MIQAT


.

Atau lebih tepatnya Miqat Makani.

Menurut referensi yang saya baca di wikipedia, Miqat Makani adalah tempat dimulainya ritual haji dan umrah yang telah ditetapkan dalam syariat. Di tempat ini seorang muslim hanya menggunakan 2 helai kain putih yang merupakan simbol telah ditinggalkannya segala kenikmatan dunia.  Jemaah mulai mengenakan pakaian Ihram.

Ya secara sederhana saya mengartikan Miqat (Makani) ini adalah titik start kita melakukan ibadah Umroh/Haji.  Tempat dimana kita mulai memakai ihram, mengucapkan niat kita, melakukan shalat dua rakaat, dan mulai melafazkan kalimat Talbiyah.

Saya baca pula di dalam referensi (wikipedia) … ada Lima Titik Miqat (Makani) di dunia ini yaitu :

  1. Dzul Hulaifah atau Adbyar ‘Ali atau yang lebih terkenal dengan sebutan Bir ‘Ali
  2. Al-Juhfah atau Rabigh atau Mahya’ah.
  3. Qarnul Manazil atau As-Sail
  4. Yalamlam atau As-Sa’diyyah  (pada umumnya jemaah dari Indonesia miqatnya disini)
  5. Dzatu ‘Irqin atau Adh-Dharibah

Dan menurut referensi yang lain Miqat untuk Umrah ada tambahan dua lagi yaitu : Masjid Ji’ronah dan Tan’im

(mohon maaf jika saya ternyata salah menuliskan atau jika salah/kurang lengkap menampilkan informasinya)

.

Jika boleh saya menginterpretasi … Miqat ini ibaratnya adalah seperti portal atau batas kota … yang tersebar di seluruh penjuru sekitar kota Mekah.  Sehingga para jamaah yang akan memasuki Tanah Suci Mekah akan menggunakan titik miqat-miqat tersebut tergantung dari asal negaranya atau arah datangnya jamaah tersebut.

Seperti yang saya katakan diatas … Jamaah haji Indonesia pada umumnya menggunakan titik Ya’lamlam – As-Sa’diyyah karena arah kedatangan kita melalui titik ini.  Karena kita menggunakan pesawat terbang maka sekitar satu jam sebelum melewati koordinat titik Miqat … pilot pesawat pasti akan memberikan pengumuman yang kurang lebih berisi informasi bahwa satu jam lagi kita akan terbang melalui koordinat tepat diatas titik Miqat  (tekhnologi memungkinkan kita untuk beribadah yang disesuaikan dengan situasi saat ini).  Dengan demikian jamaah bisa mempersiapkan diri di atas pesawat … (dengan segala keterbatasannya).

Saya dan keluarga, akan mengunjungi Kota Madinah terlebih dahulu sebelum ke Mekah, sehingga saat di pesawat tersebut kami tidak berganti pakaian Ihram. Kami menginap di Madinah tiga malam.  Sebelum akhirnya bertolak menuju Mekah untuk melaksanakan ibadah Umroh kami.

Ketika akan melaksanakan ibadah Umroh yang pertama kalinya,  kami mengambil Miqat di Bir Ali.  Dan untuk Umroh yang kedua kami mengambil Miqat di Masjid Ji’ronah.  Ya … sesuai dengan program dari biro perjalanan umroh yang kami pakai, mereka memang mengagendakan dua kali ibadah Umroh di Mekah

.

Note :
Ternyata untuk masalah titik start / miqat ini memang sempat saya baca masih ada beberapa polemik / pendapat.  Ada yang mengatakan untuk Jamaah Haji Indonesia bisa mengambil Miqat ketika sampai di Bandara King Abdul Aziz di Jeddah, ada pula yang mengatakan harus mengambil miqat di udara, ketika pesawat melintasi titik Miqat tertentu.

Biarlah para ahli yang memutuskannya.  Kita tetap berikhtiar dengan apa yang bisa kita ikhtiarkan.  Semoga ALLAH mengampuni hamba-hamba NYA yang tidak mengetahui.

.

Bagaimana pengalaman anda yang mungkin sudah pernah ber Haji atau Umrah … ?
Bagaimana anda melewati titik Miqat ini ?

Atau bagi anda yang mungkin mengetahui ilmunya, mungkin bisa sharing ???

.

Salam saya

71071D338183D7765E8404E3E942AEC9.

.

.

.

17 thoughts on “MIQAT

  1. prosesi yang kangen untuk saya jalani, kalo tidak salah ingat saya memulai umroh saya di masjid Tan’im…niat dan sholat 2 rokaat disana lalu menuju ke masjidil haram …hmm kemarin pagi saya dan kawan kantor disini ngobrol soal suasana ramadhan dan suasana masjidil haram di bulan ramadhan serta tentang umroh di bulan ramadhan..asli jadi kangen suasana yang pernah saya jalani dulu saat 2 tahun tinggal disana.

  2. ntar aku inget-inget lagi ya om.. apa kata ustadku dahulu tentang titik miqad kami yang diambil dari atas pesawat itu.

    btw makasih sharingnya.. penting ini..!

  3. tahun 2006/2007 saya termasuk gelombang 2 yang bermiqat di jeddah. Dan satu pesawat yang memulai miqot di pesawat hanya saya, istri dan seorang teman bersama suaminya. Masalah miqat di jedah MUI memperbolehkan, namun dari referensi yang saya baca, jeddah justru merupakan bagaian tanah haram, jadi sayapun memulai persiapan menggunakan kain ihram sejak dari tanah air.

  4. membaca ceritanya Om Nh, jd makin pengen bisa umrah neh.
    setuju dengan ” Biarlah para ahli yang memutuskannya. Kita tetap berikhtiar dengan apa yang bisa kita ikhtiarkan. “

  5. Ayo yg masih ragu sama ibc, coba gabung di sini https://indoboclub.com/?ref=suwiwae
    Full support tanya jawab pm/whatsapp aja 087873865038
    Saya bantu sebisa saya, ga harus downline saya kok boleh tanya jawab
    Sesama member ibc harus saling bantu !
    Semangat !

    – Min.$05 atau $10/100 ribu
    – 2% selama 100 hari kerja (Senin – Jumat)
    – Invest via PM,EP,WMZ,Bank Lokal
    – Min. WD:
    * Bank Lokal $20 (rate Rp9700) fee 5000 selain BCA & Mandiri
    * PM $20
    – Extra profit $0.06 – $5.35/hari jika upgrade/Buy ads 5 paket atau lebih
    – Referral Comission:
    * 5% level 1
    * 2% level 2
    * 1% level 3 – level 10

  6. Perbedaan pendapat mengenai miqat sebenarnya tidak terlalu krusial, Om. Itu hanya perbedaan dalam masalah interpretasi dari hadis Nabi. Pada intinya, kita memang harus memulai start melalui tempat-tempat yang telah ditentukan tersebut.

    Miqat yang diajarkan Nabi melalui hadis beliau tersebut merupakan start awal bagi jamaah yang memasuki Mekkah berjalan melalui darat atau laut. Sementara sekarang ini, sebagian besar jamaah datang melalui udara dan mendarat di bandar King Abdul Aziz. Untuk itu, para ulama telah sepakat bahwa miqat orang-orang yang tidak melalui salah satu miqat yang telah ditetapakan Nabi, ditetapkan berdasarkan ijtihad, yaitu tempat yang segaris lurus dengan miqat terdekat yang dilaluinya, atau kalau tidak mengetahui miqat terdekat, maka ditetapkan dengan 2 marhalah (kurang lebih 80.640 km) dari Mekkah.

    Menurut perkiraan para ahli, jarak antara Bandara King Abdul Aziz dan Mekah adalah kurang lebih 2 marhalah. Maka para ulama menetapkan Bandara King Abdul Aziz dapat dijadikan sebagai miqat bagi siapa saja yang transit di Bandara tersebut, karena tidak singgah di miqat yang telah ditetapkan oleh Nabi saw, karena pada masa sekarang jamaah haji tidak lagi melalui jalan darat atau laut, melainkan melalui jalan udara. Bandara King Abdul Aziz dapat dijadikan sebagai pengganti Yalamlam, termasuk Indonesia.

    Demikian sedikit pendapat yang saya ketahui, Om.. Insya Allah pengetahuan ini akan saya semakin pahami kalau sudah melakukannya sendiri.. Doakan ya Om…🙂

  7. saat itu kami berniat ihram di Qornul Manazil / di udara sekitar 0,5 jam sebelum mendarat pak… sedangkan utk umroh sunnahnya di bbrp miqot lain, antara lain Tan’im & Ji’ronah… sempat juga mengunjungi Bir Ali meskipun tidak mengambil miqot itu dan kagum dengan keindahan & kerapian masjid itu dibanding 2 masjid miqot lainnya…

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s