Diposkan pada TRAVELLING

PERJALANAN PANJANG (#3)


Ini kelanjutan dari Postingan …
PERJALANAN PANJANG … rute Surabaya – Palembang

PERJALANAN PANJANG (#2) … Palembang – Jambi

Dan ini adalah cerita Rute terakhir perjalanan saya … nyetir sendirian … dari Surabaya ke Padang …

5. Jambi – Padang
Hari ke Lima … Rute terakhir … Berangkat dari Jambi pagi hari. 
Beberapa kilometer selepas kota Jambi, Saya di cegat lagi sudara-sudara … (aaaahhhh nasibmu dik-dik … )

Kali ini yang mencegat adalah … Suku Anak Dalam … Sebuah komunitas suku terasing di Propinsi Jambi. 
Ya … saya baru pertama kali melihat mereka secara langsung … suku terasing yang ada di negeri merdeka ini …

Dan saya bersyukur kemarin sempat mampir di kantor Area Jambi … 
Dari hasil ngobrol-ngobrol di kantor kemarin … mereka sempat bercerita mengenai suku ini … yang kadang keluar dari hutan dan mencegat kendaraan yang melintas di jalan lintas Sumatera ini … sekedar untuk meminta makanan atau uang ala kadarnya… Saya diberikan kiat-kiat bagaimana menghandel mereka jika dicegat. 
(kuncinya berikan apa saja … asal merata).

 (CERITA LENGKAP MENGENAI HAL INI ADA DISINI …)

(teman narablog saya yang lama i.e ChiC, Lala dan Ven … rupanya yang masih mengingat postingan saya yang ini …)

Ya … singkat kata … Saya bisa lepas dari cegatan mereka … hanya dengan menyebarkan batangan-batangan rokok ke pinggir jalan … mereka sibuk berebutan mengambil rokok-rokok itu … sehingga lupa dengan mangsa cegatannya … Dan saya pun bisa santai melenggang … tancap gas meneruskan perjalanan … Dan memang benar apa kata tim area Jambi … Mereka sama sekali tidak berniat jahat … walaupun wajah mereka kelihatan seram.  Mereka hanya bermaksud meminta barang sedikit, … derma dari kita …

Setelah itu … perjalanan lancar tidak ada gangguan … saya pun bisa menikmati pemandangan alam Sumatera yang indah dan perawan itu … Menikmati jalan halus lintas Sumatera dengan sangat nyaman … Sampai di Padang hari sudah malam …

Dan di Padang ini lah … saya akan tinggal sementara.  Untuk bekerja disana.

Ini sebuah petualangan … yang bagiku pribadi … mengesankan sangat …
Sebuah perjalanan yang Panjang … yang tidak akan pernah bisa saya lupakan …

Menyitir kata-kata Uda Vizon di komentar postingan sebelumnya …
Ini adalah … “Sebuah perjalanan panjang … mencari cinta … ” (halah)

Kenapa begitu ??? … karena saya justru menemukan jodohku di Kota Padang ini … !!! 🙂

Dan jika anda tanya, (seperti pertanyaan dikomentarnya … Reva Lee dan Juga Anna Fardiana ? … Maukah Trainer napak tilas … melakukan perjalanan serupa … Nyetir sendirian lagi … Surabaya – Padang … lagi … Atau Apakah balik dari Padang pake nyetir mobil lagi sendirian ke Surabaya ???

Saya akan segera berkata … ”OH NO … !!! …  NO, THANK YOU …!!!”

 —

(Hahahha … Trainer gak berani … udah merasa tua dia … !!!)

 

FWI …

Ketika saya tinggal di Padang pun …
Karena tuntutan tugasku … saya harus berkeliling supervisi pasar di Seluruh Sumatera Barat.
Ke Solok, Batu Sangkar, Payakumbuh, Padang Panjang, Bukit Tinggi, Pandai Sikat, Silungkang, Pariaman, Pasaman, Danau Diatas, Danau Dibawah,  dan sebagainya …

Dan semua itu … saya lakukan dengan menyetir mobil sendiri …

Cuma Sumatera Barat saja ?
Oh tidak … saya juga supervisi sampai ke Propinsi Riau … ke Pekanbaru, Bangkinang, Duri, dan sebagainya …
Juga merambah ke wilayah Sumatera Utara … Padang Sidimpuan, Sibolga, Purba lama, Purba baru dsb.  Tetap dengan TAFT GT …

… dan … tetap sendirian …!!!

 (What an experience …)

.

.

Penulis:

I am just an ordinary person who work as a trainer. who wants to share anything he knows ... No Matter how small ... No Matter how simple.

31 tanggapan untuk “PERJALANAN PANJANG (#3)

  1. kerjanya sales supervisor ya om? keliling2 gitu sih? produknya apa? hehehe

    consumer goods kah??;p

    btw jadi ceritanya kapok ya gak mau ngulang lagi seandainya bisa…. tapi kan ketemu jodohnya disana ,berarti one way or the other emang harus terjadi juga dong perjalanan ini??

  2. setuju dengan bundo om…
    pengen cerita mengenai pertemua om dengan seorang gadis minang ketika di padang om…
    hehe 🙂
    oh ya om, ada PR untuk om dari sil..hehe 🙂

    ambil di blog sil ya om

  3. Wuiiih, sebuah perjalanan menakjubkan!!, penuh tantangan dan pengalaman yg sangat berharga tentunya…
    Btw saudara kita itu menggunakan bahasa Indonesia juga ya om??. Salut deh buat om yang berani berjalan sendiri melalui daerah-daerah yang rawan seperti itu…

  4. bertanya-tanya kenapa Opa bikin postingan ini dengan diakhiri “Sebuah perjalanan panjang … mencari cinta …

    hmmmmmm.. mau ulang tahun perkawinan ya Opa? :mrgreen:
    *sok tau*

  5. Ini masih ada sambungannya ga om? saya kok penasaran dengan pertanyaan Isil yang sedari kemarin dilontarkan? Mengenai kisah pertemuan Om Trainer dengan seorang gadis Minang itu???

    Salam

  6. Pengalaman yang luar biasa Om…
    Terbayang betapa menegangkannya perjalanan panjang itu.
    Yang dahsyatnya, itupun dilakukan sendirian.
    Syukurlah, semuanya berujung kebahagiaan, terutama beroleh “cinta sejati” di sana… 🙂

  7. penasaran denger cerita baliknya… padang – surabaya

    apakah bunda sudah menemani perjalanan baliknya shg tdk sendirian lagi Tuanku Rajo Mudo …. ??

    atau hanya body saja yg balik, tapi hatinya telah tertaut 🙂

  8. Catatan Perjalanan yang enak dibaca Om…
    Allah selalu punya Rencana terbaik bagi HambaNya, semua tidak pernah Luput dari KEhendakNya, sampai akhirnya hatinya Om, tertaut di Kota PAdang…Sungguh rencana Yang Hebat dariNya, dan skenario yang asyik untuk selalu dikenang…Subhanallah…

  9. wow…ternyata perjalanan cintanya hebat bener ya om 😀
    kalau kata orang memang susah dapatnya susah juga lepasnya 😉

    dan kamu sudah keluar masuk pasar di SUMBAR, apakah sudah keluar masuk pasar di Duri? pasarnya kan cuman dua pasar sebanga dan pasar mandau…hehehehehe

  10. Wow, thnaks a lot sudah membagi cerita ttg gmn menghadapi suku Anak Dalam, Om. Sangat berguna kalau keluarga Pane kami mau melebarkan travelling sampai Sumatra, ke tanah leluhur di Medan misalnya 😉

    Sayangnya, Om gak foto2 sama mereka :mrgreen:

  11. Hmm perjalanan menarik, menantang, dan mengundang bahaya…syukurlah selamat sampai di tujuan.
    Saya memahami, terutama dari cerita teman-teman yang ditempatkan di daerah, bahwa kita harus sedia makanan dan minuman, kadang terjebak pohon tumbang dan bisa semalaman nginep di hutan.
    Untung om nggak sampai harus menginap di hutan ya

any comments sodara-sodara ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s