Diposkan pada ARTIKEL, RELIGI

SCORE

Lebaran hari ke 3, 17 Juni 2018

Lama saya tidak menulis di blog ini.  Kali ini saya hanya ingin menulis singkat saja. 

Apa yang akan saya tulis?

Ya seperti biasa hal-hal remeh temeh.  Tentang kegiatan berbuka puasa saya di bulan Ramadan kemarin.

Di mana saja saya berbuka puasa?

28 kali di rumah

1 kali di luar rumah

Kesimpulan?
Saya itu orang rumahan,  Tidak suka berkeliaran di luar rumah.  Tak suka nongkrong sembarangan.

(halah bilang aja Om tidak ada kegiatan di luar rumah.)(ada sih … beberapa.  Termasuk salah satunya mengajar, itupun hanya setengah hari)

 

Bersama siapa saya berbuka puasa?

2 kali sendiri

27 kali bersama keluarga (baik sebagian maupun komplit)

0 kali bukber

Ya kemarin saya sama sekali tidak melakukan buka bersama di luar rumah.  Entah bersama teman, maupun relasi.  Sebetulnya ada beberapa kali undangan buka puasa bersama, yang diadakan oleh kawan sesama SMA maupun kawan-kawan yang lain.  Sekalian reuni katanya.  Namun entah mengapa semua undangan tersebut tidak saya datangi.  Entah karena lokasi yang jauh atau karena sebab-sebab yang lain.

teh

 

So jadi demikianlah …

Saya lebih banyak menghabiskan waktu berbuka puasa Ramadan saya di rumah saja 🙂

Saya tidak tau apakah ini baik atau tidak. 

Namun saya merasa tempat yang paling nyaman di dunia ini adalah di rumah …

Kegiatan berbuka puasa Anda bagaimana?

 

Salam saya

om-trainer1

.

 

 

Diposkan pada PERTUNJUKAN HARI INI

SALAH DUGA

14 Januari 2018

Di hari Minggu pagi ini, kami menghadiri undangan pesta perkawinan salah seorang kerabat Bunda, di sebuah gedung besar di Timur Jakarta.

Karena ini kerabat dekat maka kami memutuskan untuk datang lebih awal dari waktu yang ditentukan, agar kami dapat mengikuti acara dari pertama, sekaligus Bunda bisa kangen-kangenan dengan keluarga besar yang jarang bertemu.  Acara perkawinan selalu menjadi ajang reuni keluarga yang membahagiakan bukan?

Untuk informasi pembaca, biasanya kami datang ke pesta perkawinan itu pas acara sudah mau selesai (hahaha).  Petugas katering sudah berbenah, sibuk bersih-bersih, makanan tinggal sisa-sisa, undangan sudah banyak yang pulang, sesi foto booth juga biasanya sudah habis kertasnya.

Namun kali ini lain, kami datang lima belas menit sebelum acara dimulai.  Pengantin belum datang.  Tamu yang datang pun relatif baru keluarga dekat saja.  Kami jadi lebih leluasa menikmati seluruh prosesi acara, Bunda pun senang sekali bisa silaturahim dengan keluarga besar.  Beberapa dari mereka ada yang datang dari luar kota.

Ketika mengikuti acara-acara tersebut sengaja saya merapat ke booth makanan yang menyediakan Sate Padang dan Dim Sum.  Tepat di sebelah kiri saya tersedia meja dessert kue coklat aneka rupa.  Beberapa langkah dari tempat saya berdiri, juga ada gubuk Bakso Malang.   Hhhhaaaa cerdas … Tempat berdiri yang strategis?  Anda tau maksud saya bukan?

Ya betul sekali … Supaya cepat dapat makanan.  Maklum belum sarapan tadi pagi.  Jadi nanti jika para tamu antri salaman ke pelaminan, saya akan makan duluan!  Semua mau saya cobain, sambil nunggu sepi orang yang salaman.

.

Acara dimulai dari iring-iringan pengantin datang, pengantin duduk di pelaminan,  tari-tarian penyambutan, ditutup dengan sambutan ucapan terima kasih wakil dari keluarga besar serta pembacaan doa.

Para tamu yang datang semua tertib mengikuti seluruh prosesi acara tersebut.  Satu per satu.  Tak ada satupun yang berani mengambil makanan yang tersedia.  Baik itu makanan prasmanan nasi. lauk dan kawan-kawan, maupun makanan jajanan dan minuman yang di sajikan di saung-gubuk-booth terpisah.  Tak ada yang menyentuh.  Semua khidmad menyimak acara.  Mungkin ada juga satu dua tamu yang mau makan, tetapi saya yakin petugas katering yang berjaga menolak mereka dengan halus.  Memohon pengertian tamu agar mengikuti acara formal terlebih dahulu sampai selesai berdoa, baru menyantap makanan.

Sepertinya ini instruksi dari wedding organizer/keluarga agar acara berlangsung dengan tertib.

Namun ada kejadian lucu … (sekaligus memalukan)

Ketika itu acara masih sambutan dari salah seorang perwakilan keluarga kedua mempelai, Beliau mengucapkan terima kasih atas kehadiran tamu dan memohon maaf jika ada kekurangan di sana-sini dst dst dst …

Tiba-tiba ada seorang Bapak, sekitar 60 tahunan, berdandan rapi, baju celana hitam, plus Jas necis yang juga berwarna hitam, sepatu mengkilat.  Nyelonong … mendekat ke booth makanan yang ada di sana, seraya membuka tutup kukusan dim sum lalu berkata …

Ini apa ini?

Sudah siap?

Melihat pemandangan tersebut, spontan saya pun berkata (tepatnya menegur) …

“Maaf Pak, mari kita menghormati tuan rumah, Mohon tunggu sebentar biarkan mereka menyelesaikan acara resminya sampai pembacaan doa, baru kita santap hidangannya”

(Saya mengira Bapak ini kelaparan, tidak sabaran mau mengambil makanan)

Si Bapak berjas hitam necis itu pun serta-merta menoleh ke saya.  Dengan raut wajah yang tidak senang.  Lalu apa reaksi dia? Apa yang dia katakan selanjutnya?

Si Bapak necis berkata … (sedikit menghardik tak senang)

Saya tau!!!

Saya ini dari Katering!  Saya sedang memeriksa kesiapan tim saya!

 

Ups … ya maap … aku kan ndak tau … abis dandanan situ keren kayak tamu undangan siiiihhh …

Saya malu!  Salah menegur.  Salah duga. 

Lalu saya pun pura-pura sibuk menyimak pidato … Dan pelan-pelan mlipir ke booth makanan yang lain … (Supaya nanti tetap dapet antrian makanan yang pertama, ketika saat ramah-tamah tiba)

Anda pernah malu di pesta perkawinan?

Saya pernah!!! (hahaha)

Salam saya

om-trainer1

Diposkan pada ARTIKEL, TRAVELLING

GERBANG TOL TERHARUM

Gerbang tol paling harum? Ah ada-ada saja nih.  Mana ada?

Ada! Ini tidak mengada-ada.  Ini benar.

Pernahkah anda memperhatikan, gerbang tol yang paling harum yang ada di Jakarta.  Saya rasa ini adalah yang paling harum juga di seluruh Indonesia.  Terdengar agak berlebihan, tapi memang begitulah adanya.

(Tol JORR dari Cijantung ke Pasar Minggu)

.

Bagi anda pengguna jalan tol, khususnya tol lingkar luar cobalah sekali-sekali anda masuk melalui pintu tol Gedong 2, dari arah Cijantung/Ciracas masuk tol ke arah Pasar Minggu/Pondok Indah.

img_20170919_090521.jpg

Ketika membayar tol, sempatkan untuk berhenti sebentar, lalu hiruplah udara di sana.

Aroma apa yang anda cium?

Anda boleh percaya boleh tidak, setiap saat terutama pagi sampai dengan sore hari, di pintu tol Gedong 2 tersebut selalu tercium aroma BAWANG GORENG.  Harum semerbak.

Ya … bau bawang goreng.  Bukan bau mawar, melati ataupun pinus.  Tapi sekali lagi bau yang teruar disana adalah bau bawang goreng.

Menurut penuturan salah seorang penjaga pintu tol yang bertugas di sana, sepertinya di perumahan dekat pintu tol tersebut ada industri kecil, pabrik pembuatan bawang goreng.  Mungkin bawang goreng ini dikemas lalu dijual kembali di supermarket atau untuk kebutuhan jualan pedagang-pedagang makanan.  Seperti penjual bakso, ketoprak, nasi goreng, gado-gado, nasi uduk dan sebagainya yang membutuhkan taburan bawang goreng sebagai pelengkap penyedap hidangannya.

Dan jika menilik kuatnya aroma yang tercium, rasanya sih industrinya ada lebih dari satu.  (Saya belum mengecek lagi pernyataan saya ini).

Jadi begitulah …

Anda ingin tau pintu tol beraroma paling harum di Jakarta (bahkan Indonesia, bahkan Dunia?)  berkendaralah ke arah Cijantung dan masuklah Jalan Tol Lingkkar Luar Jakarta (JORR) melalui pintu Gedong 2 ke arah Pasar Minggu/Pondok Indah.  Aroma bawang goreng yang menerbitkan air liur menanti di sana

(sumpah bawaannya pengen makan nasi goreng aja kalo abis lewat sana)(hahaha)

 

Salam saya

Diposkan pada RELIGI, RENUNGAN

HARI 32

 

Allah Maha Pemberi Petunjuk

Allah Maha Pencipta yang Tidak Ada Bandingannya

Allah Maha Kekal

.

.

*) jika nanti ditemukan kesalahan pada
cara penulisan, arti dan ejaan
maka tulisan ini akan diperbaiki sebagaimana mestinya