Diposkan pada PERTUNJUKAN HARI INI

LAYAR TANCAP


Kapan terakhir kali anda menonton film layar tancap … ???
Hahaha … pertanyaan aneh bukan … Hareee geennneeee masih nonton layar tancap ???

Yang jelas …
Sabtu Malam minggu, 14 November 2009 kemarin …
Trainer, Bunda dan Si Bungsu … nonton film layar tancap …
Ya … Layar Tancep yang gerimis bubar itu …
Filmnya waktu itu … ”Nagabonar jadi 2” …

layartancep 

Open Air … Rame … Berisik …

Plus anak-anak singkong yang berebutan menghalang-halangi … menggapai-gapaikan tangannya … mondar mandir didepan proyektor …
Mereka teriak heboh melihat bayangan mereka di layar …
Hahaha … namanya juga anak-anak singkong …

Inilah proyektornya …

layartancep2 

Ceritanya … Di RT sebelah … Ada perhelatan Pasar Malam …

Warga komplek perumahan elit sebelah itu mengadakan semacam keramaian.

Mereka ingin bernostalgia … menghadirkan suasana keramaian khas Kampung dan pernak-perniknya kedalam kawasan real estate mereka … mengambil tempat di samping kolam renang / club house mereka …

Seru sodara …

Semua tukang jajanan … semua tukang dagang … diundang masuk kedalam kompleks perumahan tersebut … Ada Pempek, Sate Padang, Tukang Kerak Telor, Tukang Baso … dan juga tukang mainan anak-anak yang biasa ngider di kampung-kampung … bebas menggelar dagangannya disana … (Tidak pakai diusir satpam seperti biasa…)

Hiburannya ya …. Dangdutan …dan … Layar Tancep itu …
(And yess kumplit dengan deru suara genset dan film yang sedikit-sedikit mota-mati itu …)

— 

Kawasan perumahan elit itu … disulap menjadi semacam arena keriaan khas kampung …
Pengunjungnya ramai sangat … selain warga perumahan elit itu, juga … tak lupa … Warga kampung (asli) disekitarnya pun kecipratan berkah … Mereka berbondong-bondong malam mingguan di kawasan yang tidak setiap hari bisa secara bebas mereka ”jelajahi”.

Dan taukah sodara … Para mbak asisten rumah tangga kawasan elit itu pun ketiban berkah … mereka bercengkrama sesamanya … berdandan pol-polan … memakai pakaian terbaik mereka … kesempatan ”ngeceng” … menikmati hiburan malam mingguan yang indah itu.

Inisiatif warga kawasan sebelah ini patut diacungi jempol …
Mereka memberi hiburan pada warga kampung sekitar … juga memberi berkah rezeki pada tukang-tukang dagang yang dapat dengan bebas berkeliaran disana …

— 

So … kapan terakhir kali anda nonton Layar Tancap ???

Saya … ???  … Ya malam minggu kemarin itu …

.

.

Penulis:

I am just an ordinary person who work as a trainer. who wants to share anything he knows ... No Matter how small ... No Matter how simple.

41 tanggapan untuk “LAYAR TANCAP

  1. Wah saya dah lama Banget Om ga nonton, terakhir wktu bikin acara Layar tancap di tempat KKN…tapi pasti suasananya beda di Komplek elit sama nonton di kampung Om 🙂
    Btw…ternyata warga perumahan elit kangen juga ya sama jenis hiburan jadul ini ? bukan berarti mereka bosen dgn cineplex yang megah kayanya…
    kalau para mbak asisten rumah tangganya pada nonotn langsung, bos2nya ga nonton ngintip dari jendela kan Om :mrgreen:
    semoga hiburan seperti ini masih bisa dilestarikan, biar yang kaya bisa berbagi sama masyarakat yang kurang punya kesempatan seperti mereka…mereka yang “hidden” diantara gemerlapnya kota metropolitan…
    Indahnya bisa berbagi….

    salam Om…

  2. Wah, terakhir nonton di kampung. Waktu KKN. Ikutan nonton temen-temen yang bertugas di desa sebelah aja, kebetulan salah satu proyek mereka bikin film dokumenter tentang desa tersebut. Senang sekali warga ngeliat diri mereka ada di layar gede, heheh…
    Pengen lagi….

  3. Terakhir nonton layar tancap waktu kampanye pemilu sekitar akhir thn 70an, adanya dilapangan pas depan rumah saya, sekarang namanya Taman Amir Hamzah didaerah Menteng Jakarta. Waktu itu ramai yang nonton dari daerah kampung di sekitarnya seperti dari Matraman Dalam dan jalan Tambak.. Seru juga walaupun filmnya ngga tahu film apa, yang lebih seru nonton para penontonnya.

  4. sudah lama banget om…. tapi idenya bagus juga… filmnya termasuk baru pula. bandingkan dengan layar tancap yang terakhir kali saya tonton, film yang diputar filmnya Barry Prima

  5. Hahahahaaa misbar, gerimis bubar. Proyektornya masih ada yah 🙂

    Sebuah wujud dari rasa solidaritas, bernostalgia dengan warga sekitar komplek. Salut salut salut…

    Saya terakhir nonton dah lama banget om, masih kecil sangat. Waktu itu filmnya george rudi. Entah apa judulnya, saya lupa

    Salam,
    Zulhaq

  6. wah sepertinya menikmati sekali pak. aku yang baca ajah cukup tertarik seperti ingin ikutan gitu loh, terakhir nonton layar tancap aku sendiri lupa dah. dan memang bila rezeki kita berlebih dan hidup dengan bermasyarakat bagus untuk saling berbagi kebahagian di moment moment tertentu dan bisa juga ajang mencari kawan dan bisa juga ajang cari jodoh

  7. hem kapan yah terakhir kalinya nonoton layar tancep?
    woah waktu aku masih SD x yah?
    dah lama banget….
    seru juga tuh keknya nonton lagih layar tancep sekarang2
    yah hitung2 nostalgia mengingat masa muda heheheheh ^_^

  8. terakhir nonton bulan agustus 99, ditempat KKN
    sebelum film utama.. tetep aja ada penyuluhan kesehatan he..he..

    wah ide-nya OK tuh.. menghadirkan nostalgia sekaligus mengalirkan rejeki 🙂

    btw pake hujan gak om?

  9. Saya jarang-jarang ngedapetin ada tontonan misbar dikampung saya, soalnya jarang pulang ke rumah. Kalo lagi ada misbar, banyak sekali tukang dagang, mulai dari toge goreng sampe dengan kue cincin.

    Misbar bersaing dengan dangdut organ tunggal yang beberapa waktulalu sempat heboh gara-gara goyangannya yang sangat aduhai.

    Bapak sempet-sempetnya memperhatikan gerombolan pembantu rumah tangga yang bercanda dengan teman-temannya. Jangan-jangan pembantu bapak juga kaboor begitu ada misbar ya?

  10. sumpah om ,saya belum pernah nonton layar tancep sampai hari ini… at least dari awal sampai akhir sih,kalo sekedar liat numpang lewat mah udah pernah tuh,hehehe…

  11. Hehehe… Kapan terakhir yaa?? Duluuuuuuuu sekali! itupun cuman sekali…
    Seru lho liat misbar.. *seingatku sih.. hehehe.. maklum, wis suwi banget* 😀

  12. Nonton layar tancap 40 tahun yang lalu Om, waktu masih keciil, di balai RK (Rukun Kampung). Filmnya dari pemerintah, tentang kesehatan apa gitu. Tokohnya adalah sebutir darah (swear! setetes darah merah). Darah ini berjalan-jalan di tubuh, mengalami berbagai hal, kadang nangis, kadang tertawa.

    Tapi waktu itu musim panas, jadi nggak ada gerimis yang bikin penonton bubar … hehehe …

  13. pernah nyolong-nyolong nonton..
    waktu kelas 5 SD, ada kegiatan Persami. malam minggu itu, aku iseng buka jendela kelas tempat kami tidur. pas ada layar tancap di lapangan belakang sekolah. (kliatan badungnya kan Om? :))
    waktu kami sedang heboh saling berkomentar, tiba-tiba…blak!
    pintu terbuka, guru pembina ada disana! alhasil, malam itu kami kena hukuman hihi…

  14. terakhir saya nonton layar tancep pas perayaan 17-an kemarin di kampung kweni. film yang ditayangkan adalah film dokumenter, saya lupa judulnya. tapi, saya nonton cuma sebentar, abis banyak nyamuk, hahaha… 😀

  15. Saya kangen nonton layar tancap. Di sebelah kompleks perumahan saya (sebelum pindah), kebanyakan warga Betawi…dan kalau punya hajatan pasti tak ketinggalan ada layar tancap. Wahh rame sekali, jadi ingat zaman kecil saat kalau ada yang punya hajat wayangan.

    Terakhir nonton layar tancap di Salihara….dan senengnya setelah itu diskusi dengan produsernya.

  16. kangen juga neh nonton layar tancep, terakhir nonton kalo nggak salah waktu itu di kampung saya waktu masih kelas 2 SD sekitar 15th yang lalu.. film yang diputer paling2 kalo horor ya ratu pantai selatan, nyi roro kidul, dan sejenisnya. kalo action ya filmnya berry prima (nggak tau apa judulnya)

  17. jadi kangen pengen nonton layar tancep, terakhir kapan yah SMP kali 😀
    kenangan tak terlupakan, setiap kali abis nonton layar tancap, karena perginya ngak bilang2, pulang kena damprat si emak, disetrap deh 😀

  18. busyeet…keren banget Om, tapi kalo layar tancep kayaknya ga pernah nonton deuh….
    sssttt…btw siapa sih ketua RT sebelah? kok kreatif amat ^^ titip salam ya Om

  19. layar tancep adalah sebuah kenangan manizzz waktu saya masih kecil ,kalo saya mau nonton biasanya saya bawa sarung dari rumah.yang enaknya lagi nonton layar tancep sambil makan kacang rebus apalagi film yang diputar film rhoma habis itu film barry prima ga pulang dah saya sampe pagi.Didaerah Bekasi-Tarumajaya tepatnya di Kp. Bogor ds.setia Asih…
    masih banyak tuh layar tancep pa lagi musim panen tiba ampir tiap malem ada layar.karena selain murah juga diputarnya sampe subuh .

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s