Posted in ARTIKEL, TRAINING

ATRIBUT


 .

Atribut adalah kelengkapan atau perlengkapan … baik fisik maupun non fisik … yang melekat pada suatu produk atau jasa atau tempat … atau apa saja … (… jiah ini mah teori dasar marketing om …!!!)

 Yang akan saya soroti adalah Atribut yang ada di beberapa Warung Makan / Rumah Makan.

Saya sering melihat,  ada beberapa rumah makan yang memajang FOTO seseorang dengan memakai ”pakaian dinas” baik Angkatan Bersenjata maupun Kepolisian di dinding, dekat meja kasir.  Solus sites, agar semua bisa melihatnya.  Pangkatnya pun sepertinya macam-macam.  Terus terang Trainer tidak menguasai tanda kepangkatan tersebut.

(”Saya yakin … foto itu bukan foto Pahlawan atau Tokoh Terkenal di Republik ini”).

Saya pernah iseng bertanya … pada pemilik warung / rumah makan itu …

”Itu foto siapa pak, kok dipajang disitu  ?”

Dan taukah sodara … Jawabannya beragam … ada yang bilang itu : keponakannya, sodaranya, kakak, adik, sepupu, … bahkan ada yang bilang … hanya teman atau kenalan saja

(”Itu foto sodara sepupu dari adik iparnya istri saya yang dinas di Sulawesi” dsb, dsb). (ini contoh imajiner)

 Bukan hanya FOTO, … ada juga yang memajang gambar ”lambang-lambang kesatuan” tertentu.  Bisa berupa Kalender, Jam Dinding, Sticker, bahkan Baret, tongkat dan sebagainya …

Di Mobil Pribadi pun tak kalah hebohnya …
Banyak kita temui … gantungan spion berupa miniatur seragam akademi militer.  Bahkan juga ada yang memajang Baret, Borgol, atau Topi Dinas di dashboardnya … Helm Dinas pun ada.  Stiker di kaca depan – belakang, tercetak dengan jelas lambang kesatuan tertentu atau kompleks tertentu.  Padahal ini mobil pribadi.  Berplat Hitam biasa.  

Trainer tidak menafikan bahwa memang mungkin ada mobil yang dimiliki oleh warga sipil dikompleks kesatuan tertentu.  Tetapi sering kali aku temui mobil tersebut malah … sama sekali tidak ada hubungannya dengan siapapun di kompleks tersebut …

Ada yang tau untuk apa itu semua dilakukan ???

Atribut itu (mungkin) sengaja dipasang untuk ”menakut-nakuti” .  Agar kita berfikir dua tiga kali untuk mengganggu.  Agar Rumah makan dan Mobil itu terlihat lebih ”berwibawa”.

But … Terlepas dari kenyataan apakah si empunya rumah makan atau si pemilik mobil pribadi tersebut ada hubungan langsung dengan kesatuan / angkatan tertentu atau tidak,  Atribut-atribut tersebut sering di salah gunakan oleh oknum yang tak bertanggung jawab. 

Ini adalah cerita duluuuu … ketika Trainer masih sering melakukan perjalanan dinas ke daerah-daerah. 
Tapi sekarang aku lihat fenomena ini sudah agak berkurang.  Dan mudah-mudahan sih penyalah-gunaan Atribut ini tidak semakin meraja-lela dimasa yang akan datang.  Agar Citra TNI dan juga Kepolisian di Republik ini tetap terjaga kewibawaannya.

(Saya selalu bangga dengan TNI dan Kepolisian kita … !!!)
(Jayalah TNI ku … Jayalah Kepolisian ku … !!!)

Apakah Pembaca pernah melihat atribut-atribut tersebut ???
Atau mungkin … malah pernah memasang Atribut-atribut tersebut ???
Hayooo ngaku aja … !!!

.

.

Penulis:

I am just an ordinary person who work as a trainer. who wants to share anything he knows ... No Matter how small ... No Matter how simple.

22 thoughts on “ATRIBUT

  1. Aku nggak napsu liat atribut begituh…
    Pernah liat mobil temen ditempelin atribut TNI, waktu iseng kutanya buat apa?
    Dia jawab biar gak dijutekin satpam komplek..halah…

  2. Hehehe… driver saya di kantor ada satu yang komplitin mobilnya pake atribut kayak gitu Om, di sebelah plat nomornya dipakein lambang kepolisian gitu, trus di dalem mobilnya juga banyak pernak-pernik kepolisian, dan yang lebih parah, dia bahkan pake (apa ya namanya??) klakson ama sirine gitu…
    Walupon ada untungnya juga sih kalo jalan ama dia di jalan yang macet, dia suka bunyiin sirine-nya itu, jd mobil-mobil yang lain pada nyingkir, karna dikira mobil kita ini isinya polisi beneran… Heuheuheu… Kacau deh!! Apa dulu dia pengen jadi polisi tapi gak kesampaian ya???

  3. ada seorang kawan yang selalu meletakkan topi sebuah kesatuan TNI di mobilnya. ketika kutanya itu topi apa, dia jawab, itu topi sakti. Disebut begitu, karena beberapa kali ia lolos dari sergapan petugas gara-gara melihat topi itu… aih, sakti bener…😉

  4. Wah, selama ini saya malah gak kepikir pasang atribut TNI begitu. Jadi terinspirasi nih Om. Besok saya mau pasang bayonet di dashboard mobil saya. Terus, di kaca belakang akan saya gantungi granat dan rudal. Wuih, asyik!

    Thanks idenya Om! 😀 😀

  5. Salam Takzim
    Atribut adalah kebanggan bagi saya, saya terlihat gagh bila mengendarai batavusqu dengan seperangkat atribut komunitas (organisasi pesepeda ontel Depok). Dilahirkan atribut bukan sembarang cipta, penuh bumbu yang mengharumkan, penuh rasa dan karsa. Terhormat karena dicetus pendahulunya dengan keringat dan kritik pedas, diakhir komen atribut kebanggaan komunitas DeFOC.
    Salam Takzim Batavusqu

  6. Hahhahaha aku juga pake Oom😉
    stiker doank koq, keluarga besar TNI
    lha.. memang beberpa keluarga ku berkarir disitu…

    kenapa dipasang yah?
    hmmmm ya lha dikasih trus lsg dipasangin sama yg ngasih gimana hehhe

    Tp pernah stiker itu menyelamtakan saya oom, biasalah ngelanggar lampu merah :p hehehehe
    di stop polisi, liat stikernya dilepas lagi hehehhe

  7. Hihihihi… Bapak saya ‘penggemar’ atribut tuh. Kalau kemana-mana nyetir, pasti pakai jaket hijau tentara yang tebal dan topi loreng. Pasang stiker-stiker tentara pula di kaca depan & belakang mobil. Di rumah juga. Jam dinding korps tentara dan foto-foto bersama para pejabat negara disimpan di ruang tamu.

    Kalo saya liat sih, kok atribut itu seperti sesajen penangkal gangguan-gangguan ya?

  8. om…kalau menurut beberapa penjual makanan yang aku wawancarai seputra foto orang yg berseragam *kebanyakan rumah makan padang ya😛 * mereka bilang majang foto itu biar lebih aman, jadi kalau ada preman yg masuk mikir dua kali kalau mau ngerampok atau malakin…huhehehehe…ntah benar atau tidak, ampuh atau tidak tapi sangat banyak yg melakukan itu😀

  9. hmmm

    kalo atribut itu (berbentuk sticker) memang sebagai tanda masuk gedung itu gimana dong.

    pertama kali lihat itu, aku juga agak “sinis” tapi emang papa ngajar di situ sih….mau tidak mau kan?

    EM

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s