Diposkan pada MY FAMILY

PUNGGUNG


 

What is so special about “Punggung” ?

Yes … It’s biasa saja.  Nothing special.

 

But … bagi ku … Punggung is “very special” …

Punggung adalah “Titik lemah” dari anak-anakku.  Si Sulung- Si Tengah dan Si Bungsu.

 

Titik lemah … tapi Special ? ah aneh amat …

Begini …

Anak-anakku … punya kebiasaan untuk minta aku “berbuat sesuatu” pada punggungnya … ini kebiasaan mereka dari kecil …

 

Si Sulung … sampai sekarang … kelas 9 Tsanawiyah … jika tidak enak badan atau tidak bisa tidur … selalu minta dipijit-pijit punggungnya … Aku biasanya menekan dan mengurut titik-titik tertentu di punggungnya … dan kalau sudah aku ”pegang” … biasanya si Sulung akan “glegeen” atau “sendawa yang panjang” … tanda anginnya keluar semua … dan kalau sudah begitu dia akan bisa pulas tidurnya …

Pernah jam dua malam dia khusus meng-sms aku untuk memijitnya … dia rupanya kesal sekali tidak bisa tidur malam itu … so … upaya terakhir dia terpaksa minta tolong ayahnya untuk memijat punggungnya … (jam 2 malem sodara-sodara …)

 

Si Tengah … agak beda … kalau dia dari kecil … selalu kepingin di ”usuk-usuk” atau di gosok-gosok punggungnya kalau mau tidur … Ya memang … kebiasaan ini sekarang sudah tidak ada lagi … dia sudah kelas 7 Tsanawiyah …  Namun biasanya kami selalu menyempatkan diri untuk menggosok punggungnya ketika sedang makan, sedang ngobrol di depan TV atau sedang santai … (kata orang ini bisa menjalin kedekatan orang tua dengan anaknya …)

 

Si Bungsu … yang terkenal agak manja itu … lain lagi …

Dia tidak minta di pijit … bukan pula di usuk-usuk … Dia selalu minta … di garuk-garuk … hahahha …  Tapi ini bukan seperti menggaruk kasar kalau gatal …

Yang dimaksud ”garukin” oleh si Bungsu adalah … kita cukup menempelkan ke lima kuku kita … tanpa tekanan … dan jari kita itu berjalan kian kemari di punggungnya … mirip orang membajak sawah … Once again ini dilakukan tanpa tekanan … hanya menelusuri punggungnya saja perlahan dan lembut … naik turun … kiri kanan …

Jadi biasanya kalau Ayahnya datang … dia langsung telungkup ditempat tidurnya … menaikkan kaos nya dan … Haaaayyaaahhh ….  itu artinya dia pingin di ”garukin” …

Dan yes dia langsung Merem melek … menikmati.   Bahkan tidak jarang … akhirnya dia malah ”ngelepus” tertidur di tempat tidurnya …

 

Dari referensi yang aku baca …

Upaya menyentuh punggung …(atau bagian badan lainnya) pada anak … akan mendekatkan mereka pada kita … dan sekaligus memberikan rasa aman dan tenteram pada si Anak …

 

So … It’s very simple isn’t it ?  Dan nggak pake Biaya … !!!

 

(So … Pijit – Gosok – Garuk … dan semua di Punggung …)

.

.

.

Penulis:

I am just an ordinary person who work as a trainer. who wants to share anything he knows ... No Matter how small ... No Matter how simple.

24 tanggapan untuk “PUNGGUNG

  1. Wah, ayah teladan nih si bos…
    Kalau dulu aku boro2 dipijat oleh ayahku…Malah kite2 yang mijitin dia….Tapi nggak masalah sih. Itu juga bagian dari pengakraban anak-orangtua…

  2. punggung… spesial…

    karena klo orang pergi… hal terakhir yang tampak adalah punggung 🙂

    ato pas orang pose menatap pantai waktu matahari tenggelam dan kita melihat dari belakang, hanya terlihat punggung… dan itu… seksi 😀

  3. aduhhhhh sorry mas aku mau quote yang ini :
    Pernah jam dua malam dia khusus meng-sms aku untuk memijitnya

    kok satu rumah musti sms sih? emang takut mengganggu mas dan bunda????? hihihi
    itu dulu koment aku

    tabik
    EM

  4. Wah kebiasaan si tengah mirip sekali dengan adik saya yang cowok (dia juga tengah), dari kecil sampai SMA kelas 1 ga bisa tidur kalo ga “diisik-isik” (cuma beda istilah aja,om tapi metodenya sama 🙂 ) alm ibu.
    Nah begitu Ibu ga ada, dia bener-bener kehilangan. Dan sekarang kalo sakit kadang-kadang masih minta diisik-isik 🙂
    Kalo saya malah ga bisa tidur,om 🙂
    Oh ya,kalo ketiga putra om punya kebiasaan yang sama pada punggung trus kalo om sendiri gmana??? 😛 😉

  5. Pinter tuh anak anak…biar ayahnya selalu sayang dan memperhatikan…Memang anak anak kita, masing masing selalu punya cara untuk mencari perhatian pada ayah ibunya,,,,alhamdulillah,kita syukuri…itu artinya ada ekspresi cinta..

  6. Lho kok sama pak sama dua anak perempuan saya.
    Kalau malam keduanya kompak minta di’garuk-garuk’ punggungnya.
    Jadi dua tangan ini, satu ke punggung si sulung, yang satunya ke punggung si bungsu. Tiap malam.
    Dan herannya, mereka hanya mau saya yang menggaruk.
    He he lama-lama jadi kebiasaan nggaruk nih.
    Siapa mau di’garuk? hehe

  7. wah… kok sama nian kebiasaan anak2 kita pak? keempat anak saya suka sangat digarukin punggungnya menjelang tidur, bahkan ketika mereka mimpi buruk, cukup ditenangkan dg garukan punggung.

    pasca gempa jogja dulu, untuk beberapa hari kami tidur bareng di ruang tengah depan pintu masuk, karena anak2 masih trauma (soal yg ini insya Allah akan ada ceritanya di blog saya, soon…). setiap kali mereka terkaget dg gempa susulan ataupun suara keras, ketika mereka tertidur, maka cukup dg menggaruk punggung, mereka sudah tenang kembali…

    kira2 ada rahasia apa ya di balik punggung itu…? 🙂

  8. kalau di keluarga kami bukan punggung tapi kepala deh. antara membelai dan menggaruk, kalau sudah begini biasanya pada tidur enak. Sayangnya ngga ada yang mau membelai kepala saya sih, padahal kepingin banget. (ntar minta riku ahhh)
    EM

  9. Oh..

    Pantes aja, waktu ketemu aku, Om suka garuk-garukin punggung aku yang emang gatel2.. hihihi… (garing amat becandanya La??!! hehehe)

    Eniwei,
    Aku juga paling suka di-‘kusuk2’ sama Mami. Tidurnya langsung angler.. 🙂
    Keponakan2ku juga gitu Om, harus dikusuk2 dulu baru bisa tidur.. dan ternyata, ngusuk2 gitu juga bisa bikin yang memberikan usuk2 (halah, kacau amat bahasanya!) jadi ngantuk juga.. hihihi…

  10. Sumpah mas Trainer kebiasaan sibungsu sama seperti suamiku, seneng kalau digaruk-garuk punggungnya tapi suamiku sedikit kulit badak jadi agak keras garuknya… 😛 Ada-ada saja. Thanks

  11. wew.. kok ampir sama ya pak, saya punya kebiasaan melakukan: gosok-gosok, pijit-pijit, garuk-garuk.. sama si kecil yang masih 13 bulan. kalo sudah digitukan, si kecil sukanya pasrah dan menikmatinya 🙂

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s