting.  Eye contact berguna untuk membina kedekatan atau bonding antara Trainer dengan traineenya … Agar trainee merasa diperhatikan.  Agar Trainer pun dapat peka dengan reaksi yang diberikan oleh Traineenya … Apakah mereka mengerti atau tidak … memperhatikan atau tidak …

Lalu pertanyaan selanjutnya tentu …
Bagaimana melakukan EYE CONTACT yang baik ?

Menurut John Townsend dalam buku “Trainer’s Pocket Book”, … Cara melakukan Eye Contact yang baik adalah … BE A LIGHTHOUSE … !!!

Jadilah Mercusuar …
Jika anda perhatikan mercusuar … maka pastilah anda akan melihat sinar yang terpancar dari Mercusuar tersebut.  Sinar terang yang akan “menyapu” lautan secara perlahan … dari kiri kekanan … atau sebaliknya … memberi pedoman pada kapal-kapal yang hendak melintas

Demikian juga ketika berbicara di depan kelas …
Pandanglah peserta training / workshop itu secara merata … “Sapu” pandangan dari kiri ke kanan atau sebaliknya … Sweep arround the group slowly … Tatap mata mereka … satu persatu … masing-masing selama kurang lebih 1 – 2 detik … 

Bagaimana kalau pesertanya banyak sekali … ??
Maka solusinya adalah … secara sepintas … bagi mereka menjadi beberapa kelompok yang lebih kecil … dan anda cukup menatap salah satu saja di setiap kelompok tersebut.  (misal kelompok depan kiri … depan kanan … tengah kiri … kelompok tengah kanan dan seterusnya …).  Sekali lagi perlu diingat … Tatap mata mereka … satu persatu … masing-masing selama kurang lebih 1 – 2 detik … 

.
Mengapa kok 1 – 2 detik ???
Sebab … kalau anda menatap seseorang lebih dari Dua detik … ada dua kemungkinan … Anda sedang naksir dia … Atau Anda sedang menantang dia … (hahahha).   Si Trainee akan merasa tidak nyaman dan/atau merasa terancam kalau anda memandang dia untuk waktu yang lama.  (apalagi kalau tanpa berkedip …)(hahahha)

Sebaliknya … kalau kurang dari Satu detik ???
Its just simply … peserta akan merasa diabaikan …
Apalagi kalau kita mempunyai kecenderungan hanya melihat ke satu sisi saja … Sehingga sisi yang lain merasa terpinggirkan … tidak diperhatikan … Dan ini sangat menyakitkan bagi si Trainee … Anda telah gagal menguasai kelas anda …

So …
Bijak-bijaklah melakukan EYE CONTACT …
Sapulah pandangan ke seluruh ruangan …
Harus rata menatap mata mereka …
Dan itu masing-masing tidak lebih dari 1 sampai 2 detik saja …

Be A Lighthouse !!!

.

.

42 thoughts on “EYE CONTACT

  1. hadew..ga pede jika harus menyapu pandangan ke seluruh ruangan. Pada akhirnya pandangan mata hanya tertuju kepada peserta yang aktif nanya-nanya..

    harus banyak berlatih nih.

  2. waaaoowowwww…. jadi tiap detik tuch ada arti dan makna masing2 ya sob waahahhh……. baru tahu nich hehehehehehee….. makasih sobat

    salam persahabatan selalu dr menone

  3. Kalau saya nggak cuman kontak mata Om…
    6 hari seminggu, 4 minggu sebulan dan 12 bulan setaun slalu kontak mata, kontak batin dan kadang2 juga kontak fisik dengan ratusan murid saya…
    Salam!!!

  4. untuk urusan eye contact saya paling repot, saking banyaknya hadirin atau peserta yang liatin saya di podium, yang saya lakukan hanya random eye contact … pada beberapa mata yang pas papasan dengan sapuan pandangan saya saja😀

  5. ahh kangen masa2 jadi pemandu saat kuliah. memang menyenangkan jadi trainer ya um. rasanya ada kesenangan tersendiri kalo peserta puas dengan cara kita membawakan dan bisa mengikuti materi dengan baik.

    dan memang eye contact perlu banget.

    *like this lah*

  6. betul om berdasarkan pengalaman waktu jadi trainee, suka bete kalau trainer nya cuma aktif sama satu kelompok saja, apalagi kalau yang diperhatikan die lagi die lagi, mendingan kita mengumpi aja om dipojokan ….😀

  7. Heheh..ndalem banget..
    apalagi eye contact yang lebih dari 2 detik,naksir nih,,gawat..!!

    Iya nih Om dulu aku pernah belajar ini juga,
    makasih Om telah mengingatkan aku sama sahabat2 ku waktu kerja..
    jadi kangen mereka hiks..

  8. sbg guru harus eye contact lah… ketahuan siapa yang “minta” ditunjuk dan yang “bingung memohon jgn ditunjuk” …yang parah kalau matanya “ngantuk” masuk daftar ditanyai setiap 5 menit hahaha

    EM

  9. Saya sudah ngajar sejak lama om, walaupun tidak setiap hari, paling tidak 2 atau 3 kali dalam satu tahun. Terutama karyawan yang baru.
    Tapi ga punya ilmu dan teknik mengajar yang baik. Sudah pernah sih dapat info tentang eye contact, tapi baru kali ini saya dapat pengetahuan yang lengkap tentang hal ini. Terima kasih Om, akan sangat berguna sekali bagi saya.

  10. Itu juga saya lakukan ketika menjadi gumil oom, sesuai CMI (Cara Memberi Instruksi)

    Ada pesan khusus, jika kita berjabat tangan dengan seseorang maka kita seyogyanya menatap matanya sebagai tanda perhatian penuh.
    jangan menunduk, tersipu-sipu….dan sangat tidak dianjurkan kita bersalaman sambil menengok kearah lain ~ nggak pantas blas
    Kecualiiiii…wartawan minta yang salaman menghadap kameraaaaaaaa

    Salam hangat dari Surabaya

  11. Om.

    Bener sih. Kalau sudah ditatap lebih lama oleh trainer, pasti deh rasanya jadi terancam, kayak mau ditanya or dijebak apaaa gitu hahahahaaaa…

    Terima kasih untuk tipsnya Om.

  12. Tapi kalau peserta menatap trainer lebih dari 2 detik boleh kan Om, apalagi kalau Om trainernya, saya rasa banyak peserta yang menatap berdetik bahkan bermenit lamanya tanpa berkedip, seperti kehipnotis gitu. Hehehe…

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s