Diposkan pada RENUNGAN, VOLUNTEERING

LAST MINUTE CANCELLATION

(Batal pada saat-saat terakhir)

Ini tentang Kelas Inspirasi

Sebagian teman-teman yang mengenal saya, pasti mengetahui bahwa saya beberapa kali mengikuti kegiatan relawan di program Kelas Inspirasi.  Mengajar sehari di SD negeri sederhana, agar anak-anak itu semangat untuk belajar dan mengejar cita-citanya dengan jujur, kerja keras, pantang menyerah dan mandiri.  Tentu disertai doa yang tak putus-putus.

(photo by Abdul Rohmat)

Mekanismenya, kita (para relawan) akan dibagi per kelompok sesuai dengan SD yang akan kita tuju.  Dan selama persiapan, kita berkomunikasi secara virtual melalui group WA.

Ketika mengikuti program ini, beberapa kali kami mengalami suatu hal yang sedikit mengganggu.  Yaitu adanya relawan yang mengundurkan diri, batal mengikuti kegiatan ini.

Memang ini adalah kegiatan kesuka-relawanan.  Tak ada paksaan.  Namun jika ada yang membatalkan keikut sertaannya, tentu akan sedikit mengganggu mekanisme persiapan yang sudah dilakukan.  Apalagi jika pembatalan tersebut baru diinformasikan … satu hari sebelum hari H.  (Bahkan ada yang mengundurkan diri pada saat hari H)(Dan percaya atau tidak … ada pula yang menghilang begitu saja tanpa berita).  (… cling …)

Alasannya?

Macam-macam.

1.Musibah
Ada yang mundur karena kena musibah atau ada keluarga yang sakit.  Nah kalau ini sangat bisa dimengerti.  Dan kita para relawan pun pasti sangat memaklumi.  Case closed.

2. Pekerjaan
Ada pula karena alasan pekerjaan.  Tidak dapat cuti, load pekerjaan sedang banyak, ada pekerjaan mendadak dan juga ada perintah untuk ke luar kota. 
Alasan yang ini sebetulnya bisa diminimalisir, jika relawan yang bersangkutan mempunyai rencana yang matang dan bersungguh-sungguh untuk mengikuti program ini.  Jauh hari sebelum hari H seharusnya dia sudah meminta izin cuti. Kalau perlu melakukan lembur untuk menuntaskan pekerjaan sebelum hari H. Berdiskusi dengan atasan dan kolega untuk berbagi tugas dan mengalokasi beban kerja antar anggota tim, termasuk di dalamnya jika ada potensi dinas keluar kota pada tanggal yang ditentukan.  (Ya saya tau ini tidak semudah membalikkan tangan, namun hal tersebut tidak mustahil, jika kita lakukan dengan semangat positif)

3. Lain-lain
Nah kalau yang ini menarik nih …

Sependek pengalaman saya, ada beberapa hal lain yang bisa membatalkan relawan untuk ikut kegiatan pada hari H.  Di antaranya: tidak dapat tiket (jika ybs dari luar kota), tidak dapat penginapan, tidak dapat izin dari pasangan dan sebagainya.  Sekali lagi, hal ini seharusnya bisa diminimalisir jika relawan mempunyai rencana dan persiapan yang baik.

4. Tak diketahui sebabnya
Percaya atau tidak, (seperti yang sudah saya sebutkan di atas) saya mengalami beberapa kali kejadian di mana ada relawan yang mengundurkan diri begitu saja, tak ada berita pada saat hari H.  Tak ada kata maaf pula setelahnya.  Dan kalau sudah begini, kami hanya bisa mengurut dada.

.

Pertanyaannya : Apakah Om Trainer pernah mengundurkan diri?
Pernah.  Saya pernah mengundurkan diri.  Tahun 2016. Saya lupa bulannya.  Waktu itu situasinya adalah saya mendaftar ke salah satu kegiatan Kelas Inspirasi di sebuah kota.  Namun satu hari setelah saya mendaftar, tiba-tiba ada proyek pekerjaan baru yang dilimpahkan kepada saya, yang saya prediksikan akan belum selesai pada saat hari H nanti.  Sehingga ketika ada pemberitahuan bahwa saya dinyatakan lulus untuk ikut Kelas Inspirasi di kota tersebut, saya langsung bicara dan mohon maaf pada Fasilitatornya bahwa saya mengundurkan diri.  Dan itu waktunya adalah :  sebulan sebelum hari H.

(Dan ternyata … proyek pekerjaan saya tersebut bisa selesai lebih cepat dari yang direncanakan sehingga kalau saya mau, sebetulnya saya bisa saja ikut mengajar saat hari H.  Namun saya tetap mengundurkan diri, karena program Kelas Inspirasi ini bukan “terminal” di mana orang bisa seenaknya saja keluar masuk sesuka hatinya)

.

Melihat pengalaman-pengalaman tersebut, kami para relawan selalu mempunyai back up plan jika ada relawan yang tiba-tiba mengundurkan diri.  Jadwal acara yang kami buat, kami sesuaikan sedemikian rupa agar fleksibel dan bisa menyiasati kondisi jika ada relawan yang mundur pada saat hari H.

Namun di atas itu semua, pelajarannya adalah …

Apapun yang kita lakukan, baik itu kegiatan profesional maupun kegiatan kesukarelawanan hendaknya kita semua mempunyai rencana yang baik.  Dan selalu siap dengan cadangan alternatif rencana lain jika situasi berubah.

Daaannn … komunikasi adalah kunci.   Jika anda berhalangan ikut suatu kegiatan, apalagi kegiatan yang melibatkan sekelompok orang … mbok ya o … kasih berita … kasih informasi.  Kalau bisa jauh-jauh hari sebelumnya,

Setuju?

Salam saya

.

.

.

 

Diposkan pada VOLUNTEERING

KI TANGERANG SELATAN

Sudah lama sekali rasanya saya tidak bercerita tentang kegiatan volunteering saya yang satu ini.  Sebuah kegiatan sukarela yang bernama Kelas Inspirasi dari Program Indonesia Mengajar.  Gerakan cuti sehari untuk mengajar di SD-SD negeri sederhana.

Terakhir saya menulis mengenai kegiatan Kelas Inspirasi di Karawang.  Sebetulnya ada lagi beberapa Kelas Inspirasi lain yang saya ikuti, namun tidak sempat saya ceritakan di sini, yaitu ketika saya ikut Kelas Inspirasi (KI) Serang 1 (September 2015), KI Bogor 3 (Oktober 2015), KI Bandung 4 (Februari 2016), KI Jakarta 5 (May 2016), KI Depok 3 (Oktober 2016).

Sekarang saya ingin bercerita tentang Kelas Inspirasi Tangerang Selatan, yang baru saja kemarin saya ikuti, Senin, 14 November 2016

img-20161112-wa0026
(foto by @nh18)

Kelas Inspirasi kali ini menjadi terasa istimewa bagi saya, karena kebetulan saya bertempat tinggal di Tangerang Selatan.  Ini rumah saya.  Kinilah saatnya menjadi relawan di “negeri” sendiri.

Ada beberapa hal yang bisa saya catat untuk pelaksanaan Kelas Inspirasi Tangerang selatan.

Hal tersebut adalah :

1.Lokasi Sekolah

Selama ini saya mendapatkan jatah mengajar di tempat yang jauh dari tempat tinggal saya.  Kali ini saya mendapat tugas untuk mengajar di sebuah SD negeri yang jaraknya hanya 3 km saja dari rumah.  Aahhhh nikmatnya.  Kalau biasanya saya musti berangkat jam 5 (bahkan kadang jam 4 pagi) untuk mengejar waktu agar tidak terlambat sampai ke sekolah.  Kini saya bisa berleha-leha, bisa berangkat jam 6.30 tanpa takut terlambat.  Hawong sekolahnya hanya 5-10 menit berkendara.

img-20161112-wa0018
(foto by @nh18)

.

2.Profesi

Profesi yang ditekuni oleh rekan relawan kali ini juga relatif beragam.  Bahkan ada beberapa profesi yang saya belum pernah dengar sebelumnya.  Saya satu team dengan mereka yang berprofesi sebagai wedding organiser, praktisi human capital, peneliti kebijakan, auditor, tutor sewing & craft, konsultan riset, arsitek, health & safety environment, arsitek, pengabdi bantuan hukum, ahli hukum, praktisi kuliner anak,  pengajar tari, copy writter dan sebagainya.

Yang unik adalah ada satu rekan relawan yang punya dua profesi.  Dan dia menerangkan ke dua macam profesi tersebut di dua kelas yang berbeda, masing-masing dengan perlengkapan dan cara mengajar yang berbeda pula. (heboh tapi asik …!)

Kalau mau jujur, sebetulnya yang terinspirasi bukan saja anak-anak, tapi juga para inspiratornya bisa saling belajar satu sama lain.

cabeudik31
Jangan cari saya, saya memang tak ada di foto ini.  Udah nggak kuat loncat-loncat … hehehe …  (photo by Robby Darmawan)

.

3.Jadwal Mengajar

Entah mengapa saya merasa kali ini jadwal mengajar saya terasa sangat ringan.  Walaupun ada beberapa orang yang mengundurkan diri pada saat hari H, namun karena jumlah relawannya masih lebih banyak dari rombongan belajar dan jumlah lokal kelasnya, jadwal mengajar kami masih bisa di tanggulangi tanpa mengeluarkan tenaga yang ekstra.

Di beberapa tempat saya mengajar sampai 5 atau 6 kelas, namun kali ini saya hanya mengajar 3 kelas saja.  Ini pun sudah berikut jadwal tambahan mengajar karena ada pengajar yang tiba-tiba mengundurkan diri pada hari H karena sakit.  (Awalnya malah saya diskedulkan hanya mengajar 2 kali)(hehehe kipas-kipas)

cabeudik3
(photo by : Robby Darmawan)

.

Jadi demikianlah …

Sekali lagi, Kelas Inspirasi kali ini terasa lain.  Terasa lain karena : “Saya menjadi relawan di “negeri” saya sendiri”  di lingkungan tempat tinggal saya.

Sesungguhnya Anda tidak akan pernah tau …

Bahwa anak-anak itu bisa saja terinspirasi hanya dari mendengar dan melihat cara anda bicara, cara anda berpakaian, cara anda membawa diri, memperhatikan apa yang anda bawa, apa yang anda terangkan …

So … mari iuran kebaikan !

Hanya dengan cara berbicara positif, berperilaku positif, dan berpikiran positif !

cabeudik32
(photo by Robby Darmawan)

Salam saya

om-trainer1.

.

.

.

.

Diposkan pada ARTIKEL, VOLUNTEERING

KI KARAWANG 1 : CERITA TENTANG SEKOLAH YANG RIMBUN

(juga tentang Orang Tua Wali Murid, Spanduk Selamat Datang, Bapak UPTD dan si Gembala Sapi)

Untuk yang kesekian kalinya saya berhasil lolos seleksi untuk menjadi relawan pengajar di program Kelas Inspirasi.  Mudah-mudahan anda tidak bosan membacanya.  Kali ini saya menjadi relawan di KI Karawang 1.

Bagi yang baru pertama kali mendengar kelas inspirasi, saya ingin jelaskan sedikit tentang program ini.  Ini adalah program sukarela tanpa muatan kepentingan apapun.  Bentuknya berupa gerakan para profesional untuk cuti bersama dan turun mengajar selama satu hari di sekolah-sekolah dasar negeri yang sederhana.  Tujuannya adalah agar anak-anak dapat terinspirasi dari cerita profesi yang diterangkan oleh para relawan tersebut.   Agar mereka dapat termotivasi untuk menggantungkan cita-citanya setinggi mungkin.

Alhamdulillah saya pernah ikut program ini di kota Bogor 2, Depok 2, Bekasi 2, Cilegon 1, Jakarta 4, Serang 1, Bogor 3, Bandung 4,  dan kini Karawang 1.  (angka setelah nama kota itu artinya batch/angkatan)(Jakarta 4 artinya Angkatan ke 4 di kota Jakarta)

Entah mengapa saya tidak pernah bosan mengikuti seleksi untuk menjadi relawan di berbagai kota.  Mungkin karena saya selalu mendapatkan hal-hal baru dari setiap pengalaman mengajar saya di berbagai SD tersebut.

Lalu sekarang ? Cerita apa yang saya dapat dari KI kali ini ?

Ini adalah pengalaman saya ketika mengajar di KI Karawang 1, tanggal 11 April 2016.

Saya mendapat penempatan untuk mengajar di SD Negeri Taman Mekar 4.  Letaknya di Kampung Kereteg, Desa Taman Mekar, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang.

.

1.Rimbun

Ya Rimbun !  Itulah kesan pertama saya.  Mari kita simak foto-foto berikut ini.

Taman Mekar 4(1)

Ada tumbuh pohon besar di tengah lapangan (saya kurang tau namanya, entah beringin atau apa ?) .  Sekeliling sekolah pun penuh pohon-pohon besar. 

kar1

Pepohonan ini membuat suasana sekolah menjadi teduh.  Seperti lokasi wisata hutan buatan (padahal bukan).  Beberapa hari yang lalu, ketika survei ke sekolah ini di sore hari, saya menemui beberapa anak bermain taplak gunung di bawah pohon.  Menyenangkan. Adem.

IMG-20160331-WA0048

.

2.Spanduk Selamat Datang

Ya.  Ini hal yang sangat remeh temeh.  Tetapi boleh percaya boleh tidak, dari sembilan kali pengalaman saya mengikuti program KI, baru kali inilah kami disambut dengan spanduk selamat datang.  Sekali lagi,  ini hal yang sangat sederhana.  Terlihat tak ada artinya.  Hanya selembar spanduk.  Namun bagi kami para relawan, hal ini sangat menyejukkan hati.  Spanduk tersebut menunjukkan ketulusan dan kegembiraan mereka menyambut kami.  Dan itu sudah lebih dari cukup untuk membuat kami bahagia dan merasa berarti.

kar2

.

3.  Orang Tua Wali Murid

Ini juga hal yang unik yang baru saya dapatkan di KI Karawang.  Kehadiran orang tua murid.  Ibu Kepala Sekolah dengan cerdasnya mempergunakan kesempatan ini untuk sekalian mengumpulkan orang tua murid agar mereka juga ikut menyaksikan program KI.  Sebuah inisiatif yang patut saya acungi jempol.  Orang tua sengaja beliau undang untuk rapat komite sekolah (sekalian menyaksikan anak-anaknya bergembira bersama kami para relawan).  Tentu saja kami jadi lebih bersemangat.  (Salah seorang rekan kami, relawan yang sudah senior kebetulan ada yang berprofesi sebagai motivator, beliau menjelaskan tentang KI dan memberikan pesan-pesan untuk para orang tua murid)

kar3

Lho memang sebelumnya belum pernah ada di SD lain ?

Belum ! Saya belum pernah mengalami hal seperti ini.  Biasanya beberapa orang tua memang ada yang datang ke sekolah, tetapi itu dalam rangka menjemput anaknya, (terutama anak kelas 1 dan 2).  Dan itu hal yang rutin mereka lakukan setiap hari.

.

4.Unit Pelaksana Teknis Daerah Pendidikan

Ini adalah nama sebuah jabatan.  Jujur saya tidak tau persis mengenai posisi ini dan apa tugasnya.  Namun demikian jika saya tidak salah interpretasi ini adalah semacam “kepala dinas” pendidikan untuk tingkat kecamatan.  Beliau bertugas untuk memantau, mengevaluasi, membina, mengarahkan seluruh aktifitas pendidikan di tingkat kecamatan Pangkalan.

Ketika kami melaksanakan program KI di SDN Taman Mekar 4, bapak UPTD atau katakanlah pejabat yang berwenang untuk bidang pendidikan, berkenan untuk datang dan meninjau jalannya kegiatan ini.

Apa istimewanya ?

Ini istimewa menurut saya.  Karena selama saya ikut KI di kota-kota sebelumnya, saya tidak pernah menemui satu orang pun pejabat berwenang di bidang pendidikan datang langsung ke tempat kami mengajar.  Baru di KI Karawang ini saya mengalaminya.  Ini sederhana, namun sekali lagi perhatian dari aparat berwenang setempat sungguh membesarkan hati kami.

(Note : Yang saya tau beberapa Walikota, seperti Walikota Bogor dan Walikota Bandung memang menyempatkan diri untuk datang ke beberapa SD, dan meninjau kegiatan ini di wilayah masing-masing)(tapi bukan ke tempat saya mengajar)

Saya didatangi pak UPTD aja bangganya setengah mati, apalagi kalau didatangi Bupati atau Walikota ya ?

.

5. Gembala Sapi

Letak sekolah SDN Taman Mekar 4 ini masuk ke dalam, sekitar setengah kilometer dari jalan utama Teluk Jambe – Pangkalan.  Di kiri kanan jalan, sawah menghampar.  Jalannya sempit.  Beginilah kira-kira penampakannya

kar4

Jam 6 pagi ketika saya sampai di jalan kecil menuju sekolah ini, mobil saya terhadang oleh tiga ekor sapi.  Dua sapi dewasa dan satu sapi yang masih anak-anak.  Mobil saya berhenti, menunggu yang terhormat tuan sapi lewat.  Sapi-sapi ini digiring oleh seorang bapak-bapak berpenampilan sangat sederhana.  Kaus lusuh dan celana pendek.  Beliau tersenyum dan saya pun tersenyum memaklumi.  Namanya juga sapi, pasti jalan semaunya saja.  Bapak itu segera menepikan sapi-sapinya dan mobil saya pun perlahan bisa jalan kembali.  “Punten paakkk …” (begitu saya menyapa bapak gembala itu).  Dan diapun menyahut “Mangga Pak … maap ya Pak”

Ternyata beberapa jam kemudian, saya bertemu kembali dengan Pak Gembala Sapi ini.  Dia sudah berpakaian rapi dan mengenakan batik terbaiknya.  Mau tau dia siapa ? Ternyata Pak Gembala Sapi ini adalah ketua komite sekolah.  Dialah yang memimpin jalannya rapat para orang tua murid.  Kami sempat ngobrol dengan bapak Gembala ini ketika waktu istirahat.

Sekali lagi ini juga pertama kalinya saya temui.  Ketua Komite sekolah datang ke acara Kelas Inspirasi.   Again, hal sederhana, tapi sangat berkesan bagi saya.

Kesungguhan masyarakat kecil untuk sekuat tenaga, memperhatikan pendidikan anak-anaknya.  Demi masa depan mereka.

Jadi demikianlah cerita dari Kelas Inspirasi Karawang kali ini.

Bagi orang lain mungkin terasa biasa saja, tak ada istimewanya.

Namun cobalah sekali-sekali anda ikut Program Kelas Inspirasi, iuran membangun pendidikan untuk anak negeri.  Anda baru bisa merasakan indahnya perasaan yang saya alami hari ini … Senin 11 April 2016, di SD Negeri Taman Mekar 4, KI Karawang 1.

Salam inspirasi

om-trainer1

Diposkan pada ARTIKEL, VOLUNTEERING

KELAS INSPIRASI (2)

Ini adalah tulisan sambungan dari postingan saya yang sebelumnya tentang Kelas Inspirasi

(Kelas Inspirasi adalah program yang digagas oleh Indonesia Mengajar.  Para profesional diundang untuk cuti satu hari dan mengajar di sebuah sekolah dasar secara sukarela.  Mereka akan menjelaskan apa profesinya kepada anak-anak.  Agar anak-anak SD tersebut terinspirasi)

Di tulisan sebelumnya saya sudah menjelaskan mengenai proses awal untuk mengikuti program Kelas Inspirasi (KI).  Yaitu : melihat jadwal, mendaftar dan mengikuti proses seleksi.  Saya terangkan juga di sana, proses seleksi relawan itu perlu dilakukan karena biasanya yang mendaftar banyak, sementara kapasitas terbatas.

Panitia akan mengumumkan hasil seleksi relawan melalui web site atau melalui pemberitahuan ke e mail masing-masing. 

Jika kita dinyatakan tidak lulus seleksi maka jangan kecil hati.  Coba lagi di kota-kota berikutnya !

Jika kita dinyatakan lulus seleksi maka berikut ini adalah proses-proses selanjutnya yang akan kita lalui.

Kita akan dikelompokkan menjadi kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 10 – 18 orang.  (FYI : banyak atau sedikitnya anggota disesuaikan dengan besar-kecilnya sekolah dasar yang akan dituju).  Masing-masing tim akan didampingi oleh satu orang fasilitator.  Fasilitator tugasnya adalah menjadi penghubung antara panitia KI, pihak sekolah yang dituju dan juga para relawan.  Fasilitator biasanya sudah mempunyai pengalaman mengikuti KI sebelumnya, sehingga dia bisa bertindak sebagai konsultan timnya bilamana diperlukan.

Nah setelah tim terbentuk, proses selanjutnya yang akan kita jalani adalah sebagai berikut

1.Membuat kelompok diskusi

hp

Fasilitator akan membuat group diskusi secara online (biasanya memakai WhatApp).  Ini berguna untuk memudahkan komunikasi antar anggota group, selama masa persiapan.  Forum komunikasi ini sangat penting mengingat domisili para relawan bisa jadi lokasinya berjauhan.  Disiplin untuk selalu memantau forum diskusi ini menjadi hal yang harus diperhatikan oleh para relawan agar tidak ketinggalan berita.

.

2.Memilih ketua tim dan seksi-seksi

org
(hanya contoh)

Untuk memudahkan koordinasi, sebaiknya dipilih ketua tim, sekretaris dan bendahara.  Plus beberapa pic (person in charge) sesuai keperluan.  Biasanya yang diperlukan adalah pic survei, pic acara, pic perlengkapan dan pic konsumsi.  (FYI setiap kelompok akan berbeda-beda cara pengaturannya.  Tidak ada hal yang baku dalam hal ini)

.

3.Survei Sekolah

sd padek1
(SDN Padek 1, KI Serang)

Ini hal yang sangat penting untuk dilakukan.  Relawan diharapkan melakukan survei pendahuluan ke sekolah dasar yang akan dituju.  Melihat situasi dan juga meninjau lokasi.  Naik apa kesana, rute kendaraannya bagaimana dan seterusnya

Saat survey kita juga diharapkan bisa bertemu dengan pihak sekolah untuk menggali informasi yang kita butuhkan.  Informasi yang paling mendasar biasanya adalah data jumlah lokal kelas, jumlah rombongan belajar, dan jumlah murid per kelas.  Setelah itu kita menggali juga informasi mengenai latar belakang siswa, keluarganya, mata pencaharian orang tua dsb. 

Hal ini penting kita ketahui agar kita bisa merancang rencana mengajar dengan baik.  Jangan lupa untuk menanyakan juga jadwal sekolah masuk jam berapa, istirahat jam berapa dan pulang jam berapa.  (note : KI tidak boleh mengubah jadwal keseharian mereka).  Akan bagus juga jika kita sempatkan waktu untuk ngobrol dengan anak-anak di kantin atau di halaman sekolah ketika mereka istirahat.  Anggap saja ini pemanasan untuk lebih mengenal mereka, calon audience kita nanti.

Ada banyak tim yang setelah melakukan survei, sekalian dilanjut dengan rapat atau diskusi untuk membahas langkah-langkah selanjutnya (mumpung ngumpul)(karena biasanya sangat sulit mencari waktu untuk bertemu karena setiap relawan mempunyai kesibukan sendiri-sendiri)

Saya pribadi menganggap survei ini sangat penting.  Hampir di setiap KI yang saya ikuti, saya pasti melakukan survei lokasi terlebih dahulu.

.

4.Rundown acara

Hal selanjutnya yang harus didiskusikan adalah merancang acara.  Untuk mempermudah kami biasa membaginya menjadi tiga bagian besar.  Opening – acara inspirasi – closing

Opening adalah semacam upacara pembukaan di lapangan.  Di acara ini kita akan menjelaskan kepada anak-anak tentang apa itu KI, perkenalan singkat dan juga melakukan sedikit kegiatan “energizing”, penyemangat agar anak-anak lebih antusias mengikuti “pelajaran” hari ini.  Bisa berupa menyanyi, gerak-gerak badan, yel-yel, permainan kecil dan sebagainya.  Tidak perlu lama-lama agar energi tidak terkuras habis disini.

darihp 1 (343)
(contoh jadwal mengajar)

Selanjutnya adalah acara inspirasi.  Acara pokok.  Siapa, mengajar kelas mana, jam ke berapa !  Ini memerlukan pemikiran tersendiri.  Bagaimana mengatur sejumlah inspirator yang ada, dengan waktu yang terbatas serta lokal kelas yang tersedia, sedemikian rupa agar didapat penyebaran yang optimal.  Satu “jam pelajaran” biasanya antara 30-40 menit.  Pembagiannya pun diusahakan seadil mungkin.

Dan terakhir adalah acara penutupan.  Biasanya anak-anak dikumpulkan lagi di lapangan dan kita melakukan ritual untuk penyemangat anak-anak agar termotivasi mengejar cita-citanya.  Bentuknya bisa macam-macam sesuai dengan kreatifitas masing-masing.  Acara penutup ini tidak kalah pentingnya.  Karena kesan pada acara penutupan inilah yang biasanya lebih diingat oleh anak-anak.

.

5. Support

samsung1 (45)
(salah satu materi komunikasi)(SDN Kedung Waringin, KI Bogor #3)

.

Ini adalah prentilan-prentilan yang harus juga kita pikirkan agar proses KI bisa berjalan dengan baik.  Perlengkapan, design materi komunikasi (spanduk ? poster ? vertical banner ? dll), stationery, konsumsi dan sebagainya.

Support tergantung dari rundown acara yang kita kreasikan.  Semakin kompleks bentuk acaranya maka keperluan logistik support juga akan semakin ribet.

Satu yang perlu diingat, jangan sampai kita mengkreasikan acara sedemikian kompleks.  Sedemikian heboh.  Persiapan sedemikian panjang, menguras energi dan waktu, sehingga kita melupakan fokus inti / substansi pokok kelas inspirasi.  Substansi pokok adalah tetap “lesson plan” ataupun rencana pengajaran masing-masing.  Bagaimana caranya menjelaskan profesi masing-masing ke depan anak-anak usia sekolah dasar.  Dari kelas 1 sampai dengan kelas 6

6. Lesson Plan

IMG-20151029-WA0005
(SDN Kedung Waringin, Bogor)(photo by Putri)

Lesson plan atau rencana mengajar adalah inti dari segalanya.  Ini semacam skenario pribadi.  Apa yang akan dilakukan, dikatakan, dipraktekkan, didemokan, diperlihatkan dimainkan di depan kelas, dari menit ke menit.  Perlengkapan apa yang dibutuhkan ? Alat peraga ? Gambar ? Demo ? Games ? dan sebagainya.

Dalam waktu 30 – 40 menit kita harus menerangkan profesi kita kepada anak-anak SD itu.  Siapakah aku ? Apa profesiku ?  Apa yang dilakukan profesiku setiap hari saat bekerja ? Apa peran-manfaat profesiku di masyarakat ? Bagaimana cara menjadi aku ?  Tentu dengan bahasa dan cara yang mudah dimengerti oleh anak-anak.

Dan menurut saya … disinilah seninya.  Disinilah letak menarik dan menantangnya !

Jadi demikianlah, seluruh rangkaian program Kelas Inspirasi mulai dari saat pendaftaran sampai dengan persiapan hari inspirasi.

Sesungguhnya tidak ada hal yang baku, di setiap Kelas Inpirasi yang saya ikuti selalu saja ada hal yang baru yang memperkaya wawasan dan pengalaman saya pribadi.

Semoga saja anak-anak itu bisa menikmati apa yang para relawan berikan pada saat hari Inspirasi.

Mari terus menginspirasi !

Salam saya

om-trainer1.

.

.

.

Diposkan pada VOLUNTEERING

KELAS INSPIRASI

kismall

Mungkin sudah banyak yang mengetahui bahwa saya beberapa kali berkesempatan untuk ikut berpartisipasi di sebuah program sukarela yang bernama Program Kelas Inspirasi dari Indonesia Mengajar.

Program Kelas Inspirasi adalah kegiatan yang mewadahi profesional dari berbagai sektor untuk ikut serta berkontribusi pada kemajuan pendidikan di Indonesia.  Para relawan pengajar tersebut akan cuti satu hari secara serentak untuk mengunjungi dan mengajar di sebuah Sekolah Dasar.

Apa yang diajarkan ?

Kita tidak mengajar mata pelajaran umum seperti matematika, IPS atau olah raga.  Para relawan hanya bercerita mengenai profesinya masing-masing kepada anak-anak SD tersebut.  Tentu dengan bahasa sederhana yang dimengerti oleh mereka.

Harapannya, para siswa akan memiliki lebih banyak pilihan cita-cita, serta menjadi lebih termotivasi untuk memiliki mimpi yang besar.  Cita-cita yang tinggi.  Cita-cita yang akan diraih dengan penuh doa dan usaha.  Usaha yang jujur, mandiri, pantang menyerah dan kerja keras.

Prinsip sikap dasar gerakan ini ada tujuh : sukarela, bebas kepentingan, tulus, siap belajar, ambil bagian langsung, siap bersilaturahmi dan tanpa biaya.  Kalaupun ada biaya, itu hanyalah iuran para relawan untuk perlengkapan acara dan keperluan alat mengajar di sekolah masing-masing.  Sikap-sikap dasar inilah yang membuat saya tertarik untuk ikut.

.

Gimana sih caranya Om, kalau mau ikutan ?

Gampang saja. Berikut adalah langkah-langkah yang biasanya saya tempuh. (note : Saya akan menyingkat Kelas Inspirasi dengan “KI” saja)

.

1. Waktu dan Tempat
Yang pertama adalah kita harus mempelajari jadwal KI yang ada.  Biasanya saya melihat di : www.kelasinspirasi.org.  Di sana ada daftar kapan dan di kota mana saja KI akan dilangsungkan. (BTW : selain dari website tersebut, informasi tentang jadwal KI juga sering kita temui di social media)

Setelah dapat jadwalnya, kita tentu harus mencocokkan dengan ketersediaan waktu dan mobilitas kita.  Misalnya saya.  Saya bertempat tinggal di Tangerang Selatan.  Saya harus memperhitungkan jarak dan waktu tempuh dari rumah saya ke kota tujuan KI.  Untuk alasan kemudahan aksesibilitas, sejauh ini saya hanya memilih beberapa kota yang relatif dekat dengan Tangerang Selatan saja, yaitu Bogor, Depok, Bekasi, Jakarta, Serang dan Cilegon.

Sebetulnya bisa saja kita memilih kota yang jauh dari tempat tinggal kita. Bahkan di luar pulau sekalipun.  Itu terserah anda.  Ada banyak relawan yang menggunakan kesempatan KI ini untuk sekalian pulang kampung.  Misalnya Fulan yang berasal dari Magetan. Ketika ada program KI di Magetan, Fulan ikut mendaftar, dengan harapan dia bisa sekalian pulang kampung dan berbakti pada pendidikan di daerah asalnya itu. 

Ada pula yang menggunakan kesempatan ini untuk berwisata atau travelling ke kota-kota yang belum pernah dia kunjungi.  Itu sah-sah saja.  Sekali rengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui.  (Silakan anda memilih kota mana saja, toh biaya ditanggung sendiri bukan ?!)

.

2. Mendaftar
Sudah ketemu waktu dan kota yang pas ? Kini saatnya kita mendaftar.  Pendaftaran dilakukan secara on line.  Bisa melalui www.kelasinspirasi.org , lalu klik “info lengkap”.  Anda akan diarahkan ke website KI di masing-masing kota.

Isi form data diri anda, seperti nama, pendidikan, pekerjaan, nomer kontak dan sebagainya.  Selain itu, calon relawan juga diminta untuk menuliskan apa motivasinya mengikuti KI ini. 

Para relawan bisa mendaftar sebagai pengajar atau fotografer atau videografer.  Syarat untuk bisa menjadi pengajar adalah sudah mempunyai pengalaman bekerja lebih dari dua tahun.  Sementara untuk menjadi fotografer atau videografer, harus menyertakan website/social media yang memuat karya-karya foto/video masing-masing untuk dievaluasi.

(BTW : Fungsinya memang sengaja dipisahkan antara pengajar, fotografer dan videografer.  Ini bertujuan agar pengajar tetap fokus pada aktifitas mengajarnya dan tidak “kecentilan” sibuk dengan urusan foto memfoto saat mengajar.   Ada relawan khusus, yaitu fotografer dan/atau videografer yang memang bertugas untuk mendokumentasikan seluruh aktifitas KI hari itu)

Jika form sudah diisi lengkap dan di“submit”, panitia biasanya akan mengirimkan notifikasi melalui e mail yang menyatakan bahwa data sudah diterima dengan baik. 

.

3. Proses Seleksi

Selanjutnya tim panitia rekrutmen KI akan menyeleksi calon-calon relawan berdasarkan form pendaftaran yang masuk secara on line tersebut.  Jadi saran saya, ketika anda mengisi form pendaftaran, cantumkanlah data dengan lengkap dan tuliskan motivasi anda dengan bersungguh-sungguh. Sehingga panitia rekrutmen tertarik untuk memilih anda. Form pendaftaran adalah satu-satunya tiket untuk bisa masuk menjadi relawan KI.

Kok di seleksi Om ?
Ya ini memang harus diseleksi karena yang mendaftar biasanya membludak (apalagi kalau KI di kota besar).
  Setelah proses ini, kita tinggal tunggu pengumuman dari panitia. Go or No Go !

Sependek pengetahuan saya, ada pengecualian untuk beberapa profesi dan pekerjaan.  Mereka tidak perlu mengikuti seleksi.  Ini biasa disebut sebagai relawan yang mempunyai “Wild Card”.  Mereka biasanya adalah public figure, pejabat tinggi negara, artis, musisi, orang terkenal, profesor/guru besar/peneliti senior di suatu perguruan tinggi, aktifis Program Indonesia Mengajar/Kelas Inspirasi ataupun tokoh-tokoh lainnya.  Jujur saja keikut sertaan mereka, membuat kami para relawan “biasa” ini menjadi lebih bersemangat.  (Eh Addie MS ikutan lho.  Wah ada Ringgo Agus Rahman.  Wow Dinda Kanya Dewi di sebelah saya.  Itukan Chikita Fauzi anaknya Marissa Haque dst dst dst  )

.

What Next ?

Terus kalau seandainya terpilih … apa yang harus saya lakukan Om ?

Itu akan saya ceritakan di postingan berikutnya ya … agar tidak terlalu panjang.

Stey cun ya cun … !

kinh

Salam saya

om-trainer1.

.

.