Diposkan pada ARTIKEL, MY FAMILY

ASISTEN DOMESTIK



Keluarga Trainer ini terus terang sudah banyak menggunakan jasa Asisten Domestik Rumah Tangga … Entah untuk membersihkan rumah atau membantu merawat anak-anakku.  Aku tidak hafal siapa saja yang pernah bekerja dengan kami.  Namun kali ini aku hanya ingin menceritakan beberapa saja.  Terutama mereka yang relatif dekat dengan perkembangan anak-anakku di saat mereka balita
 

 

#1. Suster W. (1995 – 1996)

Ini saat Mas Tyo, anak pertamaku masih balita dulu … di Surabaya

Suster W lulusan SPG … sudah berkeluarga.  Mempunyai dua anak.  Karena lulusan SPG maka bisa dibilang dia mempunyai intelegensia yang relatif baik.  Rajin, sabar dan telaten.

Namun mohon maaf… ada hal yang sedikit mengganjal.  Suster W ini mempunyai BB yang agak mengganggu.  Istriku bilang … jika dia pulang dari kantor … dan akan mencium kepala si Tyo … dia selalu mendapatkan kepala dan rambut anakku ini agak “kecut”, terkontaminasi BB Suster W. 🙂

Suster W berhenti bekerja pada kami ketika kami akan pindah ke Jakarta.  Dia berat meninggalkan keluarganya di Surabaya.

 

#2. Si ”Yuk”. (1997 – 1998)

Ini saat Mas Bimo … anak keduaku masih balita … Kami sudah tinggal di Jakarta.  Orangnya sederhana.  Orang Jawa, namun tinggalnya di Lampung.  Sangat Mengharukan cerita si Yuk ini.   Dia khusus mencari kerja ke Jakarta, untuk mengumpulkan uang guna menikahkan anaknya.  Dia berusia lima puluh tahunan … namun tenaganya sangat luar biasa. Si Bimo waktu kecil badannya gemuk sekali tentu saja akan berat menggendong dia disaat memberi makan atau saat menidurkannya.

Aku lihat dia dengan perkasanya menggendong Bayi raksasa si Bimo … membuainya dengan lagu langgam Jawa yang indah.  Ya … suara si Yuk ini merdu sekali.  Kadang aku suka berkaca-kaca … ketika mendengarkan si Yuk menidurkan si Bimo sambil bersenandung lirih di teras rumah.  Si Yuk akhirnya berhenti bekerja … ketika uang untuk mengawinkan anaknya sudah terkumpul.  Kami sedih sekali waktu itu.

 

#3. Suster Nrt (2000 – 2005)

Ini saat Yoga … anak bungsuku usia balita.

Namun entah mengapa … Yoga agak sedikit takut dengan dia … Padahal dimata kami … there’s nothings wrong with her.  But aku percaya naluri anak kecil.  Pasti ada satu dua hal yang membuat Yoga agak takut/trauma dengan dia.

(Once again … kami tidak mau su’udzhon).  Yang jelas Suster N mempunyai jasa yang tidak sedikit pada keluarga kami.  Suster N tidak bekerja lagi pada kami karena dia menikah, dan pulang ke Jawa Tengah

 

#4 Mbak Sti (2006 – sekarang)

Ini asisten domestik rumah tanggaku yang sekarang.  Sudah berkeluarga. Anaknya satu, namanya Lisa.  Boleh dibilang Mbak Sti adalah tangan kanan Istriku dalam mengatur rumah tangga.  Tidak pernah mengeluh.  Sangat dapat dipercaya.  Yoga pun sangat sayang pada dia.  Jika Yoga Ulang Tahun … dia justru adalah orang pertama yang memberikan hadiah untuk Yoga.  Ya dia sengaja menyisihkan gajinya untuk membeli sesuatu untuk Yoga.

Lisa anak Mbak Sti, sering main ke rumah sepulang dia sekolah.  Makan, belajar, dan istirahat siang di rumahku.  Bermain bersama anakku …

Mbak Sti datang pagi pulang malam … tidak menginap.

Itulah para asisten domestik rumah tangga yang pernah dan masih membantu kami. 

Kami bersyukur … karena sejauh ini kami tidak pernah mengalami permasalahan yang berarti dengan para Asisten Domestik tersebut …

 

Kehadiran jasa mereka sungguh sangat berarti bagi keluarga kami … !!!

.

.

Penulis:

I am just an ordinary person who work as a trainer. who wants to share anything he knows ... No Matter how small ... No Matter how simple.

22 tanggapan untuk “ASISTEN DOMESTIK

  1. Suster N ??
    Yoga takut sama dia ??

    Om, Om tau ada film hantu yang judulnya Suster N ??

    nh18 to Zda
    Maksude … Suster Nresot …
    hiiiiiiiii

  2. Ketawa dulu baca komentarnya Muzda. 🙂

    Keluarga kami di jkt jarang ada yang lama, kecuali satu Mbak Diah. Dia datang bekerja di rumah kami pada usia 15, bersekolah dan menjadi “buttler” keluarga kami selama 20 tahun, dan terpaksa berhenti kerja karena dilarang suaminya. Mbak Diah, satu-satunya “mbak” yang saya peluk setiap pulkam…. hiks…jadi kangen.

    EM

  3. Om, saya juga pernah punya pengalaman sama asisten yang BB. Mengatasinya dengan membelikannya bedak khusus buat anti BB.. Alhamdulillah, BB hilang, udara pun segar kembali :mrgreen:

  4. Ada Asisten yang udah ikut Mami sejak aku umur 3 tahun, Om.. dan sekarang, Mbak Nem bantuin Mbak Pipit ngasuh anak-anaknya.. Jadi, udah lintas generasi gitu, deh…

    Pengalaman dengan Asisten-ku lumayan banyak, Om. Klo diceritain atu-atu, bisa jadi satu buku… hihihi…

    Btw,
    bener kata Muzda. Ada tuh, film horor yang judulnya Suster N. Bukan suster Ngesot, lho.. tapi serem juga. Jangan jangan… jangan jangan…

  5. woogh iya betul Opa… jasa mereka itu betul-betul tak terlupakan. Saya bersyukur punya asisten rumah tangga saya yang sekarang. Anaknya rajin, ulet, pinter pula. Itu buku-buku saya di ada di rak buku rata-rata udah dia baca semua. paling semangat kalo saya ajak ke toko buku… 😆 Vio aja sayang banget ma dia.. Aduh ga kebayang deh kalo misalnya dia udah ga kerja sama saya lagi… Susah kayaknya nyari yang kayak dia lagi..

  6. hiks..om aku jadi inget Alm pengasuhku dulu yang sekaligus juga tanteku (karena beliau adalah adik kandung ibuku), beliau ikut tinggal di rumah kita, dan turut membantu ibu mengasuh aku dan adik-adikku.Semoga Almarhumah mendapatkan surga yang indah diatas sana..Amin.Kami semua selalu merindukannya dan selalu mendoakannya

  7. Hwuaaa, kok pas tulisannya dengan masalahku sekarang, Om. Barusan aku ditinggal “mbak” 10 hari! Hidupku kacau balau. Anak-anak kubawa ngantor tiap pulang sekolah. Pulang dah malem, kasian banget.

    Mo marah sama si mbak tapi kok butuh. Dan begitu melihat mereka pulang ke rumah, amarahku menguap entah kemana. Yang ada bersyukur mereka dah balik 🙂

  8. kami nyaris tidak punya asisten domestik, terutama yang berkaitan dg pengasuhan anak.

    tapi, sekarang ini kami punya, cuma waktunya sebentar. maksudnya, datang jam 6 pagi, kemudian jam 10 sudah pulang, nanti jam 4 sore balik lagi… istilahnya di jogja orang yg bekerja seperti itu disebut “pojokan”

    walaupun demikian, kita musti menghargai profesi ini… 🙂

  9. merinding mendengar cerita Si “Yuk”

    btw aku tidak punya pengalaman dengan asisten seperti ini, aku sangat bersyukur banget bisa ditunggui ibu pada masa kecil
    sampai saat ini ibu mengerjakan semua pekerjaan sendiri

  10. Ya ampun….Om sebegitu ingetnya ma asisten domestik…….
    namanya pun masiy inget….. bukan aku banget deh. hehehe

    Dan memang, asisten domestik terhadap anak pun ada pengaruhnya ya Om…karena waktu dia dekat dengan anak sangat banyak. Paling enak kalo asisten domestiknya pinter, jadi dikit2 bisa ngajarin anak2 juga ya Om

  11. Seingat Ci, dari dulu keluarga kami gak pernah punya asisten domestik rumah tangga (yang tinggal di rumah). Paling untuk urusan cuci mencuci+setrikaan aja.. Sempat gonta-ganti siy, Pak.. Susah juga nyari yang cocok di mata Mama.. Tapi itu dulu, wakti Ci en adek masih kecil..

  12. klo pengalaman aku dirumah asisten domestik ada yang baik ada juga yang kurang, sekarang asdom sudah ada yang atur, paling umurnya 3 bulan sudah bikin alasan.

  13. wah tampilan baru ya…heheheh yang penting isinya tetap lho..

    kalau saya sih sering banget ganti asisten pengatur RT, baru yang ini dapet baik banget….wah kalau cerita asisten saya suka lucu soalnya suka nanya BG ortunya dan rata rata yang jadi asisten di RT saya ortunya punya anak lebih dari 8 alias banyak..

    dan diserang orang pribuminya emang seperti itu

  14. menemukan asisten domestik yang pas memang seperti cari jodoh ya, om? *halah, hiperbolis*
    banyak kisah haru mengenai profesi ini, namun banyak pula yang mengenaskan.
    bagaimanapun, setiap profesi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, terpulang kepada yang menjalani.

  15. waooo keren banget tulisan om 🙂

    Jaman sekarang susah banget cari asdom yang bisa dipercaya.

    to Tie
    Itulah …
    mengapa saya mesti harus bersyukur

  16. ART jika dianggap sebagai keluarga sendiri, akan menghormati kita juga. ART saya yang dua orang udah ikut lebih dari 10 tahun, sejak si bungsu TK sampai sekarang sedang menulis thesis untuk S2. Suka duka kami banyak sekali…susah sekali mencari ganti mereka, jika mereka ketemu jodoh dan menikah nantinya,

    Yang satunya baru 3 tahun, agak “lambat” tapi masakannya enak. Dan banyak kekonyolan terjadi, karena memang pemahamannya terbatas. Me maintain ART sebetulnya sama seperti me maintain anak buah di kantor, kompetensi masing-masing berbeda, tinggal bagaimana kita dapat mengoptimalkannya

  17. waah….saya jadi mengerti,,bahwa keluarga pak Enha sangat menghargai mereka..
    lha kalau saya tak punya asisten asisten itu…berabe pak,,,gak isa golek duwit..gak isa lunga ….Walau kadang kadang ke bablasen…Lho sing duwe omah aku po deweke ya?? malah sok ngatur….ha.ha..ha..

  18. alhamdulillah ga da masalah sama assistent2nya, Om..
    soalnya belum lama saya nemuin cctv di mana sang assiten RT mukulin seorang balita,, parah deh!

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s