Diposkan pada RENUNGAN

SANTUN


 .

Mari bicara santun sodara
Mari menulis santun sodara

Sepertinya kata ”Santun” … sudah menghilang dari kosa kata kita
Hilang dari perbendaharaan perilaku kita

Lihat dimana-mana
Di Jalan … Di Panggung Kampanye … Di layar Kaca …

Penuh sumpah serapah …
Penuh caci maki
Kasar …
Brutal …

Dari Sinetron …
Talk Show … Wawancara … Infotainment …
Sampai … Reality Show …
Rasanya kurang kumplit kalau tidak disertai dengan …

Baku Caci yang tak berseni …
Baku Maki yang tak terperi …

– 

Mengapa mesti begitu … ?

Mau mengkritik …
Mengemukakan Pendapat …
Debat … Adu argumen …
Klarifikasi … menggunakan hak jawab …
Memberikan Statement Public Relation …

Itu pasti Boleh-boleh saja …
Dijamin undang-undang bahkan …

Namun …

Tak bisakah semua itu di lakukan dengan Santun

 Santun sama sekali tidak mengurangi substansinya bukan ???
Santun tak mengurangi wibawa anda bukan ???

So …

Mari berjiwa Santun …
Mari berperilaku Santun …

 

Kita mulai dengan …

 

Bicara Santun dan … Menulis Santun …

 

Sekarang !!!

.

.

Penulis:

I am just an ordinary person who work as a trainer. who wants to share anything he knows ... No Matter how small ... No Matter how simple.

24 tanggapan untuk “SANTUN

  1. Jangan lupa, yg kelihatannya santun-pun bisa nyelekit lho. Simak saja baku sindir yg sekarang sedang marak diantara capres/cawapres, mereka santun-santun … Dunia perpolitikan kita memang masih sebatas semon-semonan (yg ini bahasa ludrukan suroboyo) …

  2. ampun Om ampun …
    Om nyentilnya nggak main-main nih
    *main-main kok nyentil sih Om … 🙂
    (saya juga kadang suka gelisah sendiri, kalau kemudian saya sadar .. aduh postingan yang itu, nggak santun banget … atau dah terlanjur klik submit komentar … yang aduhhh .. kenapa saya komentar begitu … ini kan dunia blog .. dunia kata-kata, mana bisa lihat ekspresi kita …
    Jadi intinya Om, kalau saya ada salah-salah kata, mohon dimaklumi ya Om .. piss Om …Piss ..

  3. Jadi malu hati nih… Makasih Pak, sudah mengingatkan…

    Btw, komentar penglarisnya, bikin saya tersenyum simpul. (Sok ketawa santun… padahal terkikik-kikik..)

  4. permisi pak, saya mau komen… (santun kan?)

    saya cuma mau bilang, kalau saya sangat tidak suka sekali dengan reality show. mereka telah dengan sukses membodohi masyarakat kita. prihatin, benar-benar prihatin… yuk, dengan santun kita tinggalkan saja acara2 tersebut…

    dengan segala kerendahan hati, maafkanlah saya, bila komen saya tidak santun… 😉

  5. Tulisannya Om serius banget.. tumben (bener kata Om 🙂 ).
    Tapi pas baca komen para komentator.. jadi senyum-2 n ketawa-2 sendiri.. hehehe..

    *gak santun nih, malah ngomentarin komentator 😀

  6. *ikutin Mas Afdal*

    Menulis: SANTUN

    hihi

    OOT
    Om, anak saya nih.. umur 4 taon udah bisa ngomong :
    “Hey , you jerk!”…. kebanyakan nonton tipi.. padahal, orangtuanya santun lho.. 😦

  7. tok..tok..tok..
    assalamu’alaikum..
    permisi… ada org disini..?!

    Kalo gitu dah cukup sopan dan santun lom, om :mrgreen:

    *kambuh OOT-nya 😛

  8. Selamat siang om NH, kalo boleh, saya akan meninggalkan bakasan meskipun saya bukan ahli bahasa:

    *Sepertinya kata ”Santun” … sudah menghilang dari kosa kata kita*

    “santun” sebagai kata menurut saya belum hilang Om, buktinya masih banyak dipakai dalam postingan ini, namun “santun” sebagai sifat dari rangkaian kata-kata dalam tulisan maupun tutur, benar sudah mulai memudar

    *Hilang dari perbendaharaan perilaku kita*

    nah… kalau yang ini saya setuju.

    Mari kita berbicara dan berlaku santun, jangan sebaliknya, apalagi menyunat santunan bagi orang orang yang patut disantuni. Terima kasih kami ucapkan untuk para dermawan yang telah rela menyantuni anak-anak yatim.

    (*mohon maaf saya terkekeh, “he..he..he…”*)

    Permisi Om, saya undur diri setelah meninggalkan balasan ini, seraya berkata “santun….” (*sampun maksudnya)

    salam,

  9. sekarang tuh sudah ga ada lagi tatakrama..kata sebagian roang sih udah ga jaman semua pada berlindung kepada HAM…apa HAM…dikit dikit HAM…..

    Semua krena aturan manusia yang ga berlandaskan lagi akan ajaran agama yang dipegang masing-masing karena buat sebagian orang agama itu hanya urusan kita dan Tuhan dilingkungan sendiri…tapi kalau pas kerja atau hal lainnya ya ga ada hubungannya kan begitu cara berpikir orang

    jadinya nih pak….yang namanya santun jangankan keorang lain ke diri sendiri bahkan orang tua rasanya sudah mulai memudar…

    mungkin karena akibat apa yang kita makan dan minum dari jalan ga bener

  10. pak En ha….kalau di Jawa….walau santun kelihatannya, tapi bisa saja menyakitkan atau nylekit.
    Nah,,kalau sekarang yang kita lihat di TV, di media lain…nggak ada lagi yang SANTUN….
    Lha kalau pemimpin dan orang orang besar saja tidak SANTUN…trus rakyate piyeee ???/

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s