Posted in TRAVELLING

TRIPOD


.
Postingan ini muncul … terinspirasi dari beberapa komentator yang mengungkit-ungkit kata Tripod di postingan-postingan saya sebelumnya …

Saya jadi tergerak untuk bercerita mengenai benda istimewa yang satu ini.

Tripod adalah Kaki tiga … Untuk menopang kamera jika kita ingin memfoto sesuatu obyek.  Tripod bisa jadi sangat berguna jika sang pemilik kamera atau sang pemotret ingin juga berpose.  Kamera tinggal dipasang di Tripod … set self timer … ngacir … dan … Cekrek … !!!  (Fotografer juga bisa nampang)

FYI … Saya memang baru saja memiliki Tripod ini.  (So … Lagi norak-noraknya …)
Sekalipun saya senang memotret sejak jaman saya SMP … Namun saya baru berkesempatan untuk memiliki tripod sendiri sejak akhir bulan lalu.  Dulu saya hanya satu dua kali meminjam Tripod milik Bapak saya atau milik Adik saya … yang juga senang fotografi.

Kenapa kok baru beli sekarang ?
Ahaa … ini ada ceritanya sendiri sodara …
Tripod ini saya beli di Hongkong … Akhir September 2010 lalu.  Ketika saya mendapat tugas untuk memberikan Training disana. 

Saya ke Hongkong sendirian … tidak bersama teman.  Sementara rasanya ingin juga saya punya foto-foto kenang-kenangan ketika mengunjungi object-object menarik di negara tersebut.  Saya rada segan untuk meminta tolong kepada penduduk setempat yang tidak saya kenal … Anda tau sendiri adat dan budaya di Hongkong itu semua serba Rush … dan relatif … elu-elu … gua-gua …  Jangan-jangan nanti saya malah disemprot jika minta tolong orang sana.

Akhirnya saya memutuskan untuk beli Tripod disana.  Sebetulnya sayang-sayang juga beli di HK.  (harganya agak sedikit lebih mahal dari yang di Jakarta).  Saya memilih Sebuah Tripod yang ringan … kokoh dan handy.  (kalau dilipat hanya tinggal 30 cm saja)

Lalu pertanyaanya adalah …
Mengapa Tripod ini tidak saya beli di Jakarta saja, sebelum saya berangkat ke HK ? Sebetulnya ada sih niatan rencana seperti itu … tetapi entah mengapa … saya tidak juga sempat ke toko kamera waktu itu.  Sibuk persiapan ina-inu dan sebagainya.  Akhirnya … Yaaa begitulah … Tripod terpaksa beli di HK.  (Dari pada nggak bisa moto-moto diri sendiri disana ?)(hahaha trainer gak mau rugi).  Maka … jadilah saya poto-poto narcis sepuasnya di HK.

Dan Ketika saya Reunian Kuliah di Bogor kemarin … yang dilanjut dengan Kop Dar bersama sebelas blogger di Cikini pada hari yang sama … saya bersyukur membawa Tripod ini.

Sebab … Dari dulu saya itu jarang di Foto … (what ?)
Di acara-acara sekolah … atau acara-acara kemahasiswaan … Wajah saya itu paling langka di foto … Karena saya biasanya bertugas sebagai seksi dokumentasi …
Dan memang sudah suratan tidak tertulis … bahwa fotografer itu harus rela wajahnya ndak nongol di dokumentasi babar blas.  (walaupun udah kerja jungkir balik sebagai Panitsiya …)

Sekarang dengan adanya Tripod ini …
Wajah saya jadi agak sering muncul di Foto … (girang banget da ah …)
Saya jadi agak bebas mengejawantahkan hasrat narcis eiylekhan saya …
(yang mungkin sudah amat sangat terlambat itu … !!!)
(trainer kadang suka lupa umur …!!!)

.

.

Penulis:

I am just an ordinary person who work as a trainer. who wants to share anything he knows ... No Matter how small ... No Matter how simple.

72 thoughts on “TRIPOD

      1. Ternyata trainer juga manusia juga to❓ dan banyak mikir tentang untung rugi saat membeli tripod😕 meski banyak ruginya beli di Hongkong tapi multy manfaat disana.
        Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan/b>

    1. sama arman. aku punya tripod udah lebih dari 10 th, kepakenya paling kalau ada kumpul-kumpul di rumah dan mau buat foto bersama. Kasian deh tuh tripod kagak pernah jalan-jalan hahaha.

      EM

  1. ho..ho… emang oom, kalau pengen beli ya dibeli aja
    nggak usah mikir2 harga,
    pasti kalau balik ke jkt bakalan gagal maning

    kan asyik kita jadi bisa liat foto payungannya itu

  2. Rasanya memang harus beli.. kemarin saat Lebaran seluruh keluarga besar berfoto kameranya pakai timer dan diganjel buku dia atas meja! .. ha ha seharusnya memang beli tripod.. salam

  3. Coba Pak NH ajak saya, saya fotoin deh sepuasnya.😀

    Kalau saya Pak, jangankan tripodnya, kamera bagusnya aja belum punya. Padahal ada teman seorang fotographer yang mau ngajarin saya gratis. Moga kelak ada rejeki🙂

  4. Mengenai potret-memotret pas piknik jadi ingat Mr. Bean. Ada 2 episode tuh. Yg pertama pas jalan-jalan dan memotret serdadu yg terdiam bak patung, dan yg kedua pas minta tolong dipotretkan tapi kameranya malah dibawa kabur.

    *Wakakaka*

  5. narsis itu penting lohhhh…. tar kalo udah ga lupa umur kan bisa cerita ke cicit cicit..

    ituuu eyang buyutmu waktu di hongkongggg

    gitu loh😀

    semoga sehat terus pak trainer

  6. Siap-siap pasang action dan pajang gigi di depan tripod keyeeeeeeen nya Oom Trainer….
    “cheezzzz….. Crot..!!” hihihi

    karena tripod itu pula terekam sedakep style yang eilekhan, kalant and fenomenal itu…
    salute for 30 cm Tripod.. sadafff…🙂

  7. Ouw… ini tho biang kenarsisan Om Nh belakangan ini?
    ya, ya, ya… tripod itu memang sangat berjasa, telah berhasil memaksa Om Nh berfoto pake payung, hahaha…😀

    Beberapa waktu yang lalu, saya ikut dalam kegiatan digitalisasi kitab-kitab kuno yang umurnya sudah ratusan tahun. Caranya adalah dengan memfoto kitab-kitab itu. Tidak bisa discan, karena buku itu sudah lapuk. Kamera yang digunakan adalah DSLR yang lumayan canggih, dan pake tripod yang benar-benar mantap. Posisi kamera menghadap ke lantai di mana buku itu diletakkan dan terhubung dengan komputer. Jadi, proses memotret cukup dengan mengklik sebuah ikon di komputer, dan terambillah foto buku-buku itu..

    Semua itu bisa terjadi dengan baik dan menghasilkan digitalisasi kitab-kitab itu dengan sukses, banyak disebabkan oleh keberadaan tripod yang ok punya itu… Ketika saya tanya, berapa harga tripod itu… ouw… berpikir sepuluh kali kalau saya ingin membelinya, hahaha…😀

    1. Wah kalau yang itu
      Tripod canggih Uda …
      tentu saja harganya lumayan itu …

      Kalau yang punya saya … yang simple punya …
      Relatif murah meriah …
      hehehe

  8. Saya ada tripod di rumah, hasil lungsuran (warisan) kakak, tapi saya nggak punya kamera, hahaha..jadinya si tripod keliling kemana mana alias sering dipinjem teman. Sukses ya Om dengan tripod baru. Semoga tambah produktip jeprat jepretnya;

    1. Hahaha …
      Ssstttt …
      I tell you ya Bundo …
      Tripod ini juga sekaligus untuk bisa menampilkan bukti otentik …
      sebagai wujud laporan untuk “seseorang” …
      bahwa saya memang ada di acara-acara tersebut …
      tidak mlipir kemana-mana …

      hjahahahahahah

  9. Tripod bagiku belum begitu mendesak sekali untuk dipakai karena masih bisa meinta tolong sama orang yang nyamperin. Tapi kalau terpaksa ya taruh aja di atas pager😆

  10. hla…mengapa gak bilang saya sih oom
    saya tuh punya tripod sampai berdebu…ngglethak di cepitan antara kursi dan almari…ha ha ha ha.
    saya baru memakainya sekitar 2 atau 3 kali.

    Ach..lain kali saya akan bawa kemana-mana tuh tripod agar saya bisa narsis2an…
    tinggal melengkapi diri dengan payung…dah jos…
    soalnya saya pengin banget foto sendirian pake payung oom…..

    salam hangat dari Surabaya

    1. Eh ini intern diantara kita ya Pak De

      Sebetulnya pose fenomenal pake Payung itu terinspirasi dari Pak De lho …
      inget ndak pak De waktu itu pernah memasang foto saat pak De dan Bu De melakuakan upacara adat jawa itu … Jual Dawet kalau tidak salah ?
      Pak De kan bawa payung juga waktu itu ?
      (seingat saya )

      salam saya Pak De

  11. SALAM SUKSES

    Dear Rekan2,

    Mohon maaf kalau sudah pernah mendapat informasi serupa sebelumnya.

    Saya ingin berbagi informasi buat kita semua, mudah2an bermanfaat.
    Barangkali ada dari rekan2 yg sedang butuh dana/income dalam jumlah besar..

    Rekan2 bisa baca cara mendapatkannya disini (silakan klik atau copy-paste link berikut ke browser anda):

    http://www.program5milyar.com/?id=dibyo.putranto

  12. tripod memang berguna kalo yg motret juga pengen ikutan narsis…hehehehehe…

    jadi inget perjalanan ke tanjung lesung sama mbak imel…karena kita berdua pengen narsis dan gak bawa tripod, jadilah batu karang yg bertugas jadi tripod…hahahaha

  13. wah ternyata ini toch..
    yang menyebabkan si inyiak menjadi amat sangat narsis
    karena dari dulu..
    mau foto..foto..gak pernah bisa..
    ampun..ampun….
    tapi lumyan lah dengan adanya tripod ini..
    waktu kopdar kita bisa pose bareng yak.. (^_^)

    1. saya belinya di toko kamera dekat rumah, murah sih tapi degan tripod kalau pakai kamera digit lebih enak tanpa goyang
      bisa foto sendiri juga tanpa dipegang …

      salam dari pamekasan madura

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s