JAJANAN KAKI LIMA FAVORIT NH18

Ada sebuah tantangan menarik yang dilontarkan oleh Maya Siswadi, seorang bloggerwati yang bermukim di Tangerang Selatan.  Tantangannya sederhana saja, yaitu menceritakan lima jenis jajanan favorit yang kita sukai.

Pada hakikatnya saya bukanlah orang yang menyukai petualangan kuliner.  Setiap kali travelling ke tempat-tempat tertentu baik itu di dalam maupun di luar negeri, teman-teman saya pasti putus asa mengajak saya wisata kuliner, berburu makanan khas setempat.  Dijamin saya tidak akan pernah mau diajak. (Ah percuma ngajak si Nanang, dia mah orangnya gitu … nggak seru !)

Pas berkunjung ke suatu kota tertentu, mau makan ? Yang dicari pasti warteg atau warung Padang.  Kalaupun diajak ke restoran, pesannya pasti standart … nasi goreng ! Minumnya teh panas manis.  Atau kalau di luar negeri, mentok-mentoknya gerai cepat saji pak Ron atau Pak Kolonel.  Selera saya memang sangat konvesional.  (tepatnya menyedihkan !)

Namun demikian jika saya ditanya, adakah jajanan-jajanan favorit yang Om NH senangi ?  Tentu saja ada lah.  Dan karena saya ini orang rumahan, dan baru berkeliaran cari makan ketika saya libur tidak mengajar.  Maka jajanan favorit ini relatif lokasinya yang dekat-dekat rumah saya saja  (di daerah Pondok Cabe, Tangerang Selatan)

Mari saya ajak anda sekalian, mencicipi jajanan-jajanan kesukaan saya.

.

1.Nasi Uduk Nyai
Sebut saja demikian.  Ini adalah nasi uduk paling enak yang pernah saya makan.  Asli Betawi.  Letaknya di depan Masjid Al Ittihad, di Jl. Purnawarman, Ciputat Timur.  Gurihnya pas, pake sambel kacang.  Semurnya nyus,  telor balado dan telor dadarnya “Betawi” banget.  Nyai tidak hanya menjual nasi uduk saja, tetapi juga ketupat sayur dan beberapa penganan tradisional Betawi, seperti gemblong, ketan kelapa, bakwan dan sebagainya.  Tapi yang saya rekomendasikan tetap nasi uduknya.  Kedai Nyai hanya buka pagi hari, biasanya melayani mereka yang berangkat ke kantor atau ke sekolah.  Jam 11 makanan di sana biasanya sudah habis semua.  Apalagi hari Minggu.  Seporsi nasi uduk dengan telur dadar, mihun goreng dan semur tempe harganya Rp.10.000 saja

k51

.

2.Soto Bakso Kumis Pak Solihin (alm)
Atau sekarang namanya berganti menjadi Bakso “Rasa Nyata” (Pa Kumis).  Sesungguhnya ini bakso biasa.  Tapi almarhum Pak Solihin (sang founder) menambahkan asesori soto ke dalamnya.  Ada potongan lumpia, kubis, tomat segar, daging sapi dan kedelai goreng.  Jadilah menu ini dinamakan Soto Bakso.  Rasanya enak.  Baksonya pun lembut.  Cocok untuk selera om-om ompong seperti saya. 

k53
(nggak pake kedele)(udah nggak kuat ngunyahnya)

.

Lapak bakso ini letaknya berada di dalam kompleks perumahan UIN Jakarta, di Jl. Ciputat Raya.  Buka dari sekitar jam 9 pagi sampai sekitar jam 8 malam.

Kemasyhuran bakso ini sudah tidak diragukan lagi.  Coba saja tanyakan kepada mereka yang pernah kuliah di UIN Jakarta.  Alumni atau mahasiswa,  baik itu yang baru kuliah tahun kemarin maupun yang sudah lulus 20 tahun yang lalu.  Biasanya mereka akan berkata, bahwa mereka pernah nongkrong di kedai ini.  Ya bakso ini berdiri sudah lama sekali, dan sangat terkenal di kalangan mahasiswa UIN Jakarta. 

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah ngobrol dengan Pak Solihin (beliau masih sehat waktu itu).  Beliau usaha jualan bakso ini diawali dengan jualan pikulan.  Dan kemudian karena kegigihannya dia berhasil menyewa kios.  Usahanya terus berkembang sedikit demi sedikit, sampai akhirnya beliau beserta istrinya bisa menyekolahkan tinggi anak-anaknya dan bahkan menunaikan ibadah haji berkat usahanya ini.  Sekitar tahun 2014 yang lalu Pak Solihin meninggal dunia, menyusul sang istri yang sudah meninggal terlebih dulu.  

Sekarang kios bakso kumis Pak Solihin (i.e Bakso Rasa Nyata) ini diteruskan oleh salah seorang pegawainya.  Meskipun sudah ditinggal sang founder, rasa dari bakso legendaris ini tetap tidak berubah. Soal harga ? Murah pol ! (hawong harga mahasiswa).  Seporsi soto mie bakso hanya Rp. 13.000 saja.

k52

.

3. Bakmi SS

Taglinenya : “Bakmi SS rasa GM”.  Hahaha.  Ciye-ciye-ciye.  Rupanya rasa bisa juga dicopy paste.  Seperti yang sudah anda duga, beberapa menu di Bakmi SS ini merupakan tiruan dari menu bakmi yang terkenal itu.  Setelah saya rasakan, ya memang tidak jauh berbeda.  Yang berbeda hanyalah harganya.  Jauh lebih murah tentu.  Menu favorit saya di sini adalah Bakmi Spesial Pangsit Goreng dan … Nasi Goreng ! (again ?)

Harga Bakmi Spesial Pangsit Goreng hanya sekitar Rp. 18.000 an.  Sementara Nasi Goreng hanya Rp. 21.000 saja

20160313_200311_resized

Bakmi SS ini letaknya ada di sebuah pujasera.  Pusat jajan serba ada.  Buka dari jam 10.00 sampai 24.00 (kalau malam minggu).  Hari biasa hanya sampai jam 22.00  Sejarahnya, pujasera ini terbentuk karena adanya penertiban dan penggusuran lapak-lapak di sepanjang kali Enggram (anak kali Pesanggrahan).  Para pedagang lapak makanan tersebut akhirnya disatukan di sebuah tempat baru yang bernama TKC.  Taman Kuliner Cireundeu.  Letaknya ada di ujung Jl. Purnawarman, dekat kompleks perumahan Mandiri. Cireundeu Tangerang Selatan.  Lebih rapi.  Lebih tertib.  Jika malam minggu ada hiburan live music ala kadarnya.  Cukup membuat gembira pengunjung dan pegawai lapak.

Menurut pendapat saya kondisi mereka kini jauh lebih baik, dibanding ketika mereka masih membuka kedai di pinggir kali.  Pengunjung terlihat lebih ramai dan kebersihan lebih terorganisir dengan baik.  lahan parkirnya pun tidak mengganggu lalu lintas seperti dulu.

20160313_200301_resized

 

4. Sate Ayam Warung Khas Madura

Ini juga makanan standar.  Maksudnya makanan standar kalau Bunda sedang tidak masak di rumah.  Untuk makan malam, saya biasanya akan merapat ke lapak kaki lima yang satu ini.  Warung Khas Madura namanya.  Baik itu nongkrong di tempat, atau bungkus bawa pulang.  Warung K5 ini letaknya di Jl. Cireundeu Raya.  Tepat di seberang resto “warung pizza” berwana merah yang terkenal  itu.  Buka hanya malam hari saja, dari jam 18.30 sampe sate habis.

k54

Yang jualan asli Madura.  Mereka menjual sate ayam, sate kambing dan juga sop kambing.  Bisa pakai nasi, bisa pakai lontong.  Digadopun monggo.

k56

Namanya juga selera konvensional, sejauh ini saya baru merasakan sate ayamnya saja.  Saya belum pernah beli sate kambing dan sop kambingnya.  Harga satu porsi (10 tusuk) dibandrol Rp.17.000 saja.  Kalo tambah lontong jadi Rp.20.000.   Menurut saya ini adalah sate ayam yang paling enak yang ada di sekitar rumah saya.  Apa lagi jika bumbunya ditambah potongan bawang merah mentah.  Hhmmm ! (hah … harum !)

.

5. Sate Padang Ajo Suardi

Saya mulai jatuh cinta pada sate Padang yang satu ini gara-gara si Sulung dirawat di RS Syarif Hidayatullah karena sakit demam berdarah.  Gerai kaki lima sate Padang ini letaknya memang tepat berada di depan rumah sakit tersebut.  Berdekatan pula dengan mesjid Fatullah UIN Jakarta, di Jl. Ciputat Raya.  Ketika saya menjaga si Sulung, karena lapar malam-malam saya mencari makan.  Bertemulah saya dengan kaki lima yang satu ini.  Sate ini hanya buka malam hari (19.00 s/d 23.00)

20160314_192905_resized

Entah karena lapar, entah karena lelah, saya merasa sate Padang ini adalah sate Padang yang paling enak yang pernah saya rasakan di Pulau Jawa. (hahaha lebay yak ?)(Sate Padang Mak Syukur Padang Panjang nggak masuk hitungan … karena itu legend …)(tak tertandingi)(hahaha).  Saya koreksi pernyataan saya, ini adalah sate Padang yang paling enak yang ada di dekat rumah saya. :)

20160314_193012_resized

Aroma bumbunya enak sekali.  Kekentalannya pas.  Dagingnya pun relatif empuk dan matang.  Sate Padang ini enaknya memang dimakan selagi panas.  Jika sudah dingin, bumbunya sudah tidak enak lagi.  Harga satu porsi 10 tusuk + 1 ketupat Rp. 17.000

20160314_193241_resized

Jadi demikianlah …

Saya baru saja menceritakan jajanan-jajanan favorit saya.  Kalau mau dipetakan kira-kira letaknya seperti ini …

map

Semuanya berada di seputaran tempat tinggal saya.  Sekali lagi ini karena saya orang rumahan, dan bukan tipe petualang kuliner yang suka berkeliaran ke sana-ke mari mencoba-coba (atau memfoto-foto) berbagai jenis makanan.  Selera saya sangat konvensional.  Tepatnya, benar kata teman saya : “Untuk urusan makan-makan si Nanang mah orangnya gitu … nggak seru !”

Hahaha

Salam saya

om-trainer1

.

.

(harga per 15 Maret 2016)

(seluruh foto adalah milik pribadi @nh18)

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Advencious First Giveaway dan JengSri”

KELAS INSPIRASI (2)

Ini adalah tulisan sambungan dari postingan saya yang sebelumnya tentang Kelas Inspirasi

(Kelas Inspirasi adalah program yang digagas oleh Indonesia Mengajar.  Para profesional diundang untuk cuti satu hari dan mengajar di sebuah sekolah dasar secara sukarela.  Mereka akan menjelaskan apa profesinya kepada anak-anak.  Agar anak-anak SD tersebut terinspirasi)

Di tulisan sebelumnya saya sudah menjelaskan mengenai proses awal untuk mengikuti program Kelas Inspirasi (KI).  Yaitu : melihat jadwal, mendaftar dan mengikuti proses seleksi.  Saya terangkan juga di sana, proses seleksi relawan itu perlu dilakukan karena biasanya yang mendaftar banyak, sementara kapasitas terbatas.

Panitia akan mengumumkan hasil seleksi relawan melalui web site atau melalui pemberitahuan ke e mail masing-masing. 

Jika kita dinyatakan tidak lulus seleksi maka jangan kecil hati.  Coba lagi di kota-kota berikutnya !

Jika kita dinyatakan lulus seleksi maka berikut ini adalah proses-proses selanjutnya yang akan kita lalui.

Kita akan dikelompokkan menjadi kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 10 – 18 orang.  (FYI : banyak atau sedikitnya anggota disesuaikan dengan besar-kecilnya sekolah dasar yang akan dituju).  Masing-masing tim akan didampingi oleh satu orang fasilitator.  Fasilitator tugasnya adalah menjadi penghubung antara panitia KI, pihak sekolah yang dituju dan juga para relawan.  Fasilitator biasanya sudah mempunyai pengalaman mengikuti KI sebelumnya, sehingga dia bisa bertindak sebagai konsultan timnya bilamana diperlukan.

Nah setelah tim terbentuk, proses selanjutnya yang akan kita jalani adalah sebagai berikut

1.Membuat kelompok diskusi

hp

Fasilitator akan membuat group diskusi secara online (biasanya memakai WhatApp).  Ini berguna untuk memudahkan komunikasi antar anggota group, selama masa persiapan.  Forum komunikasi ini sangat penting mengingat domisili para relawan bisa jadi lokasinya berjauhan.  Disiplin untuk selalu memantau forum diskusi ini menjadi hal yang harus diperhatikan oleh para relawan agar tidak ketinggalan berita.

.

2.Memilih ketua tim dan seksi-seksi

org
(hanya contoh)

Untuk memudahkan koordinasi, sebaiknya dipilih ketua tim, sekretaris dan bendahara.  Plus beberapa pic (person in charge) sesuai keperluan.  Biasanya yang diperlukan adalah pic survei, pic acara, pic perlengkapan dan pic konsumsi.  (FYI setiap kelompok akan berbeda-beda cara pengaturannya.  Tidak ada hal yang baku dalam hal ini)

.

3.Survei Sekolah

sd padek1
(SDN Padek 1, KI Serang)

Ini hal yang sangat penting untuk dilakukan.  Relawan diharapkan melakukan survei pendahuluan ke sekolah dasar yang akan dituju.  Melihat situasi dan juga meninjau lokasi.  Naik apa kesana, rute kendaraannya bagaimana dan seterusnya

Saat survey kita juga diharapkan bisa bertemu dengan pihak sekolah untuk menggali informasi yang kita butuhkan.  Informasi yang paling mendasar biasanya adalah data jumlah lokal kelas, jumlah rombongan belajar, dan jumlah murid per kelas.  Setelah itu kita menggali juga informasi mengenai latar belakang siswa, keluarganya, mata pencaharian orang tua dsb. 

Hal ini penting kita ketahui agar kita bisa merancang rencana mengajar dengan baik.  Jangan lupa untuk menanyakan juga jadwal sekolah masuk jam berapa, istirahat jam berapa dan pulang jam berapa.  (note : KI tidak boleh mengubah jadwal keseharian mereka).  Akan bagus juga jika kita sempatkan waktu untuk ngobrol dengan anak-anak di kantin atau di halaman sekolah ketika mereka istirahat.  Anggap saja ini pemanasan untuk lebih mengenal mereka, calon audience kita nanti.

Ada banyak tim yang setelah melakukan survei, sekalian dilanjut dengan rapat atau diskusi untuk membahas langkah-langkah selanjutnya (mumpung ngumpul)(karena biasanya sangat sulit mencari waktu untuk bertemu karena setiap relawan mempunyai kesibukan sendiri-sendiri)

Saya pribadi menganggap survei ini sangat penting.  Hampir di setiap KI yang saya ikuti, saya pasti melakukan survei lokasi terlebih dahulu.

.

4.Rundown acara

Hal selanjutnya yang harus didiskusikan adalah merancang acara.  Untuk mempermudah kami biasa membaginya menjadi tiga bagian besar.  Opening – acara inspirasi – closing

Opening adalah semacam upacara pembukaan di lapangan.  Di acara ini kita akan menjelaskan kepada anak-anak tentang apa itu KI, perkenalan singkat dan juga melakukan sedikit kegiatan “energizing”, penyemangat agar anak-anak lebih antusias mengikuti “pelajaran” hari ini.  Bisa berupa menyanyi, gerak-gerak badan, yel-yel, permainan kecil dan sebagainya.  Tidak perlu lama-lama agar energi tidak terkuras habis disini.

darihp 1 (343)
(contoh jadwal mengajar)

Selanjutnya adalah acara inspirasi.  Acara pokok.  Siapa, mengajar kelas mana, jam ke berapa !  Ini memerlukan pemikiran tersendiri.  Bagaimana mengatur sejumlah inspirator yang ada, dengan waktu yang terbatas serta lokal kelas yang tersedia, sedemikian rupa agar didapat penyebaran yang optimal.  Satu “jam pelajaran” biasanya antara 30-40 menit.  Pembagiannya pun diusahakan seadil mungkin.

Dan terakhir adalah acara penutupan.  Biasanya anak-anak dikumpulkan lagi di lapangan dan kita melakukan ritual untuk penyemangat anak-anak agar termotivasi mengejar cita-citanya.  Bentuknya bisa macam-macam sesuai dengan kreatifitas masing-masing.  Acara penutup ini tidak kalah pentingnya.  Karena kesan pada acara penutupan inilah yang biasanya lebih diingat oleh anak-anak.

.

5. Support

samsung1 (45)
(salah satu materi komunikasi)(SDN Kedung Waringin, KI Bogor #3)

.

Ini adalah prentilan-prentilan yang harus juga kita pikirkan agar proses KI bisa berjalan dengan baik.  Perlengkapan, design materi komunikasi (spanduk ? poster ? vertical banner ? dll), stationery, konsumsi dan sebagainya.

Support tergantung dari rundown acara yang kita kreasikan.  Semakin kompleks bentuk acaranya maka keperluan logistik support juga akan semakin ribet.

Satu yang perlu diingat, jangan sampai kita mengkreasikan acara sedemikian kompleks.  Sedemikian heboh.  Persiapan sedemikian panjang, menguras energi dan waktu, sehingga kita melupakan fokus inti / substansi pokok kelas inspirasi.  Substansi pokok adalah tetap “lesson plan” ataupun rencana pengajaran masing-masing.  Bagaimana caranya menjelaskan profesi masing-masing ke depan anak-anak usia sekolah dasar.  Dari kelas 1 sampai dengan kelas 6

6. Lesson Plan

IMG-20151029-WA0005
(SDN Kedung Waringin, Bogor)(photo by Putri)

Lesson plan atau rencana mengajar adalah inti dari segalanya.  Ini semacam skenario pribadi.  Apa yang akan dilakukan, dikatakan, dipraktekkan, didemokan, diperlihatkan dimainkan di depan kelas, dari menit ke menit.  Perlengkapan apa yang dibutuhkan ? Alat peraga ? Gambar ? Demo ? Games ? dan sebagainya.

Dalam waktu 30 – 40 menit kita harus menerangkan profesi kita kepada anak-anak SD itu.  Siapakah aku ? Apa profesiku ?  Apa yang dilakukan profesiku setiap hari saat bekerja ? Apa peran-manfaat profesiku di masyarakat ? Bagaimana cara menjadi aku ?  Tentu dengan bahasa dan cara yang mudah dimengerti oleh anak-anak.

Dan menurut saya … disinilah seninya.  Disinilah letak menarik dan menantangnya !

Jadi demikianlah, seluruh rangkaian program Kelas Inspirasi mulai dari saat pendaftaran sampai dengan persiapan hari inspirasi.

Sesungguhnya tidak ada hal yang baku, di setiap Kelas Inpirasi yang saya ikuti selalu saja ada hal yang baru yang memperkaya wawasan dan pengalaman saya pribadi.

Semoga saja anak-anak itu bisa menikmati apa yang para relawan berikan pada saat hari Inspirasi.

Mari terus menginspirasi !

Salam saya

om-trainer1.

.

.

.

KELAS INSPIRASI

kismall

Mungkin sudah banyak yang mengetahui bahwa saya beberapa kali berkesempatan untuk ikut berpartisipasi di sebuah program sukarela yang bernama Program Kelas Inspirasi dari Indonesia Mengajar.

Program Kelas Inspirasi adalah kegiatan yang mewadahi profesional dari berbagai sektor untuk ikut serta berkontribusi pada kemajuan pendidikan di Indonesia.  Para relawan pengajar tersebut akan cuti satu hari secara serentak untuk mengunjungi dan mengajar di sebuah Sekolah Dasar.

Apa yang diajarkan ?

Kita tidak mengajar mata pelajaran umum seperti matematika, IPS atau olah raga.  Para relawan hanya bercerita mengenai profesinya masing-masing kepada anak-anak SD tersebut.  Tentu dengan bahasa sederhana yang dimengerti oleh mereka.

Harapannya, para siswa akan memiliki lebih banyak pilihan cita-cita, serta menjadi lebih termotivasi untuk memiliki mimpi yang besar.  Cita-cita yang tinggi.  Cita-cita yang akan diraih dengan penuh doa dan usaha.  Usaha yang jujur, mandiri, pantang menyerah dan kerja keras.

Prinsip sikap dasar gerakan ini ada tujuh : sukarela, bebas kepentingan, tulus, siap belajar, ambil bagian langsung, siap bersilaturahmi dan tanpa biaya.  Kalaupun ada biaya, itu hanyalah iuran para relawan untuk perlengkapan acara dan keperluan alat mengajar di sekolah masing-masing.  Sikap-sikap dasar inilah yang membuat saya tertarik untuk ikut.

.

Gimana sih caranya Om, kalau mau ikutan ?

Gampang saja. Berikut adalah langkah-langkah yang biasanya saya tempuh. (note : Saya akan menyingkat Kelas Inspirasi dengan “KI” saja)

.

1. Waktu dan Tempat
Yang pertama adalah kita harus mempelajari jadwal KI yang ada.  Biasanya saya melihat di : www.kelasinspirasi.org.  Di sana ada daftar kapan dan di kota mana saja KI akan dilangsungkan. (BTW : selain dari website tersebut, informasi tentang jadwal KI juga sering kita temui di social media)

Setelah dapat jadwalnya, kita tentu harus mencocokkan dengan ketersediaan waktu dan mobilitas kita.  Misalnya saya.  Saya bertempat tinggal di Tangerang Selatan.  Saya harus memperhitungkan jarak dan waktu tempuh dari rumah saya ke kota tujuan KI.  Untuk alasan kemudahan aksesibilitas, sejauh ini saya hanya memilih beberapa kota yang relatif dekat dengan Tangerang Selatan saja, yaitu Bogor, Depok, Bekasi, Jakarta, Serang dan Cilegon.

Sebetulnya bisa saja kita memilih kota yang jauh dari tempat tinggal kita. Bahkan di luar pulau sekalipun.  Itu terserah anda.  Ada banyak relawan yang menggunakan kesempatan KI ini untuk sekalian pulang kampung.  Misalnya Fulan yang berasal dari Magetan. Ketika ada program KI di Magetan, Fulan ikut mendaftar, dengan harapan dia bisa sekalian pulang kampung dan berbakti pada pendidikan di daerah asalnya itu. 

Ada pula yang menggunakan kesempatan ini untuk berwisata atau travelling ke kota-kota yang belum pernah dia kunjungi.  Itu sah-sah saja.  Sekali rengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui.  (Silakan anda memilih kota mana saja, toh biaya ditanggung sendiri bukan ?!)

.

2. Mendaftar
Sudah ketemu waktu dan kota yang pas ? Kini saatnya kita mendaftar.  Pendaftaran dilakukan secara on line.  Bisa melalui www.kelasinspirasi.org , lalu klik “info lengkap”.  Anda akan diarahkan ke website KI di masing-masing kota.

Isi form data diri anda, seperti nama, pendidikan, pekerjaan, nomer kontak dan sebagainya.  Selain itu, calon relawan juga diminta untuk menuliskan apa motivasinya mengikuti KI ini. 

Para relawan bisa mendaftar sebagai pengajar atau fotografer atau videografer.  Syarat untuk bisa menjadi pengajar adalah sudah mempunyai pengalaman bekerja lebih dari dua tahun.  Sementara untuk menjadi fotografer atau videografer, harus menyertakan website/social media yang memuat karya-karya foto/video masing-masing untuk dievaluasi.

(BTW : Fungsinya memang sengaja dipisahkan antara pengajar, fotografer dan videografer.  Ini bertujuan agar pengajar tetap fokus pada aktifitas mengajarnya dan tidak “kecentilan” sibuk dengan urusan foto memfoto saat mengajar.   Ada relawan khusus, yaitu fotografer dan/atau videografer yang memang bertugas untuk mendokumentasikan seluruh aktifitas KI hari itu)

Jika form sudah diisi lengkap dan di“submit”, panitia biasanya akan mengirimkan notifikasi melalui e mail yang menyatakan bahwa data sudah diterima dengan baik. 

.

3. Proses Seleksi

Selanjutnya tim panitia rekrutmen KI akan menyeleksi calon-calon relawan berdasarkan form pendaftaran yang masuk secara on line tersebut.  Jadi saran saya, ketika anda mengisi form pendaftaran, cantumkanlah data dengan lengkap dan tuliskan motivasi anda dengan bersungguh-sungguh. Sehingga panitia rekrutmen tertarik untuk memilih anda. Form pendaftaran adalah satu-satunya tiket untuk bisa masuk menjadi relawan KI.

Kok di seleksi Om ?
Ya ini memang harus diseleksi karena yang mendaftar biasanya membludak (apalagi kalau KI di kota besar).
  Setelah proses ini, kita tinggal tunggu pengumuman dari panitia. Go or No Go !

Sependek pengetahuan saya, ada pengecualian untuk beberapa profesi dan pekerjaan.  Mereka tidak perlu mengikuti seleksi.  Ini biasa disebut sebagai relawan yang mempunyai “Wild Card”.  Mereka biasanya adalah public figure, pejabat tinggi negara, artis, musisi, orang terkenal, profesor/guru besar/peneliti senior di suatu perguruan tinggi, aktifis Program Indonesia Mengajar/Kelas Inspirasi ataupun tokoh-tokoh lainnya.  Jujur saja keikut sertaan mereka, membuat kami para relawan “biasa” ini menjadi lebih bersemangat.  (Eh Addie MS ikutan lho.  Wah ada Ringgo Agus Rahman.  Wow Dinda Kanya Dewi di sebelah saya.  Itukan Chikita Fauzi anaknya Marissa Haque dst dst dst  )

.

What Next ?

Terus kalau seandainya terpilih … apa yang harus saya lakukan Om ?

Itu akan saya ceritakan di postingan berikutnya ya … agar tidak terlalu panjang.

Stey cun ya cun … !

kinh

Salam saya

om-trainer1.

.

.

PERMAINAN “TANPA NAMA”

Ada dua orang teman saya yang berkolaborasi mengadakan perhelatan “give away”.  Saya tergerak untuk ikut.

Teman-teman tersebut, yang pertama adalah Mama Calvin, Lidya Fitrian, seorang ibu dari dua anak.  Tinggal di Bekasi.  Penyandang gelar Ratu Blog Walking yang belum terpatahkan.  Ya Lidya Fitrian adalah blogger yang sangat rajin blog walking, menyambangi, membaca dan memberikan komentar di blog rekan-rekannya.  Komentarnya pun bukan komentar asal lewat basa basi belaka.  Komentarnya selalu sesuai dengan isi postingan.  Beruntung saya sudah beberapa kali bertemu dengan Mbak Lidya

Yang kedua adalah Rahmah “chemist” Bunda Salfa.  Asal Maros, Sulawesi Selatan yang sekarang bermukim di Palangkaraya.  Saya pernah bertemu dengan Rahmah, secara tidak sengaja di acara Blogger Nusantara 2013.  Waktu itu kami satu homestay, di Homestay nomor 3 Desa Wisata Tembi, Yogyakarta.  Kita sempat ngobrol-ngobrol hangat saat sarapan pecel di teras rumah bersama Kang Didno dari Indramayu.

Sekarang mari kita membahas perhelatan give away mereka.  Tema Give away mereka sangat sederhana.  Menceritakan permainan masa kecil.

Bicara tentang permainan masa kecil, ada banyak sekali permainan yang bisa saya ceritakan.  Ada bentengan, tak umpet, galasin, tok kadal, kelereng, taplak gunung, ular naga, layangan, gambaran dan lain sebagainya.  Jika saya bercerita mengenai permainan-permainan tersebut mungkin tidak istimewa lagi karena sudah banyak yang membahas.

Kali ini saya akan menceritakan satu permainan yang menurut saya menarik, dan jarang diceritakan orang.  Namun celakanya saya lupa apa nama permainannya.   Maka dari itu sebut saja permainan ini Permainan “Tanpa Nama” (Rumah Makan Padang kali aaahhh …)

Ini permainan kelompok, lebih banyak anak lebih asik dan menarik.  Permainan ini sangat sederhana tidak memerlukan alat bantu atau perlengkapan khusus.  Hanya dua kerikil saja.   Ya … dua butir batu kerikil !!!

Cara bermainnya :
1. Bagi anak-anak menjadi dua tim dengan anggota yang sama banyak. Masing-masing menunjuk ketua timnya (sebut saja tim Mawar dan tim Melati)

2. Mereka berdiri berbanjar saling berhadapan.  Jarak antara barisan satu tim dengan tim lainnya bisa 10 sampai 20 meter, tergantung lahan lapangan yang ada.

satu

3. Undi/”suit”/”sut” untuk menentukan tim mana yang “main” duluan. (Katakanlah yang main duluan adalah tim Mawar)

4. Cara mainnya gampang.  Seluruh anggota tim Mawar berdiri dengan sikap istirahat, tangannya semua di belakang.

5. Ketua tim Mawar (TL) berjalan berkeliling di belakang anggota-anggotanya dan secara diam-diam menaruh kerikil di genggaman salah satu anggota timnya.  Kerikil digenggam baik-baik.  Pasang muka “poker face”.  Jangan norak.  Agar tidak ketauan lawan.

6. Jika sudah selesai, tim Melati akan menebak.  Kerikil berada di genggaman siapa ?

7. Jika tebakannya tim Melati betul.  Formasi barisan Mawar tetap seperti semula tidak berubah.  Giliran tim Melati yang gantian bermain.  Ketua Tim Melati (TL) akan melakukan prosedur yang sama seperti nomor 5.

8. Namun jika tebakan tim Melati salah.  Maka anggota tim Mawar yang tadi menggenggam kerikil maju satu langkah.  (dalam contoh ini adalah pemain nomor 2).  Giliran tetap di tim Mawar. Ketua tim Mawar kembali melakukan prosedur nomor 5.

dua
9. Demikian seterusnya, masing-masing  berusaha menempatkan kerikil di genggaman anggotanya,  berupaya untuk tidak tertebak lawan, agar bisa terus maju selangkah demi selangkah sampai salah satu anggota tim ada yang menginjak atau melampaui garis finish.  Garis finis adalah garis di mana lawannya berdiri pada saat awal pertandingan.  Tim yang berhasil melampaui garis finish tersebut merekalah yang menang.  (contoh dalam hal ini adalah Tim Melati yang menang, karena si d berhasil mencapai garis lawan)

tiga

.

Letak menariknya permainan ini ada pada bagaimana cara mengelabui tim lawan.  Ketua tim harus jeli untuk menempatkan batu kerikilnya secara diam-diam di genggaman salah satu anggota timnya.  Ketua tim pun harus punya strategi untuk dapat segera menempatkan anggota-anggotanya melangkah se maju mungkin. 

Bagaimana dengan peran anggota tim ? 
Anggota tim juga harus punya 1001 cara untuk mengelabui lawan.  Agar lawan salah menebak.  Entah itu pura-pura grogi, pura-pura salah tingkah, cengar-cengir, pura-pura panik, agar lawan curiga dan memilih dia sebagai orang yang menggenggam kerikil.  Padahal batu kerikil tidak ada padanya. “Wuek” lawan tertipu. Demikian juga sebaliknya bagaimana anggota tim yang menggenggam kerikil bisa memasang muka datar, “poker face”, se”cool” mungkin, tenang, agar lawan tidak mengira bahwa kerikil itu ada padanya.

Lalu apa manfaat dari permainan ini ?
Selain untuk membuat anak-anak senang bergembira bersama, permainan ini menurut saya juga mempunyai beberapa manfaat.  Yang pertama tentu saja membina kekompakan tim.  Bagaimana mengelola satu tim agar bisa mencapai tujuan dengan sebaik-baiknya.  Yang tidak kalah pentingnya permainan ini juga mengajarkan kejujuran.  Anak-anak harus jujur.  Siapa yang memegang kerikil harus jujur mengakuinya.  Mereka hanya menggunakan satu kerikil saja setiap tim.  Tidak dua tiga atau lebih untuk mengelabui lawan.

Dan yang terakhir permainan ini juga mengajarkan bagaimana mengatur strategi penempatan kerikil yang didasari oleh sikap yang sabar.  Sabar dalam mencapai tujuan, tidak tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaannya.

Saya tidak tau apa teman-teman pernah memainkan permainan seperti ini saat kecil dulu.  Jangan-jangan permainan ini sudah punah ?  Saya tidak pernah lagi mendapati anak-anak di lingkungan rumah saya memainkan permainan ini.

Eh, kita main permainan “tanpa nama” ini yuuukkk … !?

Salam saya.

om-trainer1.

.

.“Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Permainan Masa Kecil yang diselenggarakan oleh Mama Calvin dan Bunda Salfa” 

.

.mama-calvin-&-bunda-salfa-giveaway

LAPANGAN TERBANG PONDOK CABE

Pondok Cabe adalah nama satu daerah di Tangerang Selatan, Propinsi Banten.

Daerah ini menjadi sering disebut-sebut orang karena mempunyai sebuah lapangan terbang.  Sebut saja Lapangan Terbang Pondok Cabe.  Saya tinggal tidak jauh dari lapangan terbang tersebut.

Beberapa puluh tahun yang lalu, saya ingat sekali Lapangan Terbang Pondok Cabe ini menjadi sentral kegiatan olah raga dirgantara. Ketika PON (Pekan Olah Raga Nasional) berlangsung, lapangan terbang ini pasti ramai dikunjungi penggemar, penggiat dan pelaku olah raga dirgantara.  Ada pertandingan terbang layang, aero modelling, terjun payung dan sebagainya.  Seru.  Semarak.

Namun sayang dengan berlalunya waktu, entah mengapa lapangan terbang ini tidak lagi semarak seperti dulu.  Saya lihat pertandingan olah raga dirgantara pun tidak seramai dulu.  Mungkin karena biayanya sudah semakin mahal ? atau penggemarnya yang sudah mulai menipis ?  Saya juga kurang tau.

Saat ini lapangan terbang tersebut menjadi markas Skadron Udara 21/Serba Guna (atau Skadron 21/Sena). Di bawah kendali Pusat Penerbangan Angkatan Darat. (Sumber : Wikipedia).

.

Mengapa saya kok tiba-tiba cerita mengenai Lapangan Terbang Pondok Cabe ini ?
Di kalangan penghuni kompleks perumahan kami, ini menjadi topik pembicaraan yang hangat. Apa pasal ? Karena menurut kabar yang beredar, lapangan terbang Pondok Cabe direncanakan akan dibuka menjadi lapangan terbang komersial.  Bandara komersial. Seperti yang ada di Cengkareng dan Halim.  Setelah saya gugling sana sini, dari berbagai portal berita saya dapatkan informasi bahwa salah satu maskapai penerbangan terbesar negeri ini berencana akan membuka penerbangan rute-rute tertentu melalui Lapangan Terbang Pondok Cabe ini.

sayap

Bandara ini akan melayani destinasi pesawat Garuda Indonesia menuju Lubuk Linggau, Samarinda, Pangkalan Bun, Palembang, Tanjung Karang, Semarang, Ketapang, dan Yogyakarta.  Slot maksimal Bandara Pondok Cabe mencapai 30 penerbangan sehari (Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/12/05/122106726/Mengintip.Kesiapan.Bandara.Pondok.Cabe)

Memang akhir-akhir ini jika saya berkendara melalui sisi lapangan terbang tersebut, saya bisa melihat beberapa kesibukan pembenahan yang dilakukan oleh pengelola.  Pagar-pagar pembatas terlihat mulai dibangun dan dirapikan.  Di landas pacu pun saya sempat melihat banyak truk dan mobil-mobil proyek seliweran di sana.  Sepertinya landas pacunya mulai dibenahi agar layak didarati pesawat komersial.  Saya tidak tau jenis pesawat komersial apa yang bisa mendarat di (atau mengudara dari ) lapangan terbang ini.  Panjang landas pacu lapangan terbang Pondok Cabe ini relatif terbatas (tidak seperti Bandara Soekarno Hatta atau beberapa bandara komersial lainnya yang pernah saya lihat).

Warga kompleks perumahan saya mulai rasan-rasan mengenai dampak yang akan timbul dari dibukanya lapangan terbang Pondok Cabe untuk komersial.  Salah satu yang menjadi konsern utama kami adalah arus lalu lintas.  Tidak ada kegiatan di lapangan terbang saja arus lalu lintas di sekitar perumahan kami sudah macet, apa lagi nanti jika penerbangan komersial sudah dibuka.  Penumpang pasti ramai datang dan pergi. Belum kendaraan yang mengantar dan/atau yang menjemput. 

Konsern selanjutnya adalah mengenai suara. Hah … tidak terbayangkan nanti ramainya seperti apa udara di atas rumah kami.  Gegap gempita semesta membahana !

Saya tidak tau apakah rencana ini akan terealisasi atau tidak.  Pihak yang berwenang pasti masih akan banyak melakukan uji kelayakan dan penelitian di segala aspek untuk memastikan terpenuhinya syarat-syarat Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).

Sebagai warga negara yang baik, saya pribadi menyambut positif pembukaan lapangan terbang ini. Semoga dengan dibukanya Pondok Cabe menjadi lapangan terbang komersial, bisa menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat sekitarnya. Semoga bisa memberikan dampak yang baik terhadap perekonomian setempat.

(dan hhhmmm … saya pun mulai berfikir … bikin kos-kosan untuk pramugari boleh juga nih …)

Hahaha

Salam saya …

om-trainer1

.

.