Posted in ARTIKEL

JAWILAN : NOSTALGIA INTERAKSI BLOGGER JAMAN DULU

Ada suatu masa di mana para blogger melakukan sebuah mekanisme interaksi, seperti layaknya surat berantai.  Blogger A menjawab pertanyaan tertentu, tulis di blognya lalu melemparkan pertanyaan yang sama kepada beberapa blogger yang lain.  Dan blogger yang lain ini harus menjawab pertanyaan yang sama, menuliskannya di blog, lalu dan melemparkannya kembali kepada teman-teman yang lain lagi.  Demikian seterusnya.

Beberapa ada yang menambahkan award ini award itu, sematkan logo di widget dan sebagainya.  Untuk lucu-lucuan saja.  Namun dengan berjalannya waktu hal tersebut sudah lama tidak lagi dilakukan.

Sampai akhirnya hari ini saya mendapatkan jawilan dari Ety Abdoel, untuk melakukan lagi apa yang dulu pernah kami lakukan itu.

Note : Saya kenal Mbak Ety ini sudah cukup lama.  Dan kita pun pernah bertemu saat perhelatan akbar Blogger Nusantara di Jogyakarta tahun 2013.  Mbak Ety duduk tepat di belakang saya ketika kami naik bis menuju homestay di desa wisata Tembi.

Saya langsung menjawab pertanyaan yang diajukan yaaa …

1.Siapakah nama guru SD yang pertama kali teringat? Dan apa cerita asik tentang beliau?

Tidak lain dan tidak bukan adalah almarhum Bapak Hanafi.  Tanpa mengecilkan peran guru-guru SD saya yang lain, saya menganggap Pak Hanafilah guru yang menginspirasi saya.  Beliau yang mengajak saya untuk ikut kompetisi pelajar teladan se kabupaten.  Cerita lengkapnya ada di sini : https://theordinarytrainer.wordpress.com/2009/11/25/pak-hanafi/

Al Fatihah untuk beliau

2. Siapakah nama teman SMP yang teringat pertama kali dan apa cerita asik tentangnya?

Sebut saja namanya Rico.  Anaknya kecil, kulitnya hitam, giginya agak “maju”.  Tapi anak ini bakatnya luar biasa.  Sekalipun badannya kecil namun dia adalah kiper terbaik di sekolah saya.  Jika diperlukan diapun bisa bertindak sebagai penyerang, gelandang atau bek tim sepak bola sekolah kita.  All rounder.  Selain olah raga Rico ini juga pintar main gitar.  Saya sedikit banyak belajar main gitar karena melihat dia.

3.Apakah kuliner di luar kotamu yang teringat pertama kali, di mana lokasinya dan apa keistimewaannya?

Saya bukan petualang kuliner.  Namun jika ditanya hal ini, maka sontak saya katakan Nasi Uduk Nyai, lokasinya ada di depan mesjid Al Ittihad, daerah Ciputat.  Dekat rumah saya.  Ini nasi uduk paling enak yang pernah saya makan.  Tempatnya sih biasa aja, tapi enaknya “Betawi” banget.

4. Pernah baca koran edisi cetak sebulan terakhir ini? Kalau pernah apa nama korannya dan bacanya di mana?

Saya masih langganan koran Kompas versi cetak.  Tapi hanya untuk edisi hari Sabtu dan Minggu saja.  Bacanya di mana ? ya di rumah saya.

img_20160929_170131_hdr

5.Jika kamu sempatkan meletakkan gadgetmu, kemudian melihat sekeliling di tempat umum, apakah kamu melihat keberagaman (manusia) yang ada? Apapun jawabannya , maka apakah yang ada di benak mu melihat hal ini.

Selalu.  Saya selalu (berusaha) melihat lingkungan di sekitar saya.  Apa yang ada di benak saya ketika melihat hal tersebut ?  Macam-macam.  Tergantung apa yang saya lihat.  Bisa bersyukur, bisa kasihan, bisa senang, bisa kagum dan … jujur … bisa juga sebal.  (apa lagi kalo ngeliat orang yang nyelak antrian dan buang sampah sembarangan)

6. Apakah angkutan umum terakhir yang kamu naiki, Asik ga sih perjalanan mu?

Tanggal 24 Agustus 2016, Pesawat Garuda Indonesia GA-0641.  Dari Bandara Sultan Hasanuddin ke Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Tangerang.  Asik atau tidak ? Biasa saja.  50% tidur.  40% main sudoku. 10% makan siang.

Eh sebentar, jika taksi juga dianggap kendaraan umum, maka sebetulnya kendaraan umum yang terakhir yang saya gunakan adalah Taxi.  Di tanggal yang sama, 24 Agustus 2016.  Dari Bandara Cengkareng ke rumah saya.  Asik atau tidak ? biasa saja.  80% tidur, 20% ngobrol dengan driver taksi plus bayar ongkos.

7. Apakah pagi ini sempat melihat matahari terbit ?

Pas terbitnya banget? Tidak, saya tidak melihat.  Tertutup gedung-gedung.  Namun jika sedikit agak keatas? ya saya melihat.  Terutama saat saya berkendara mengarah ke Timur.  Silaw men …

Tujuh pertanyaan berhasil saya jawab.

Enaknya dapet jawilan itu, kita jadi punya bahan untuk postingan di blog kita.

Apakah saya mau menjawil teman yang lain ? Seperti yang dulu selalu saya lakukan, saya tidak pernah mencolek teman lain.  Hahaha …

Namun kalau temen-temen pengen saya jawil? Ya silakan menulis di blog masing-masing yaaaa …

salam saya

om-trainer1

.

.BTW :

Ternyata kata jawil itu sudah masuk di KBBI lhoooo …

.

Posted in ARTIKEL

CHERRY

cherry
(sumber : clip-art, MS Powerpoint)

Namanya Cherry.

Nama yang lucu cantik dan imut bukan ?  Ini adalah nama seekor kucing betina yang sekarang kami pelihara. 

Rumah kami itu bagaikan terminal tempat mampirnya para kucing liar mencari makan.  Ada banyak kucing yang datang dan pergi setiap harinya.  Kami memang sengaja menyediakan makanan makanan kucing ala kadarnya, di halaman samping.  Sehingga jika waktu makan tiba, entah breakfast, brunch, lunch ataupun dinner para kucing itu biasanya sudah seliweran di sekitar rumah mencari jatah makanan. 

Mereka semua tidak pernah kami ajak masuk ke dalam rumah.  Mereka semua di luar.  Kalaupun sekali dua ada yang masuk, itu pasti nyelonong, memanfaatkan melengnya si empunya rumah.

Sampai suatu ketika, beberapa bulan yang lalu, salah seorang teman Bunda menawari anak kucing yang (saat itu) baru berusia 3 bulan untuk kami pelihara.  Bentuknya lucu, ekornya panjang, bulunya lebat.  Berwarna abu-abu.  Konon jenisnya adalah kucing Persia Medium.

Cherry, si kucing Persia Medium ini memang lucu.  Tingkahnya menggemaskan.  Sering kami ajak bermain-main dengan pita, bola dan mainan lainnya.

Namun …

Ada satu hal yang sampai sekarang kami sulit mengajarinya.  Yaitu masalah buang air kecil dan buang air besar (toilet training?).  Sebetulnya kami sudah menyediakan bak dengan pasir khusus untuk dia pub atau pis.  Tapi rupanya kucing ini manja.  Suka protes.  Jika baknya sudah ada kotoran,  dia nggak akan mau pub atau pis di situ lagi, sampai kita membersihkannya.  Sehingga jika kita terlambat membersihkan bak pasir tersebut, niscaya dia akan pub dan pis di mana-mana, di tempat yang dia inginkan.  Jika dia berkenan pipis di depan pintu dia akan pipis di sana.  Jika dia sedang berkenan untuk pub di kamar tamu, tak peduli ada badai sekalipun dia akan pub di sana (ya ini lebay, biar keliatan drama)

Dan anda tau kan? pub dan pis kucing itu baunya seperti apa ?

Sehingga jika teman-teman berkenan datang ke rumah, jangan heran kalau ada sedikit aroma-aroma Cherry nya ya … eeehhh maksud saya aroma pub dan pisnya Cherry

Salam saya

om-trainer1.

.

.

.

Posted in ARTIKEL

KESEMPATAN BERTANYA

(Ini tentang serba-serbi melamar pekerjaan)

Salah satu proses penting dalam seleksi penerimaan pegawai adalah interview atau wawancara.  Proses interview yang baik biasanya selalu diakhiri dengan sesi memberikan kesempatan bagi kandidat calon karyawan untuk menanyakan hal-hal yang ingin dia ketahui.  Agar terjadi komunikasi dua arah yang seimbang (i.e tidak seperti sedang interogasi maling ayam)

Berdasarkan pengalaman saya beberapa tahun menangani proses rekrutmen karyawan di suatu perusahaan multinasional, ada banyak tipe-tipe pertanyaan yang biasanya dilontarkan oleh para kandidat calon karyawan tersebut.

Hal yang biasa ditanyakan mereka di antaranya adalah :

  • Hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan (i.e gaji, benefit, remunerasi, tunjangan kesehatan dan sebagainya)
  • Hal-hal yang berkaitan dengan masa depan, jenjang karier dan pengembangan diri.
  • Menanyakan perkembangan performa perusahaan? omset naik atau turun? Profit perusahaan dsb.
  • Produk/layanan yang dijual apa saja ?
  • dan hal-hal umum lainnya

Namun disamping hal-hal yang umum tersebut, kadang ada satu dua pertanyaan yang sanggup membuat saya tertegun beberapa saat.  Tertegun karena tidak siap ditanya dengan pertanyaan yang “sedemikian rupa”.  Pertanyaan yang ajaib.

Pertanyaan sedemikian rupa seperti apakah ?

Berikut ini adalah beberapa contohnya :

  1. “Pak, … kita nanti boleh milih dapet mobil dinas yang matic nggak ?
    • (belum tentu dapat jatah mobil dinas, tapi dia sudah minta yang macam-macam)
  2. “Pak, … perusahaan ini punya grup Band yang anggotanya karyawan nggak ?
    • (huahahaha … mantan anak Band rupanya !)(ente mau kerja apa mau nge-band?)
  3. “Bulan depan saya mau liburan ke Australia, kalo saya keterima boleh nggak waktu masuknya nanti diundur sampai sekembalinya saya dari sana?
    • (guweh suka gaya eloh, pede abis!)(Ini perusahaan nenek moyangnya)(belum masuk udah ngatur-ngatur)
  4. “Nanti meja kursinya warna apa Pak? Soalnya saya kurang suka warna coklat”
    • (penting banget nggak sih !)(segala warna dibahas)
  5. “Pak, emang si “xxx” yang penyanyi terkenal itu, kerja di sini juga ya ?”
    • (kalo iya kenapa? ente mau poto bareng tiap hari ama dia ?)
  6. “Pak saya boleh bawa ikan cupang saya nggak ?”
    • (aktifis penyayang binatang cyint)

Asik kaaannn pertanyaannya ?

Namun dari sekian banyak pertanyaan “unik” yang pernah disampaikan oleh para calon karyawan itu ada satu pertanyaan yang cukup menyentuh.

“Mohon maaf sekali Pak, nanti gaji saya untuk tiga bulan, bisa dibayar di depan nggak?  Kami sedang butuh biaya untuk mengobati orang tua yang sakit.  Sekali lagi maaf kalau saya lancang Pak”

Jujur untuk pertanyaan yang satu ini saya betul-betul speechless.  Perlu waktu beberapa saat untuk menjawab pertanyaan tersebut.  Walaupun jawabannya sudah jelas tidak bisa, tapi saya harus memilih kata-kata yang tepat untuk menanggapi pertanyaan ini dengan bijak.

Jadi demikianlah …

Sebetulnya tidak ada pertanyaan yang salah, selama itu disampaikan dengan kata-kata yang baik dan cara yang sopan.  Namanya juga nanya kan … ?

Namun ketahuilah, sebetulnya dari isi pertanyaan tersebut, interviewer yang berpengalaman pasti dapat menangkap motivasi bekerja (dan juga prediksi peri laku) dari masing-masing kandidat yang melamar ke perusahaannya.

So …

Hati-hatilah mengajukan pertanyaan !

 

Salam saya

om-trainer1

.

.

.

Posted in THE TRAINER, TRAINING

SIMPLE ICE BREAKING

123

Dear Pembaca semua,

Sudah lama saya tidak menulis tentang aktifitas training and development di blog ini.  Rasanya kangen juga untuk menulis tips-tips atau cerita-cerita menarik di seputaran aktifitas pelatihan dan pengembangan.

Kali ini saya akan membagi sebuah aktifitas selingan sederhana untuk membuat suasana kelas menjadi lebih fun, meriah dan hidup.  Aktifitas ini biasa disebut juga “ice breaking”, pemecah kebekuan

Aktifitas ice breaking yang akan saya bagi kali ini, kita sebut saja “the missing two” (angka dua yang hilang)

Caranya :

Babak Pertama :

  1. Minta audience untuk berdiri berpasangan.  Jika audience ganjil maka mintalah bantuan admin training, petugas hotel, satpam, office boy atau siapa saja yang bersedia, agar jumlah peserta menjadi genap.  (sebisa mungkin bukan anda yang melengkapi menjadi genap)(karena Anda akan fokus memimpin ice breaking ini)
  2. Pasangan tersebut harus berhitung dari satu sampai tiga saja :”satu … dua … tiga … satu … dua … tiga dst dst.  Tek tok-an secara bergantian.
    • A : Satuuuu
    • B : Duaaaa
    • A : Tigaaa
    • B : Satu
    • A : Dua
    • B : Tiga
    • dst … dst
  3. Aktifitas ini dilakukan beberapa kali, namun dengan kecepatan yang ditambah

Babak Ke Dua

  1. Tantangan dipersulit.  Setiap orang yang (seharusnya) mendapat giliran untuk menyebut angka dua.  Tidak boleh menyebut angka dua.  Penyebutan angka dua diganti menjadi sebuah kata tertentu.
  2. Terserah kreatifitas anda untuk mengganti kata tersebut dengan kata apa.  Bisa : “Top”, “Keren”, “Asik”, “Mantap”, “Care”, “Sukses” atau kata-kata lucu lainnya
  3. Dialog akhirnya kurang lebih menjadi seperti ini …
    • A : Satuuuu
    • B : “Haseekk”
    • A : Tigaaa
    • B : Satu
    • A : Haseekk”
    • B : Tiga
    • dst … dst
  4. (Perhatikanlah : biasanya kelas mulai cekikikan)

Babak Ke Tiga :

  1. Tantangan dibuat heboh lagi. 
  2. Setiap orang yang (seharusnya) mendapat giliran untuk menyebut angka dua.  Tidak boleh menyebut angka dua.  Penyebutan angka dua diganti menjadi sebuah gerakan tertentu.
  3. Dan gerakan tersebut harus berganti-ganti.  Berikan mereka kebebasan untuk berkreasi.
  4. Percakapan akan menjadi seperti ini :
    • A : Satuuuu
    • B : (tangan mengepal merdeka)
    • A : Tigaaa
    • B : Satu
    • A : (loncat)
    • B : Tiga
    • A : Satu
    • B : (lidah melet, menjulur keluar)
    • dst … dst
  5. (Lihat bagaimana mereka akan heboh cekakakan saling mentertawakan satu sama lain)

Sangat sederhana bukan ?

Tidak perlu alat apa-apa.  Tidak perlu persiapan yang ribet.  Namun saya sudah membuktikan bahwa aktifitas ini sangat efektif untuk membuat kelas menjadi segar riang, semangat penuh energi.

Ice breaking ini cocok dimainkan kapan saja.  Di pagi hari ketika akan memulai training atau di siang hari setelah istirahat makan siang dan sholat.

Warning : Ice breaking ini sebaiknya dimainkan JANGAN lebih dari 15 menit.

Mengapa ? Karena kalau lebih dari itu, biasanya perserta akan bosan.  Dan akhirnya momentum kelas menjadi anti klimaks.  Lebay dan berlarut-larut.  Tujuan ice breaking untuk membuat peserta training bersemangat menjadi tidak tercapai.

Kunci rahasia ice breaking yang sukses adalah … : “BERHENTILAH … justru ketika suasana kelas sedang heboh-hebohnya” … (biar peserta penasaran dan “kentang”)(hahaha)

Salam saya

om-trainer1

Posted in TRAVELLING

TERMINAL 3 ULTIMATE

22 Agustus 2016

Saya mendapat tugas untuk mengelola sebuah in class training di Makassar, Sulawesi Selatan.  Ketika mendapatkan konfirmasi kode booking pemesanan tiket pesawat, personil travel memberi informasi tambahan pada saya sebagai berikut :

“Pak ini berangkatnya dari Terminal 3 Ultimate ya, bukan dari Terminal 2 F lagi !”

Aahh iya, saya baru ingat, seluruh penerbangan domestik Garuda, kalau tidak salah memang dipindahkan dari terminal 2 F ke terminal 3 Ultimate mulai tanggal 9 Agustus 2016.

Terakhir saya travelling dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia, adalah saat saya pergi ke Medan tanggal 2 Agustus yang lalu, waktu itu masih melalui terminal 2 F.  Sehingga perjalanan ke Makassar tanggal 22 Agustus ini akan menjadi kali pertama saya menggunakan Terminal 3 Ultimate. 

Sebetulnya dulu sekali saya pernah beberapa kali ke Terminal 3, yaitu waktu saya traveling dengan Air Asia ke Yogyakarta, dan satu dua kali menjemput istri saya yang pulang dari bepergian.  Tapi itu Terminal 3 biasa, tidak pakai “ultimate”.  Saya baru tau bahwa ternyata ini dua gedung yang berbeda.  Terminal 3 dan Terminal 3 Ultimate.

Sengaja saya berangkat lebih awal dari biasanya, agar saya punya waktu untuk mengenali situasi dan tata letak terminal yang baru tersebut.  Secara sepintas, ketika saya tiba di area keberangkatan, penampakan fisik bangunannya sangat mirip dengan beberapa airport di luar negeri yang pernah saya kunjungi, khususnya airport Hongkong.  Dan waktu masuk ke dalam area check in pun saya melihat lay out ruangan yang kurang lebih sama dengan airport di HK.

Terminal3

Di beberapa sudut masih terlihat pekerja-pekerja yang mengerjakan penyelesaian dan perbaikan gedung.  Kios-kios makanan masih belum lengkap.  ATM pun hanya ada beberapa Bank yang buka.  Lokasinya pun masih terbatas (hanya satu tempat)(?).

Jujur saya kerepotan ketika ternyata paket internet di gadget saya mati, karena saya terlambat membayar abonemen telpon bulanan.  Saya tidak punya phone banking.  Mau ke ATM jauh sekali.  Tanya petugas, mereka bilang ATM di sekitar sini hanya ada di satu tempat saja, yaitu di area check in.  Sementara saya sudah berada di area ruang tunggu boarding pesawat.  Mau balik ke area check in, waktu sudah mepet.  Lagi pula terus terang saya rada kecut membayangkan kembali kerepotan prosedur body scanning yang berlaku saat ini.  (sekarang modelnya semua mesti dilepas)(Jaket, ballpont, kunci, jam tangan bahkan sabuk celana dan safety shoes).  Akhirnya saya baru bisa ke ATM ketika sudah mendarat di tempat tujuan, Airport Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Saat pulang dari Makassar, tanggal 24 Agustus saya pun mendarat di Terminal 3 Ultimate.  Menurut saya area kedatangan ini masih lebih belum siap dibanding area keberangkatan.  Banyak dekorasi yang masih kosong dan satu dua sudut masih bersifat darurat.  Meskipun demikian secara fungsional area kedatangan ini sudah bisa melayani penumpang.  Area pengambilan bagasinya pun sudah baik dan lancar.  WC nya juga cukup bersih.

20160824_115621

Ya, jujur saja Terminal 3 Ultimate ini memang masih belum siap sempurna 100%.  Meskipun demikian saya sangat berharap terminal ini bisa melayani para (calon) penumpang dengan baik.  Fasilitas umum bisa berjalan dan berfungsi sebagaimana mestinya.  Dan kita semua sebagai penumpang, pengantar atau penjemput bisa menjaga terminal tersebut dengan sebaik-baiknya.  Caranya bagaimana ? Sederhana saja, yaitu dengan tidak membuang sampah sembarangan !

Setuju ?

Salam saya

om-trainer1.

.

.

.