OLAH-RAGA atau …

Minggu pagi …
Jam Enam Pagi …
Sibuk sekali …

Mengenakan celana Jersey mahal selutut, T Shirt bermerek seperti yang dipakai Federer.  Kacamata Oakley seperti pemain Ski Alpen.  Sepatu ? … tentu saja merek terkenal yang harganya Tiga jutaan dong … baru kemarin di beli di Pondok Indah Mall …
Tidak lupa asesories lainnya … Topi Cap Tiger Wood, Wrist Band, Waiste Bag dan juga knee protector.  Mantaff lah … 

Kesibukan yang sama juga ada pada sang istri …
Topi golep terbuka diikat berpita dibelakang … tak henti-henti di patutkan didepan cermin … jangan sampai merusak tatanan sasakan rambut yang susah-susah di tata semalam di salon langganan.  Sampai-sampai tidur pun mesti tengkurap.
Asesories lainnya juga tidak kalah heboh dengan sang suami … (kacamata Aigner segede jengkol, wrist band … dan Sepatu Ellesee warna pink … dengan kaoskaki senada
Wajah di make up dengan riasan blush on, lipstick dan maskara yang anti luntur tentunya.Melulur seluruh tangan dan kaki dengan Sun Block agar kulit tidak hitam … semprot parfum Paris mahal sana sini … Beres. 

Acaranya ??? … Jelas Mau Ke Gelora Senayan … 

Ahhhh … pasti mau Jogging nih, Olah raga, or driving atau paling tidak ikut senam aerobik di kawasan Olah Raga terbesar di  Indonesia itu … (atau mungkin menghadiri upacara peresmian acara gerak jalan sehat massal dalam rangka ultah suatu departemen ??) 

Ternyata bukan … sodara-sodara …, anda salah besar kalau menyangka mereka mau (benar-benar) berolah raga ke Senayan …  

Acaranya adalah … hanya untuk nongkrong “Makan Bubur Ayam” dan minum “Teh Botol” … yang dijual di mobil – mobil toko di seputaran Senayan itu. 

Eeeeeaaallaaahhh … Persiapannya itu loh … heboh bener … kayak atlit beneran. 

(Memang terus terang lapak keramaian pasar kaget dan pujasera Senayan ini jauh lebih ramai dan heboh dibandingkan dengan yang benar-benar berniat berolah raga ). 

Keringat mengucur bukan dari hasil berolah raga … namun justru dari hasil tawar menawar dengan pedagang lapak, kepedesan sambal bubur ayam dan juga berdesak-desakan dengan sesama “atlit belanja jongkok” dan “atlit kuliner” dadakan pagi itu …. (olah raga dalam bentuk lain bukan ?) 

BTW ini sedikit di “hiperbolisasi” berdasar pengamatan on the spot beberapa bulan lalu di Senayan …

Mudah-mudahan sekarang sudah tidak begitu lagi suasananya … 

Oh iya maaf … Ini sebetulnya judulnya adalah … KATRO edisi berolah raga !!! 

(huhahahhaha) 🙂

KATRO WITH MP3 Player

Ini adalah perilaku katro yang lain lagi.

Yang berkaitan dengan penggunaan gadget masa kini. MP3 player, Ipod Nano, berikut earphone dan head setnya.

Katro adalah :

  • Menonton konser musik di Plenary Hall JCC dengan tetap selalu memakai Ear Phone I pod di kedua telinganya. Oh Iya … Ipod nya selalu digenggam lho … dan selalu dipencet-pencet… bukan di kantongi (mungkin biar semua orang tau Gadget seharga 3 jutaan nya itu …). Ketika saya intip I Podnya … Volume distel hampir maksimum … dan sepertinya Artis di panggung dan Artis di Ipod agak berbeda …lagunya pun pasti berbeda tentu … (lalu Apa yang didengarkan yah ???)(… Buat apa dia datang di konser ?? or Buat apa dia mengenakan I Pod) 
  • Satu lagi cerita mengenai Ear phone/headset. Saya pernah menemukan … seseorang di busway koridor 1 Blok M – Kota yang terus memakai head set/ear phone yang tersambung di HP Walkmannya (seri W keluaran terbaru yang 4 jutaan…) …, kepalanya manggut-manggut, mulutnya “nggremeng “ menyanyikan lagu “LimpBizkit”, … tapi ternyata kok HP nya dalam posisi … OFF. (HP nya mati ya mbak ..???)(iya Baterenya abis …)(kalo abis kenapa juga earphonenya mesti bertengger terus ya ???)(lepas ngapah …) 
  • Keluar dari Kos-kosan earphone sudah di pasang di telinga, berjalan ke pangkalan ouchek earphone tetap nempel, naik ouchek nempel, sampe di halte busway, naik busway, turun busway semua juga tetap dengan earphone bertengger dikuping. Ketika sampai halaman kampus buka tas … baru mengeluarkan HP MP3 playernya … dan baru menyambungkan kabel earphone ke mp 3 playernya di halaman kampus ?. Biar aman katanya … lho kalo gitu selama ini dari kos-kosan ke kampus earphonenya nyambung kemana ? … Yaaa gak nyambung ke mana-mana … ujung yang satu nempel di kuping … ujung yang lain di kantongin aja … nggak kesambung kemana – mana … biar gaya aja … %^$$#^T&*(0 (HAH) 
  • Yang terakhir … seorang pemuda masa kini dandanan bak VJ Daniel, rambut spike, gaya jalan model Rap negro Detroit. Head set / Earphone bertengger di kupingnya tersambung di I Pod Nano mutahir yang 4 giga … mulutnya komat kamit bernyanyi mendendangkan lagu dari group musik papan atas My Chemical Romance … tapi pas diperiksa dengan seksama ternyata lagu yang sedang diputar di Ipodnya berjudul “Gelas-gelas kaca …” (versi remix-huahahahha)

Katro – katro … Duit dan alat-alat gadget mutahir mahal tidak bisa menyembunyikan selera asli.

KATRONYA ORANG BER HP

(Tukul sering melontarkan kata-kata Katro ini …)(ini adalah istilah bahasa “prokem” lama tahun 80 an yang dimunculkan kembali untuk mengekspresikan perilaku kampungan dan norak). Aku punya definisi sendiri untuk menggambarkan perilaku Katro ini.  Aku akan bagi menjadi beberapa episode.  Episode pertama adalah Katronya orang Ber HP

Si Katro berhand phone adalah …

  •  Memaksa diri membeli telfon genggam canggih 3.5 G, dengan segala kenggulan yang fully featured itu … hanya untuk SMS dan menelfon saja …

 

  •  Mengaktifkan loudspeaker / speaker phone on, tetapi tetap menelfon dengan menempelkan HP di kupingnya … (plus mondar-mandir tentunya …)(maksudnya mungkin berbaik hati memperkenankan masyarakat disekitarnya untuk turut serta mendengarkan lawan bicaranya juga … agar tak disangka ngomong sendiri)(tapi kenapa juga mesti meletakkan HP di telinga)(Speaker on pula)

 

  •  HP nya seri special edition perancang busana terkenal berharga 11 jutaan … tapi ringtone nya … “Stop … kau mencuri hatiku … hatikuuuuuu …” atau “basah-basah-basah … diri ini basah”)

 

  • Baru mulai mengaktifkan HP dan memencet nomer, plus bertelfon dan berbicara keras-keras justru ketika kaki baru melangkah pas boarding di pintu masuk pesawat … di dalam pesawat ngomong keras-keras …”aku udah bording nih … nanti jemputnya jangan terlambat ya ..bla-bla-bla” (yang menurut saya seharusnya bisa di lakukan di waiting room… bukan didalam pesawat).
  • (Lho kalo gitu ngapain aja dia di waiting room ..???
    Yaaa … Kalo nggak Tidur … ya nggodain Ground staff yang menye-menye itu ) (biasanya yang model begini ini … sengaja belakangan masuk kepesawat …)(mungkin agar semua mata tertuju ke dia kali ya)(uuhhh so nice everybody watch me and wait for me )(serasa orang penting )

 

  •  Sengaja pura-pura sibuk dan berlama-lama membiarkan HPnya berdering tidak dijawab-jawab.  Agar semua orang tau nada Ring Tone terbaru yang baru di don lot nya …(yang biasanya tiap hari berganti-ganti …)(biar trendi katanya …)(kadang lagu, kadang suara binatang, kadang suara orang bicara logat daerah dst …)
    (apa maksudnya coba … tiap hari ganti ring tone …)(norak bener …)

 

  •  Jika terjebak dalam situasi satu ruangan dengan seorang Bhuwley … si Katro langsung reflek mengangkat HPnya … pura-puranya bicara penting berlama-lama dengan temannya di HP … (padahal HP itu tidak tersambung kemana-mana).  Hanya supaya tidak diajak ngomong Inggris oleh si Bule … (si Katro tidak bisa bahasa Inggris rupanya).  Yang lucunya sedang asik (pura-pura) telfon itu … justru HP nya berdering … (hehehe).  Bule ini pasti mikir : “This guy is talking to himself recently … what the hell is going on with you man ?”  … “ (This is what we call … Katro mister … !!!)

SO … pernahkah anda KATRO ? (tunggu episode perilaku katro lainnya …)(believeme kadang-kadang suka gak masuk di akal …)

.