RAUDHAH


.

27 Juni 2013

Hari pertama tiba di Tanah Haram, Madinah.  Ini adalah awal perjalanan ibadah umrah kami.

Hotel tempat kami menginap kebetulan dekat sekali dengan Masjid Nabawi.  Masjid Rasulullah.  Masjid yang subhanAllah besar dan indah sekali.  Pagi itu saya tidak membuang-buang waktu lagi, untuk segera bergegas datang ke masjid tersebut.

Umraha3a
di bawah naungan payung Nabawi

.

Sebagian besar karpet di Masjid besar Nabawi ini berwarna merah.  Namun ada sebagian kecil daerah berkarpet yang berwarna Abu-abu ke hijauan.  Inilah areal yang disebut dengan “Raudhah”

Secara harfiah raudhah berarti taman.  Taman Surga.

Raudhah adalah daerah di antara Mimbar Rasulullah dan Rumah Beliau, (yang sekarang menjadi Makam beliau).  Dari berbagai literatur yang saya baca, luas daerah Raudhah ini hanyalah 144 m2.  Adapula yang menulis area raudah ini terbentang dengan panjang 22 m dan lebar 15 m.  (saya tidak mengetahui yang sejatinya)

Rasulullah bersabda :

”Di antara rumahku dan mimbarku adalah taman (Raudhah) dari taman-taman surga. Dan mimbarku di atas kolamku.” (Riwayat Bukhari)

Meskipun luasnya 144 m2 namun demikian tempat ini terasa sangat sesak dan sempit, karena ada ratusan bahkan ribuan jamaah yang berebut ingin sholat dan berdoa di daerah mustajab tersebut.  Diperlukan perjuangan yang gigih untuk bisa sholat dan berdoa disana.  Para ahli hadits menafsirkan taman surga ini adalah sebagai tempat Allah SWT menurunkan rahmat dan kebahagian-Nya.  Merupakan tempat yang utama untuk memanjatkan doa.

Pagi itu kami, saya dan si bungsu berniat untuk mencapai Raudhah ini.  Berdesak-desakan.  Bersabar.  Setapak demi setapak akhirnya kami berhasil masuk ke Raudhah.  Kami sholat sunat disana.  Beberapa kali orang berseliweran di depan kami, dan juga melangkahi bahu kami.    Ini bisa dimengerti karena kondisinya yang penuh sesak.  Kami berusaha untuk tetap khusyu.  Tak terasa air mata berlinang.  Kami tidak bisa berlama-lama disana … karena kami harus bertenggang rasa dengan jamaah lain yang juga ingin sholat dan berdoa.  Gantian.

Kami pun segera bergerak untuk keluar, namun belum sampai ke pintu keluar … ada seorang askar, tentara kerajaan Arab Saudi yang berjaga disana … memegang pundak saya dengan lembut … seraya menunjukkan saya sebuah tempat yang agak kosong di Raudah tersebut.  Aahhh tempat ini lebih nyaman dan lega dibanding tempat yang pertama tadi.  Rupanya tempat tersebut baru saja ditinggalkan oleh satu dua jemaah lain yang sudah selesai berdoa.  Akhirnya kami menempati tempat tersebut dan kembali sholat dan berdoa.  Dan kali ini lebih nyaman karena tidak dilewati banyak orang dan tempatnya lebih lega.  SubhanAllah …  Saya berterima kasih sekali kepada Tentara tersebut.  Saya masih ingat perawakannya.  Badannya agak gemuk.  Wajahnya bersih bersinar.  Rautnya ramah dan bersahabat.  Saya tidak akan pernah lupa kebaikan tentara tersebut.  Tak putus-putusnya kami bersyukur.

Selesai berdoa di Raudhah, kami melewati makam Rasullullah, dan juga para sahabat-sahabat utama : Umar R.A dan Abubakar R.A.  Dulu tempat ini adalah kamar Ummul Mukminin Aisyah R.A, isteri Rasullullah.  Tempat ini juga dijaga tentara.  Para jamaah tidak diperkenankan untuk melakukan tindakan-tindakan bi’dah dan penyembahan berhala disana.  Saya tidak bisa bicara apa-apa.  Hanya sholawat dan salam saja yang bisa saya gumamkan.

Sebuah awal yang baik untuk memulai rangkaian ibadah umrah kami. 
Diperkenankan berdoa … di Raudhah.

(mudah-mudahan kami terhindar dari perilaku Riya’)

umrah2

71071D338183D7765E8404E3E942AEC9.

.

.

.

58 thoughts on “RAUDHAH

  1. Kalau di bagian wanita aku menunggu kloter terakhir Om sekitar jam 10-an menjelang Raudhah ditutup untuk persiapan sembahyang Zuhur biasanya kloter terakhir itu rombongan Melayu maklum kita mungil mungil jd yang terakhir aku biasanya baris yang paling belakangan jadi bisa lama disana kecuali waktu hbis dan askar siap siap ngusir kita. Kalau habis Maghrib apalagi tengah malam pasti sesak sekali.

  2. Insya Allah ini tidak riya, Om.. membaca pengalaman om NH akan bermanfaat bagi yang lain. Meskipun belum bisa kesana lagi, tapi sharing om NH membuat aku terkenang semua perasaan indah itu. Makasi ya om.. ditunggu sharing yang lainnya.

  3. Subhanalllah………kemudahan yang didapat di Rhaudah adalah karunia terbesar dari Allah swt.
    Semoga perjalanan spiritual ke Tanah Haram ini memberikan karunia dan barokah dari Allah swt ,aamiin…………………

    lihat foto diatas itu membuat kerinduan makin menjadi untuk mengunjungi Rasulullah saw

    salam

  4. Berdesak-desak namun Alhamdulillah bisa sholat di situ
    Terima kasih atas artikelnya yang semakin membangkikan niat dan tekad untuk bisa kembali lagi ke sana. Amin
    Salam hangat dari Surabaya

  5. Selamat ya om… Smoga amal ibadah umrohnya diterima oleh Allah.. Smogga kami yg belm berkesempatan ke tanah suci, segera menyusul.. Amiiin. 😊

    Beruntung sekali bs dpt tempat di raudhah. Askarnya baik bgt.

  6. saya kadang merasa heran dengan perilaku beberapa jamaah yang ada ditanah suci, sebaagian diantara mereka terkadang melupakan makna sabar. Sehingga di tempat-tempat mustajabah termasuk raudhah, seringkali emosi antara sesama muncul. Sebuah kondisi yang seharusnya dihindari. Dan sebagian lagi, ketika sudah mendapatkan tempat di raudhah nggak segera memberikan kesempatan lainnya untuk bermunajad di sana. Duh mesti menata kembali hati kita nggih Pak ?

  7. 1. Keadaan yang penuh sesak bahkan bahu aja sampe dilangkahi, tapi Om tetap mencoba mengerti tidak terpancing emosi
    2. Teta berusaha untuk khusyu dalam keadaan seperri itu
    3. Memilih untuk tidak berlama-lama di sana dengan alasan ingin bertenggang rasa. Padahal bisa aja, kan, kita berpikir ‘kapan lagi? mumpung ada di sana. Kesempatan untuk berlama-lama, siapa tau gak bs ke sana lagi’

    3 poin itu bikin saya terharu, Om. Dan saya rasa mungkin itu yang membuat Om akhirnya diberi tempat yang nyaman. Krn sy denger-denger, kalo di sana itu penuh keajaiban. Apa yang kita perbuat suka langsung dpt ganjarannya.

    Tapi sy hanya sebatas mendengar, krn blm pernah ke sana. Hanya Alla yang tahu. Yang jelas saya terharu bacanya. Insya Allah postingan ini tdk riya’, Om

  8. desain payung tersebut juga ada di salah satu masjid di Indonesia, saya lupa masjid mana.
    Alhamdulillah mendapat kemudahan dalam beribadah, semoga ini bagian dari kebaikan yang selalu di sebarkan oleh om trainer.

  9. Subahanallah. . .
    Saya baru tahu tentang raudhah ini, Om. Begitu istimewanya, ya. Saya yakin, artikel ini akan sangat bermafaat dan menjadi referensi yang baik untuk yang membutuhkan, Om.

    Senangnyaaaa. . .

  10. Subhanallah.. Merinding saya membacanya Om..
    Entah kenapa, setiap kali membaca atau mendengarkan cerita sahabat yang baru kembali dari tanah suci, ada getaran luar biasa di hati saya Om.. Sungguh, saya benar-benar sangat ingin juga merasakan nikmatnya ibadah di sana Om.. Semoga kami sekeluarga bisa mengikuti jejak Om sekeluarga..

  11. pu selalu terkenang suasana ketika kita di raudhoh. suasana batin yang tak biasa. saling membaur antara jamaah meskipun tak satu negara. apalagi raudhah itu tempat mesjid nabawi di jaman Rasullullah masih ada ketika belum direnov. tak terbayang dulu Rasullullah pernah di situ juga, merinding.
    alhamdullillah share om membuat pu ingin lagi kesana om…
    waktu dulu pu kesana malam-malam, dari luar jalan masuk ke raudhah seperti jalan masuk ke lorong dan suatu tempat yg gimanaaa gitu, seperti perjalanan ruh…hingga akhirnya di kawasan raudhah manusia dr berbagai bangsa sudah berjejalan dan kita masih berusaha untuk sampai di karpet hijau, seperti usaha kita menuju syurga Allah di padang mahsyar nanti…
    Semoga sahabat mendapatkan keberkahan pada Ramadhan Tahun ini, lancar dalam beribadah dan lancar dalam memperbaiki diri, amiin. Pu

  12. Selalu takjub menikmati postingan Masjid Nabawi dalam keindahan dan keagungannya, mengawali perjalanan spiritual kelg Dhimas NH di Tanah Suci. Salam

  13. Om. DUh komenku tadi kemana yaa… hehe…

    Om.
    Fotonya kurang banyak.
    Saya rindu ingin melihat Masjid Nabawi dan Madinah seperti apa sekarang…
    Dulu kita juga mengiap dekat sekali dengan masjid, di Oberoi Hotel.
    Semoga ibadahnya lancar ya Om….

  14. Selamat om yach…ada kisah dan getar yang luar biasa setelah sampai di tanah idaman membawa sejuta keindahan…selamat beribadah dan semoga senantiasa dimudahkan olehNYA

  15. Alhamdulillah.. Ikut bahagia liam om NH bisa sholat di taman surga Raudhah.. semoga kelak saya bisa pula sholat disana aamiin

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s