Diposkan pada MY FAMILY

STUDI WISATA


.

Setiap setahun sekali anak-anak ku pasti melakukan kegiatan Study Wisata.  Dan karena anak ku ada tiga maka paling tidak dalam setahun kami menghadapi 3 kali studi wisata, mengunjungi object – object pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkatan kelas masing-masing.

Terus terang kami sebagai orang tua rasanya masih ragu untuk melepas anak usia dibawah kelas 4 bepergian study wisata sendiri.  Bukan tidak percaya dengan guru-guru pendamping … tetapi menangani 10 kelas paralel @ 38 orang anak bukan merupakan pekerjaan yang mudah.  400 – an anak itu pasti sulit sekali diawasi satu per satu … Sehingga banyak sekali orang tua yang memutuskan untuk ikut … atau paling tidak mengutus mbak or suster pengasuhnya …

Kami, aku dan bundanya anak-anak bergantian mengatur siapa yang giliran mendampingi anak kami ber study wisata.  Maklum kami berdua bekerja.  Jadi ambil cutinya pun bergantian … Kami pun tidak punya suster/pengasuh khusus untuk anak-anak.  Kami hanya punya satu asisten rumah tangga … dan dia bertugas untuk masak dan menunggu rumah.

Namun demikian … terus terang saya pribadi banyak mengambil hikmah dari acara studi wisata ini …

You know what …
Kalau bukan karena mendampingi anak-anak … saya tidak akan pernah tau isi dalamnya Monas, Isi Museum Gajah, Sholat di Istiqlal dsb  ! (padahal saya sudah tinggal di Jakarta selama lebih dari 30 tahun) !!!

Kalau bukan karena studi wisata, saya tidak akan pernah melihat isi dalamnya Musium Zoologi, Museum Botani dan juga Museum Angkatan Bersenjata yang ada di Bogor … padahal aku kuliah 4 tahun lebih di Bogor … (huahahhaah)

Pernahkah anda masuk Musium Energi, Musium Listrik, Musium Transportasi, Musium Iptek, Musium Telekomunikasi, Musium Perangko, atau Sholat Dhuha di Masjid at Tiin Taman Mini  …. ??.   Hahaha Saya pernah !!! dan itu pun karena studi wisata anakku.

Hari ini, Selasa 17 Maret 2008,
Anak bungsuku (kelas 2 Ibtidaiyah) Studi wisata ke Taman Safari … kali ini yang bertugas adalah Bundanya anak-anak … dan ini adalah kali ke dua dia mengunjungi Object ini … Dulu dia sudah pernah ketika mengantar anak tengahku studi wisata kesini.  Sebetulnya Bunda berharap bahwa object kali ini adalah Taman Buah Mekarsari … namun ternyata tidak jadi.  (Bunda agak kecewa)(Dia pingin sekali kesana sebetulnya). 

Besok Rabu giliran anak Sulungku (13thn) yang kelas 8 Tsanawiyah melakukan studi wisata ke Bandung & Lembang … dan tentu saja kami tidak mendampinginya … bisa – bisa dia ditertawakan oleh teman-teman sekelasnya … dan si Sulung pun pasti akan manyun mukanya sepanjang hari J

Ketika dia (anak sulungku itu ) kelas 3-4 Ibtidaiyah dulu … dia sering kali menampakkan muka manyunnya jika aku mendampinginya studi wisata.  Biasanya Aku mendampinginya dengan mengemudikan mobil sendiri mengikuti Bis Wisatanya dari belakang … Dia sudah pesan wanti-wanti … nanti ayah jangan deket-deket ya sama Mas … Malu nih sama temen-temen … huahahahaha … And you know what seolah ada peraturan tak tertulis bahwa saya tidak boleh berdiri dalam radius 50 m dari dia … jika aku mendekat … pasti dia ngacir menjauh … (ah anak sulung ku itu memamg rada lain )

Kalau anak tengah dan anak bungsu ku sih … wah mereka malah memanfaatkan semaksimal mungkin keberadaan orang tuanya di sana … (i.e minta jajan lebih …, suruh bawain tas dsb).  Tidak mendidik mandiri sebetulnya and a bit over protective ?  (tapi bagaimana lagi ya … ??)(Yang jelas kalo sudah kelas 4 keatas … harus tega melepas)

Yang lucunya …
Jika giliran aku yang mengantar anakku studi wisata … yang terjadi adalah … aku selalu menjadi gender minoritas … rekan sejenisku hanya Bapak-bapak Guru sekolah saja … sementara yang lain adalah … Ibu-ibu wali murid … dengan segala gaya busana wisatanya … segar … “full show off” … tidak kalah gaya dengan mbak-mbak dan suster-suster pengasuh … yang juga bergaya “modis” … (kesempatan rekreasi soalnya).  (Tidak lupa dengan Sun Glasses Ceng-Dem nya …)(hihihihi)

Dan diwaktu istirahat makan siang di Kebun Raya, atau di Ancol atau di TMII biasanya  sekelompok ibu-ibu akan ada yang iseng berteriak : “Eh Ayahnya Bimo … gabung yuuukkkk ama kita-kita … sini makan sama-sama … “ (sambil cekikikan biasanya …)

Aku cuma bisa tersenyum menampik dengan sopan … (sambil merah-ijo-kuning tersipu malu tentunya …) (halah) (… beraninya maen keroyokan …)

HAH … ini judulnya Trainer di godain …

.

.

Penulis:

I am just an ordinary person who work as a trainer. who wants to share anything he knows ... No Matter how small ... No Matter how simple.

5 tanggapan untuk “STUDI WISATA

  1. aah.. jadi ingat masa lalu (berasa tua deh..hehe)
    Saya pernah beberapa kali ikut studi wisata. Waktu SD malah 3 kali (dua kali karena alm. Mami mengajak saya untuk menemani dia ikut studi wisata kakak2 saya dan yang satunya studi wisata sendiri — yang ditemani alm. Mami juga ^_^)
    Memang, studi wisata under parent’s supervision itu agak2 ‘menderita’, tapi ada senangnya juga. Bagian menderitanya, saya nggak bisa bebas (dan bertanggung jawab, pastinya) karena orang tua selalu ‘awas’, tapi bagian senangnya… saya bebas ngejajan! hehehe… Nggak takut duit jajan abis deh, karena Mami akan dengan senang hati membuka dompetnya setiap saat anaknya minta dijajanin…
    Duh… saya jadi kangen mami neeh jadinya 😦

    nh18 to jeunglala …
    Aduh … kenangan yang indah ya jeung …
    Berdoa saja semoga beliau juga sedang tersenyum di “sana”.

  2. saya tidak akan pernah melihat isi dalamnya Musium Zoologi, Museum Botani dan juga Museum Angkatan Bersenjata yang ada di Bogor … padahal aku kuliah 4 tahun lebih di Bogor … (huahahhaah)

    Saya belum satupun Pak.. ya mungkin karena tinggal di Bogor Baru 13 Tahun. 😀

    nh18 to mas Joko …
    Huahahaha …
    Sumprit aku cekakakan …
    mas blog ente aku link ke blog ku ya …
    Boleh kan ?

  3. Memang biasanya penduduk asli malah tidak tertarik dengan obyek wisata di kotanya. Aku pernah survei kecil2an kepada teman yang sudah lama tinggal di Jakarta, siapa saja yang sudah ke Monas. Ternyata sangat kecil.
    Kalau aku sih, jika bepergian ke sebuah kota selalu menyempatkan diri mencari obyek wisata yang terkenal. Alhamdulillah, dari beberapa tempat yang disebutkan si Bos, setengahnya sudah pernah aku kunjungi. Hanya museum yang aku agak kurang. Di antara museum di atas, cuma musem Gajah yang sudah pernah. Wah, kuper juga nih…

    nh18 to abang …
    Hi bang …
    Ya betul juga ya bang …
    Penduduk asli malah jarang liat obyek wisata di kotanya sendiri …
    Tengkyu bang

  4. wah.. seperti biasa pak… “Dikeroyok” 😆

    Haha…
    hmm, masalah studi wisata. Bener pak, kadang orang yg tinggal di kota itu gak tau kalo banyak tempat wisata di kotanya…

    Saya aja dulu 15 tahun di Balikpapan banyak gak tau tempat wisatanya apa aja…

    nh18 to agyl …
    Iya dik … dikeroyok … rasanya … enak-enak geemanaaaa gituh …
    hehehe

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s