Posted in TRAVELLING

BANDARA KUALANAMU

Bandara Kualanamu adalah bandar udara internasional yang relatif baru di Sumatera Utara.  Bandara ini diresmikan pada tanggal 25 Juli 2013.  Jarak dari Kualanamu ke pusat kota Medan kurang lebih 40 km.  Bandara Kualanamu ini menggantikan bandara Polonia yang sudah relatif tua.

Menurut catatan Wikipedia, Bandara Kualanamu ini adalah bandara terbesar ke dua setelah Soekarno Hatta di Cengkareng.

Ada suatu masa, di mana saya sering bepergian ke Medan.  Tapi itu dulu, ketika bandar udaranya masih di Polonia.  Ketika bandaranya beralih ke Kualanamu saya belum pernah ke Medan lagi.

Sampai akhirnya …

1 Agustus 2016
Saya mendapat tugas untuk mengurus kegiatan training di Medan.  Alhamdulillah saya bisa juga merasakan suasana bandara yang banyak dibicarakan orang ini.  Terutama cerita tentang bagusnya Kereta Api – Railink yang menghubungkan Bandara Kualanamu dengan pusat kota Medan.

Dari awal keberangkatan saya sudah berniat untuk mencoba kehebatan kereta ini.  Akhirnya terlaksana juga.  Saya bisa naik kereta api kebanggaan masyarakat Sumatera Utara ini.

Menurut pengetahuan saya ini adalah kereta api pertama yang memadu moda transportasi udara dan darat.  Kereta api bandara pertama di Indonesia.  Ketika saya naik kereta ini, terasa bukan di Indonesia.  Suasananya mirip di Kuala Lumpur atau Hongkong (yang juga punya kereta api serupa).

Stasiun kereta api tersebut letaknya tepat bersebelahan dengan Bandara.  Kita hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja dengan berjalan kaki untuk menuju stasiun kereta tersebut.

Dan ini adalah pemandangan di Bandara saat turun dari pesawat sampai ke stasiun kereta

20160801_104542

20160803_093722
gantungkan cita-cita setinggi langit … gantungkan koper setinggi langit-langit

BERSIH !  itu kata pertama yang tertancap di benak saya ketika naik kereta api ini.

2016-08-02 20.07.24
koridor platform kereta yang bersih
20160801_110137
tempat bagasi di dalam kereta

Nyaman, tidak berisik.  Jarak Bandara Kualanamu ke Stesen Medan ditempuh hanya dalam waktu 30 – 40 menit saja.

Sampai di stesen Medan (ya mereka menyebut Stasiun itu Stesen) kita juga disuguhi beberapa spot yang bagus dan lucu untuk berpoto-poto.

20160801_115746
stasiun kereta di Medan
ada Philadelphia, ada Gombong

Jujur saya kagum dengan kenyamanan dan kebersihan dari sarana dan prasarana tersebut, bandara, stasiun kereta dan kereta apinya itu sendiri.  Semoga bisa kita pelihara dengan baik aset yang bagus ini.

Maju terus Kualanamu
Maju terus Medan !

Salam saya

om-trainer1

Posted in ARTIKEL

KISAH SENDOK PLASTIK

Ini cerita tentang sendok plastik

Tadi siang saya beli pasi padang.  Nasi padang itu enaknya instan dimakan di tempat, pakai tangan telanjang tanpa sendok.  Namun karena saya harus segera kembali ke kantor maka saya memutuskan untuk minta dibungkus saja.  Sebetulnya sih alasan sebenarnya adalah biar nasinya dapet lebih banyak.  (Sudah pada tau kan kalau nasi padang versi dibawa pulang itu porsinya lebih banyak daripada porsi eksekusi di tempat)

Saya belum tau unggah-ungguh tata cara makan di kantor saya yang baru ini.  Apakah makan pakai tangan saja di dalam kantor itu umum atau tidak?  Daripada nanti jadi masalah, maka saya memutuskan untuk nanti makan pakai sendok saja. Jaim.

Untuk itu sayapun minta sendok.   Uda resto padang itu pun memberi saya sendok plastik.

20160729_131907_resized
Bukan sendok yang sebenarnya.  Sendok diperankan oleh model

Dari sinilah kerepotan ini mulai terjadi.

Makan nasi padang pakai sendok plastik itu ternyata tidak enak sama sekali.  Kalau dipakai untuk memotong daging rendang, sendok tersebut ternyata pletat-pletot.  Bengkak-bengkok.  Dipakai untuk menyendok makanan pun kurang mantap.  Letoy.  Repot sudah lah.  Daging tidak terpotong, malah sendoknya yang patah.

Mau pinjam sendok logam di pantry, saya tidak tau tempatnya.  Yang tau tempatnya cuma office girl.  Office girlnya kemana ? Office girlnya sedang keluar kantor, disuruh beli makan siang juga oleh karyawan yang lain.

Nasiiiibbb … nasib …

Maksud hati ingin segera menyantap daging rendang padang yang mak-nyus itu, terpaksa tertunda.  Perut keroncongan tidak terkira.

Akhirnya, saya pun tak tahan juga … makan pakai tangan !

Pantas atau tidak pantas dilakukan di kantor? itu urusan nanti lah …

Hahaha

(Berita yang sama sekali tidak penting)

Salam saya

om-trainer1

 

 

 

Posted in ARTIKEL

TIPS BERADAPTASI DI KANTOR BARU

Pasti banyak dari teman-teman pembaca yang beberapa kali pindah kerja dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya.  Ada pula yang dimutasi atau dirotasi dari satu cabang ke cabang lain.  Entah di kota yang sama ataupun di kota lain, propinsi lain bahkan pulau lain.  Sebagai orang baru tentu kita memerlukan kemampuan beradaptasi yang cepat agar kita bisa merasa nyaman bekerja di tempat yang baru.

Berkaitan dengan hal itu, saya punya beberapa tips yang mungkin bisa dilakukan untuk dapat beradaptasi dengan “smooth” dan cepat.  Tips-tips ini bukan didapat dari buku atau teori.  Ini saya dapat dari pengalaman pribadi.

Menurut saya ada tiga hal yang bisa kita lakukan untuk membuat proses adaptasi kita bisa jadi lebih mulus, cepat dan lancar …

1.OB – Security – Receptionist

Di hari-hari pertama bekerja biasanya saya sempatkan berbincang-bincang ringan akrab dulu dengan office boy atau office girl.  Kita mulai dari mengenal mereka, karyawan terendah yang tugasnya berkaitan dengan bagian domestik atau kebersihan.  Ada dua keuntungan.  Pertama kita membangun kedekatan dengan orang yang akan secara langsung maupun tidak langsung membantu kita.  Yang kedua karyawan lama di sekitar kita pun akan respek, dan melihat bahwa kita bukan orang yang sombong dan pilih-pilih dalam berteman. 

“Wah ternyata si Nanang, karyawan baru itu mau lho ngobrol dengan OB” 

Saya rasa di manapun di Indonesia ini, jika kita arogan – sombong – pilih-pilih teman, akan dijauhi orang.

Hal yang sama juga berlaku untuk security, satpam, satuan pengamanan.  Biasanya satu dua minggu pertama saya akan berkenalan juga dengan anggota satuan pengamanan.  Ngobrol ringan.  Agar mereka tau bahwa kita adalah karyawan baru di kantor tersebut, tidak dicurigai sebagai penyusup dan yang sejenisnya.  Apalagi jika kita membawa kendaraan, mereka tentu bisa bantu melihat-lihat kendaraan kita kan?

Kalau reseptionis? operator telpon? Mengapa kita perlu mengenal mereka juga? 

Pasti sebagian dari anda akan berkata

Waaahhh si Nanang pengen kenalan dengan yang bening-bening nih ! Tebar pesona ! dsb

No … bukan itu alasan (utama)nya.  Resepsionis atau operator telpon perlu mengetahui nama, bagian, dan ekstension telpon kita agar kalau ada panggilan telepon yang masuk, bisa segera disambungkan.  Jangan sampai peluang bisnis hilang atau rekanan kerja kita dari luar kecewa karena jawaban operator/resepsionis nya seperti ini …

Nanang ? Nanang mana ya ? Nggak ada tuh yang namanya Nanang di sini !!!

Cilakak kita !  

20160713_174933
(pantry diperankan oleh model)

2.Pantry

Cara kedua adalah dengan memanfaatkan pantry.  Pantry adalah suatu ruangan atau sudut di kantor yang kurang lebih berfungsi sebagai dapur kecil.  Tempat di mana petugas/office boy/girl menyiapkan makanan atau minuman untuk para karyawan dan juga tamu.  Jika di kantor anda ada pantry, cobalah mulai beradaptasi dari sana.  Luangkan waktu entah sekedar untuk bikin kopi atau bikin teh, menghangatkan makanan sarapan, dan sebagainya di pantry.  Pantry secara tidak resmi seringkali menjadi tempat untuk kongkow, ngrumpi dan bergosip yang asik … (hahaha)

Nah jika anda bertemu satu dua karyawan lama yang juga sedang bikin kopi/bikin teh atau menghangatkan makanan dengan microwave di pantry coba buka pembicaraan ringan dengan mereka…qq

Maaf mbak/pak/bu/kak, kenalkan nama saya Nanang, saya karyawan baru di bagian HR.  Mbak/bapak/ibu/kakak kerja di bagian apa ya ?

atau …

Eh kalo mau beli bubur ayam kayak gini di mana sih Mas ?

atau …

Di sini boleh bawa makanan ke meja nggak Bu ?

Boleh pake celana panjang nggak di sini ?

Kalo hari Jum’at pake jeans boleh nggak ya  ?

Kita kalo pulang mesti ngomong sama Boss nggak sih biasanya ?

Di sini kalau mau sholat Jumat, di mana ya ? jauh nggak ?

dsb dsb dsb …

Yang ringan-ringan saja.  Tentang kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan di kantor ini.  Mudah-mudahan dengan demikian kita bisa setahap demi setahap beradaptasi.  Sebaiknya kita mengetahui “adat istiadat” tidak tertulis yang berlaku di kantor baru anda.  Jangan sampai anda nanti salah langkah.  Makan di meja kerja, padahal itu adalah hal yang tidak pantas dilakukan di kantor tersebut. Jangan sampai anda pulang tidak izin Boss, padahal ini adalah kebiasaan yang berlaku di sini.

Pantry biasanya juga jadi ajang buka lapak dagangan beberapa karyawan.  Dagang makanan sarapan, kue, keripik bahkan sampai kosmetik, kaos dan mukena.  Cobalah anda beli barang dagangan tersebut.  Satu atau dua.  Biasaaa … untuk membuka pembicaraan.

3.Makan Siang

Ini juga sangat efektif untuk membantu kita.  Mengumpulkan informasi, tata cara, prosedur dan adat istiadat di kantor setempat. Semua itu bisa kita dapat saat berbincang di waktu makan siang.

Jangan segan untuk sekedar minta petunjuk tempat makan siang yang enak di dekat kantor itu adanya di sebelah mana.

Karyawan lama yang baik tentu akan bilang : “Eh sama kita aja yuk makannya !”  Naah asik.  Anda sudah punya satu kelompok untuk makan siang.  Usahakan hari-hari selanjutnya anda bertukar kelompok.  Ikut makan dengan kelompok lainnya.

Jika tidak ada yang mengajak makan siang bagaimana ?  Ya berangkat aja sendiri.  Tapi usahakan pilih tempat makan favorit karyawan, yang model pujasera/warung/tempat makan, yang multi-gerai masakan dan meja-mejanya banyak.  Naaahhh siapa tau ada yang berbaik hati mengajak anda gabung semeja dengan mereka di sana.  Karena kasihan melihat anda celingukan menenteng baki.  Anda sudah dapat satu group lagi untuk sedikit berbincang dan cari info tentang tata cara yang berlaku di kantor baru anda.

So …

Jadi demikianlah.  Tiga hal yang biasa saya lakukan jika saya menjadi karyawan baru di suatu lingkungan kerja.  Bergaul akrab dengan OB-security-resepsionis.  Lalu pergunakan pantry untuk bersosialisasi.  Dan yang terakhir manfaatkan acara makan siang bersama untuk menggali informasi.

Demikian teman-teman …

Apa teman-teman punya tips yang lain ?

Sharing yaaa

Salam saya

om-trainer1

 

Posted in ARTIKEL

PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA MENULIS

11 Juli 2016

Lombamenulis

 

Teman sekalian,  hari ini adalah hari di mana saya akan mengumumkan pemenang Lomba Menulis : 1001 Kisah Masjid, di blog saya.

Berdasarkan data yang masuk dari google form, yang sudah mendaftar untuk ikut lomba ini adalah sebanyak 61 (enam puluh satu peserta).  Sesuai ketetuan yang telah saya informasikan sebelumnya, karena jumlah pesertanya berada di antara kisaran 50<x<99 maka hadiah yang akan kami sediakan menjadi 6 unggulan saja yaitu …

  • Dua pemenang unggulan PERTAMA.
  • Dua pemenang unggulan KEDUA.
  • Dua pemenang unggulan KETIGA.

Plus … ada kabar baik.  Saya mendapat sumbangan hadiah dari Ibu Niken / Bunda Lahfy, pengelola online shop Griya Lahfy.  Beliau berkenan menyumbangkan hadiah untuk unggulan tambahan yaitu 1 Gamis dan 1 Mukena.  Sehingga total penerima hadiah menjadi 8 orang pemenang.

Dan tanpa berpanjang lebar, dengan ini saya mengumumkan para pemenang unggulan yang beruntung terpilih untuk “Lomba Menulis : 1001 Kisah Masjid” saya kali ini

Mereka adalah :

  1. Unggulan PERTAMA.
    (Dua paket hadiah barang seharga +/- Rp. 100.000)
    masing-masing didapat oleh :
    Orin :
    https://rindrianie.com/2016/06/29/lelaki-tua-dan-menara-masjid.html
    .
    Sultan :
    http://www.phinisi.net/2016/06/ayah-izinkan-aku-ikut-ke-masjid.html
    .
    .
  2. Unggulan KEDUA.
    (Dua paket hadiah barang seharga +/- Rp. 90.000)
    masing-masing didapat oleh :
    Agus Wibowo (Bang Aswi)

    https://sosokitu.com/2016/06/15/kisah-baju-batik-berwarna-cokelat/
    .
    Eko Nurhuda
    http://www.bungeko.com/2016/06/masjid-yang-dibangun-dengan-getah-karet.html

  3. Unggulan KETIGA.
    (dua paket hadiah barang seharga +/- Rp. 80.000_
    Didapat masing-masing oleh :
    Baiq Rosmala Dewi
    https://baiqrosmala.com/2016/06/30/kisah-gonggongan-yang-tertukar/
    .
    Rinrin Irma
    http://orin.supriatna.web.id/2016/06/30/masjid-al-ikhlas-masjid-yang-tetap-berdiri-tegak-di-cisalak/

    .
    .
  4. Unggulan Tambahan 1
    (satu paket hadiah Mukena dari Griya Lahfi)
    Didapat oleh :
    Tri Wahyu Handayani
    http://www.haniwidiatmoko.com/2016/06/04/akad-nikah-unik-di-bajrakli-dzamija/
    ,
  5. Unggulan Tambahan 2
    (satu paket hadiah Gamis dari Griya Lahfi)
    Didapat oleh :
    Dian Onasis
    http://www.dianonasis.com/2016/06/angpau-bagi-imam-masjid.html

 

Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

Demikian pengumuman ini saya sampaikan.

Saya mengucapkan terima kasih banyak atas segala atensi dan perhatian yang telah diberikan kawan-kawan semua kepada lomba menulis ini.  Saya ucapkan selamat untuk kita semua.  Semoga lomba ini bisa diambil manfaatnya oleh teman-teman dan para pembaca semuanya.

Khusus untuk para pemenang :

Mohon mengirimkan nama, alamat lengkap dengan kode pos, serta nomer kontak yang bisa dihubungi ke naher18sept@gmail.com,  a.s.a.p

Salam saya

 

om trainer1.

.

Note :
Bilamana di kemudian hari diketahui terdapat kesalahan maka pengumuman ini akan revisi sebagaimana mestinya.

Posted in ARTIKEL

SEBULAN

1 Juli 2016

Hari ini genap sebulan saya kembali bekerja secara formal.

Seperti saya ceritakan di postingan sebelumnya, mulai 1 Juni kemarin saya menjalani rutinitas hidup bekerja secara formal kembali.  Setelah tiga tahun sempat bekerja bebas begundalan dari rumah.

Perlu sedikit penyesuaian untuk mengikuti ritme bekerja 8 – 17 ini.  Masuk jam 8 pulang jam 17.  Masih rada kagok (… sampai sekarang)🙂

meja

.

Selama sebulan apa saja kesan awal yang didapat nih Om ?

Ada beberapa.  Namun kali ini perkenankan saya cerita tiga hal saja.

.

1.Waktu Kerja

Karyawan-karyawan di sini relatif sangat disiplin.  Sebelum jam 8, sebagian besar karyawan sudah siap di kantor untuk bekerja.  Kedisiplinan yang sama juga berulang ketika sore hari.  Jam 17.00 teng sebagian besar karyawan pun sudah bersiap untuk pulang.  Sehingga jam 18.00 kantor sudah relatif kosong.  Hanya tinggal beberapa orang saja, yang mungkin lembur hari itu.

Ini berbeda 180 derajat dengan kantor saya yang lama.  Jam 8.00 kantor masih relatif sepi (cuma office boy dan janitor out sourching saja yang sudah bekerja)(yang lain mungkin masih ngopi atau ng-indomi di kantin parkiran basement).  Jam 9.00 masih banyak karyawan yang berada di jalan. Jam 9.30 baru lumayan rame.  Dan sore harinya, jam 17.00 itu justru biasanya kami baru mulai meeting (hahaha).(mungkin ide baru muncul di sore hari ya ?).

Ya kantor saya yang lama itu (seolah) ritmenya gila kerja semua.  (banyak yang pulang malam jam 20.00 bahkan lebih)  Macam tak punya kehidupan sosial saja. 🙂

.

2.Tenang

Lebih tepatnya sepi.  Kantor saya yang baru ini relatif lebih “sepi” dibanding kantor yang lama.  Jarum jatuh pun terdengar bergemuruh (lebay lu om).  Entah mungkin karena saya yang karyawan baru, atau karena memang meja kerja saya yang agak terpisah dari karyawan lainnya atau bagaimana ? Saya juga kurang tau.  Yang jelas di sini terasa sepi.

Lain dengan kantor saya yang lama.  Berisik.  Mungkin karena jumlah karyawan yang lebih banyak.  Atau mungkin karena tipe masyarakatnya yang doyan bergerak dan bicara.  Ekspresif.  Huweboh.  Ada kue oleh-oleh secuil aja hebohnya satu kecamatan “Woooiiiii, Pak Ajat bawa oleh-oleh bika Ambon niiihhhh …”  Gruduuuukkk semua nyerbu meja yang bersangkutan.  Sebentar-sebentar ada yang nyanyi “Happy Birthday to youuuu … happy birthday to yoooouuu …” Tiup lilin, potong kue, dan sebagainya.  Sekantor ngerubung cubicle yang ultah.   Dua hari kemudian ada lagi yang ultah.  Tepuk tangan lagiii.  Nyanyi hepi besdey lagiiii.  Makan-makan lagiiiii ! (Now you understand kan … kenapa meeting suka baru mulai jam 17.00 sore ?)

3. Busana

Sekarang eiykeh bingung bok.  Mau pake baju apa hari ini ?  Anak baru, pakaiannya nggak boleh sembarangan dong.  Mau pake pakaian resmi ? ini bukan guweh banget.  Mau pakai baju santai casual, entar diusir satpam.  Mau pake baju putih ? Kemaren kan udah putih !  Mau pake celana khaki ragu, nanti nggak mecing dengan bajunya.  Rempong sutralah !

Gimana dengan kantor yang dulu ?
Seragam bok.  Mau Senin, Selasa, Rabu ke Senen lagi, baju yang dipake tetep sama.  Seragam atasan beige (yang full branding itu) dan celana hitam.  Semua dapet pembagian dari divisi GA.  Kita mau pake baju yang nggak dicuci seminggu pun nggak ketauan.  Hawong sama.  (cuma takaran deodoran yang dipakai saja yang berbeda mungkin)(hahaha)

Di kantor lama itu nggak keliatan, mana Senior Manager mana clerk.  Seragamnya disamakan.  Dan itu wajib ! (nggak boleh sok kecentilan pake baju modis bebas semaunya)

Note :
Sebenernya di kantor yang baru ini ada baju seragamnya juga sih.  Warnanya biru muda. Hanya baju atasan saja, celana/rok menyesuaikan.  Tapi ini sifatnya tidak wajib, boleh pakai, boleh tidak.

Om kok belum pakai ? Belum.  Saya belum pakai.  Ya namanya juga anak baru.  Seragamnya belum dibagi.  Entah nunggu apa.  Nunggu pesenan konveksi atau nunggu masa percobaan tiga bulan dulu mungkin.

So …

Jadi begitulah.  Setiap kantor pasti ada suasana, tata cara dan budaya masing-masing.  Saya masih dalam tahap menyesuaikan diri. 

Memang agak sedikit unik, di usia saya yang tidak muda lagi saya masuk menjadi karyawan baru di sebuah perusahaan.  Umumnya kan karyawan baru itu adalah anak-anak fresh graduate kinclong yang baru lulus, atau kaum first jobbers labil yang masih mencari tempat bekerja yang cocok.

Kalaupun sudah berumur, biasanya mereka adalah Top Management.  Entah Direktur baru atau Komisaris baru

Nah ini ? Om-om 53 tahun jadi karyawan baru biasa ? Lucu juga yak.

Saya bisa mengerti jika mungkin satu, dua atau lebih karyawan di sini ada yang bergumam dalam hati “Udah tua begitu kok di-rekrut sih ?” 

Walaupun pertanyaan tersebut tidak terlontar secara langsung, namun saya sudah siap dengan pandangan-pandangan seperti itu.  Saya bisa mengerti mengapa mereka beranggapan seperti itu.  Tidak apa-apa.  Saya siap menghadapinya.

Modalnya cuma satu : Percaya Diri !

Nikmati saja !

(Saya kan cari rejeki halal.  Ya lumayan lah buat beli “garem”)(juga nambah-nambah beli “ini”)(sama beli “itu”)(trus beli “anu” sama “inu”)(beli “sesuatu” juga)(plus beli-beli “yang lain”)

🙂🙂🙂

Salam saya

om-trainer1.

.

.

.